23/01/2019 11:42
Korupsi KUR BRI Meranti Segera Disidangkan di Pekanbaru

21/01/2019 07:24
Ketua PSSI Meranti Sebut Turnamen Futsal Sago Old Star 2019 Bergengsi

21/01/2019 07:19
Tim Polres Meranti Juara di Turnamen Futsal Sago Old Star 2019

18/01/2019 16:54
BPH Migas Beri Lampu Hijau, Meranti Bisa Jadi Kota Jargas

7/01/2019 15:33
Apel Pertama 2019, Sekda Meranti Ajak ASN Tingkatkan Kinerja

27/12/2018 09:54
Sempena Hari Jadi Kepulauan Meranti, Sekda Buka Turnamen Sepak Bola Kuala Merbau Cup I

17/12/2018 06:47
Ribuan Warga Antusias Ikuti Jalan Santai Hari Jadi Kabupaten Meranti

15/12/2018 16:15
Jelang Akhir Tahun 2018,
Management Grand Meranti Hotel dan Paragon Sambangi Panti Asuhan

14/12/2018 18:58
Bawaslu Meranti Gelar Rakor Peningkatan SDM

14/12/2018 10:33
Polres Meranti Akan Dirikan Pospam dan Posyan Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru

  Jum’at, 7 Desember 2018 17:12
Selain di Desa Gambut Mutiara,
Proyek Cetak Sawah di Desa Labuhan Bilik Teluk Meranti Pelalawan Juga Gagal


Proyek Cetak Sawah Baru dengan tahun anggaran 2012, ternyata tak hanya gagal dilaksanakan di Desa Gambut Mutiara. Ditemukan, di Desa Labuhan Bilik yang berbatasan langsung dengan Gambut Mutiara, juga gagal. Hanya saja, penegak hukum belum 'sampai' ke sana.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Kegagalan proyek cetak sawah dikabupaten Pelalawan yang bersumber dari dana APBN Tahun Anggaran (TA) 2012 tidak saja terdapat di Desa Gambut Mutiara, kecamatan Teluk Meranti.

Belakangan diketahui proyek cetak sawah ini gagal, ditemukan di Desa Labuhan Bilik kecamatan Teluk Meranti. Proyek cetak sawah di desa ini, merupakan proyek yang sama persis seperti di di desa Labuhan Bilik.

Selain tahun yang sama, Desa Labuhan Bilik berbatasan langsung dengan Desa Gambut Mutiara. Hanya saja setakad ini, belum disentuh oleh aparat penegak hukum.

"Di Desa Labuhan Bilik, juga proyek cetak sawahnya gagal itu. Kenapa didesa Gambut Mutiara saja yang di usut," terang salah seorang warga setempat meminta riauterkini.com merahasiakan jati dirinya, Jumat (7/12/18).

Warga ini, kecewa kenapa proyek cetak sawah di desa Labuhan Bilik tidak diusut oleh aparat penegak hukum. Padahal proyek ini, sama dibangun seperti di desa Gambut Mutiara.

"Dipastikan, proyek yang bersumber dari APBN TA 2012 lalu, di Desa Labuhan Bilik gagal. Kita minta penegak hukum untuk turun ke lokasi untuk memastikan kebenarannya dan mengusutnya," tegas dia.

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Mansur Desa Labuhan Bilik ketika dikonfirmasi terkait proyek cetak sawah yang gagal ini, tidak bisa dihubungi. Nomor telepon genggam yang bersangkutan ketika dihubungi tidak aktif.

Sebagai data tambahan, saat ini, Kejari Pelalawan menemukan proyek cetak sawah gagal di Desa Gambut Mutiara kecamatan Teluk Meranti. Terhadap kasus ini, jaksa telah menjebloskan dua orang terpidana ke lembaga pemasyarakatan dari pihak pemborong.

Tidak itu saja, bahkan untuk kasus tindak pidana korupsi proyek cetak sawah di Desa Gambut Mutiara, sudah memasuki jilid kedua. Dimana jaksa sudah mengantongi nama calon tersangka dari kalangan PNS.***(feb)

 
PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI © 2017
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com