23/01/2019 11:42
Korupsi KUR BRI Meranti Segera Disidangkan di Pekanbaru

21/01/2019 07:24
Ketua PSSI Meranti Sebut Turnamen Futsal Sago Old Star 2019 Bergengsi

21/01/2019 07:19
Tim Polres Meranti Juara di Turnamen Futsal Sago Old Star 2019

18/01/2019 16:54
BPH Migas Beri Lampu Hijau, Meranti Bisa Jadi Kota Jargas

7/01/2019 15:33
Apel Pertama 2019, Sekda Meranti Ajak ASN Tingkatkan Kinerja

27/12/2018 09:54
Sempena Hari Jadi Kepulauan Meranti, Sekda Buka Turnamen Sepak Bola Kuala Merbau Cup I

17/12/2018 06:47
Ribuan Warga Antusias Ikuti Jalan Santai Hari Jadi Kabupaten Meranti

15/12/2018 16:15
Jelang Akhir Tahun 2018,
Management Grand Meranti Hotel dan Paragon Sambangi Panti Asuhan

14/12/2018 18:58
Bawaslu Meranti Gelar Rakor Peningkatan SDM

14/12/2018 10:33
Polres Meranti Akan Dirikan Pospam dan Posyan Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru

  Jum’at, 18 Januari 2019 16:54
BPH Migas Beri Lampu Hijau, Meranti Bisa Jadi Kota Jargas

Kabupaten Kepulauan Meranti berpotensi menjadi kota dengan Jaringan Gas (Jargas) setelah BPH Migas mendapat lampu hijau untuk pembangunan Jargas yang bersumber dari Blok Malaka Straits.

Riauterkini - PEKANBARU - Kabupaten Kepulauan Meranti berpotensi menjadi kota memiliki Jaringan Gas (Jargas). Hal ini setelah Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas (Migas) menginginkan daerah penghasil sagu tersebut memberikan lampu hijau untuk pembangunan Jargas yang bersumber dari Blok Malaka Straits tersebut.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau, Indra Agus Lukman, Jumat (18/1/19). Namun menurut Indra, kesempatan ini tergantung dari Pemerintah Kabupaten Meranti lagi, apakah bisa memanfaatkan kesempatan ini.

"BPH Migas sudah memberikan lampu hijau. Tinggal Pemkab Meranti lagi," kata Indra di kantornya, Jumat (18/1/19).

Menurut Indra, Jargas tersebut terlaksana, maka sumber gas yang terdapat di lepas pantai tersebut bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat Meranti secara langsung. Seperti elpiji atau pun melalui Jargas yang langsung dialirkan dari rumah ke rumah warga.

Kebutuhan untuk Jargas ini tidak terlalu besar, hanya memanfaatkan sisa penggunaan gas untuk PLTG yang diperoleh dari Blok Malaka Straits. Ada pun potensi gas di Blok Malaka Straits yang bisa untuk memenuhi kebutuhan gas di Meranti tersebut berkisar 1-3 MMBTU. 

"Untuk Jargas ini tak butuh gas besar, beda dengan kalau kita mau bangun pembangkit listrik harus besar," ujarnya.

Ditanya kapan Kota Jargas di Kepulauan Meranti ini diwujudkan, Indra menyatakan untuk membangun ini prosesnya panjang. Namun kalau tahun ini dimulai, tahun 2020 Jargas sudah bisa dinikmati warga Meranti. 

Karena, menurutnya, untuk membangun jaringan ini butuh keamanan tinggi. Kalau jaringan yang bangun BUMN, tapi tetap yang punya kendali Pemkab Meranti dan Pemprov Riau. Selain potensi gas ada, tambah Indra, pertimbangan BPH Migas bangun Kota Jargas di Meranti karena konsep kotanya di sana masih dalam penataan, sehingga lebih mudah membangun jaringan ketimbang kota padat penduduk. 

"Kalau kotanya baru ditatakan gampang bangun jaringan. Beda dengan Pekanbaru sudah padat penduduk dulu baru dibangun Jargas. Kalau teman-teman BPH Migas melihatnya seperti itu," paparnya.*(mok)

 
PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI © 2017
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com