10/12/2018 15:41
Gadis di Meranti Ini Dicabuli Ayah Kandung Selama Belasan Tahun

10/12/2018 13:59
Kejari Meranti Gelar Apel Hari Anti Korupsi Internasional 2018

10/12/2018 13:55
Polres Meranti Musnahkan Narkoba Hasil Operasi Antik Muara Takus 2018

7/12/2018 17:12
Selain di Desa Gambut Mutiara,
Proyek Cetak Sawah di Desa Labuhan Bilik Teluk Meranti Pelalawan Juga Gagal

6/12/2018 18:31
Wabup Said Hasyim Hadiri Rakorpimda PTSP Se-Provinsi Riau Tahun 2018

1/12/2018 06:51
Dugaan Korupsi Alkes, Mantan Direktur RSUD Meranti dan Belasan Saksi Diperiksa Kejari

27/11/2018 07:44
HGN dan HUT PGRI, Pemkab Meranti dan PT RAPP Teken MoU Tingkatkan Pendidikan Dasar

26/11/2018 21:43
Sosialisasi Program, Perwakilan Pasca Sarjana Unilak Presentasi dengan Bupati Meranti

20/11/2018 07:01
Rp1,4 Triliun, Pemkab Meranti Ajukan Nota Keuangan RAPBD 2019 ke DPRD

12/11/2018 21:27
Tantangan Pengelolaan Ekosistem Gambut,
Bupati Meranti Jadi Pembicara Tropical Peatland Roundtable Discussion

  Jum’at, 7 Desember 2018 17:12
Selain di Desa Gambut Mutiara,
Proyek Cetak Sawah di Desa Labuhan Bilik Teluk Meranti Pelalawan Juga Gagal


Proyek Cetak Sawah Baru dengan tahun anggaran 2012, ternyata tak hanya gagal dilaksanakan di Desa Gambut Mutiara. Ditemukan, di Desa Labuhan Bilik yang berbatasan langsung dengan Gambut Mutiara, juga gagal. Hanya saja, penegak hukum belum 'sampai' ke sana.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Kegagalan proyek cetak sawah dikabupaten Pelalawan yang bersumber dari dana APBN Tahun Anggaran (TA) 2012 tidak saja terdapat di Desa Gambut Mutiara, kecamatan Teluk Meranti.

Belakangan diketahui proyek cetak sawah ini gagal, ditemukan di Desa Labuhan Bilik kecamatan Teluk Meranti. Proyek cetak sawah di desa ini, merupakan proyek yang sama persis seperti di di desa Labuhan Bilik.

Selain tahun yang sama, Desa Labuhan Bilik berbatasan langsung dengan Desa Gambut Mutiara. Hanya saja setakad ini, belum disentuh oleh aparat penegak hukum.

"Di Desa Labuhan Bilik, juga proyek cetak sawahnya gagal itu. Kenapa didesa Gambut Mutiara saja yang di usut," terang salah seorang warga setempat meminta riauterkini.com merahasiakan jati dirinya, Jumat (7/12/18).

Warga ini, kecewa kenapa proyek cetak sawah di desa Labuhan Bilik tidak diusut oleh aparat penegak hukum. Padahal proyek ini, sama dibangun seperti di desa Gambut Mutiara.

"Dipastikan, proyek yang bersumber dari APBN TA 2012 lalu, di Desa Labuhan Bilik gagal. Kita minta penegak hukum untuk turun ke lokasi untuk memastikan kebenarannya dan mengusutnya," tegas dia.

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Mansur Desa Labuhan Bilik ketika dikonfirmasi terkait proyek cetak sawah yang gagal ini, tidak bisa dihubungi. Nomor telepon genggam yang bersangkutan ketika dihubungi tidak aktif.

Sebagai data tambahan, saat ini, Kejari Pelalawan menemukan proyek cetak sawah gagal di Desa Gambut Mutiara kecamatan Teluk Meranti. Terhadap kasus ini, jaksa telah menjebloskan dua orang terpidana ke lembaga pemasyarakatan dari pihak pemborong.

Tidak itu saja, bahkan untuk kasus tindak pidana korupsi proyek cetak sawah di Desa Gambut Mutiara, sudah memasuki jilid kedua. Dimana jaksa sudah mengantongi nama calon tersangka dari kalangan PNS.***(feb)

 
PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI © 2017
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com