5/08/2019 15:47
Cek Pasukan dan Beri Arahan,
Wabup Pimpin Apel Pagi di Kantor Satpol PP Meranti

19/07/2019 08:06
Tersangka Korupsi Reatribusi, Dua ASN Dishub Meranti Ditahan Jaksa

10/07/2019 18:59
Akui Tak Ada Masalah dalam Kasus Bowo Sidik, Bupati Meranti Siap Penuhi Panggilan KPK

10/07/2019 08:17
Besok, Bupati Meranti Diperiksa KPK

9/07/2019 15:42
Siap Maju di Pilbup Meranti,
Masrul Kasmy Mulai Jalin Komunikasi dengan Partai

6/07/2019 13:00
Malam ini, Putri Indonesia Riau 2019 Hadir di Malam Grand Final Bujang dan Dara Kepulauan Meranti

1/07/2019 11:29
Sekda Meranti Ingatkan Pegawai Terus Tingkatkan Disiplin

24/06/2019 14:58
Masuk Tahap Pendaftaran Balon Kades,
Pilkades Serentak di Kabupaten Meranti Dilaksanakan 26 Agustus 2019 Mendatang

1/06/2019 17:26
Wabup Meranti Lepas Uji Coba RoRo Alai Insit Laut-Buton Siak, Ratusan Warga Meranti Serbu Pelabuhan

15/05/2019 07:36
PT RAPP serahkan Santunan Anak Yatim untuk Wilayah Meranti

  Jum’at, 18 Januari 2019 16:54
BPH Migas Beri Lampu Hijau, Meranti Bisa Jadi Kota Jargas

Kabupaten Kepulauan Meranti berpotensi menjadi kota dengan Jaringan Gas (Jargas) setelah BPH Migas mendapat lampu hijau untuk pembangunan Jargas yang bersumber dari Blok Malaka Straits.

Riauterkini - PEKANBARU - Kabupaten Kepulauan Meranti berpotensi menjadi kota memiliki Jaringan Gas (Jargas). Hal ini setelah Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas (Migas) menginginkan daerah penghasil sagu tersebut memberikan lampu hijau untuk pembangunan Jargas yang bersumber dari Blok Malaka Straits tersebut.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau, Indra Agus Lukman, Jumat (18/1/19). Namun menurut Indra, kesempatan ini tergantung dari Pemerintah Kabupaten Meranti lagi, apakah bisa memanfaatkan kesempatan ini.

"BPH Migas sudah memberikan lampu hijau. Tinggal Pemkab Meranti lagi," kata Indra di kantornya, Jumat (18/1/19).

Menurut Indra, Jargas tersebut terlaksana, maka sumber gas yang terdapat di lepas pantai tersebut bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat Meranti secara langsung. Seperti elpiji atau pun melalui Jargas yang langsung dialirkan dari rumah ke rumah warga.

Kebutuhan untuk Jargas ini tidak terlalu besar, hanya memanfaatkan sisa penggunaan gas untuk PLTG yang diperoleh dari Blok Malaka Straits. Ada pun potensi gas di Blok Malaka Straits yang bisa untuk memenuhi kebutuhan gas di Meranti tersebut berkisar 1-3 MMBTU. 

"Untuk Jargas ini tak butuh gas besar, beda dengan kalau kita mau bangun pembangkit listrik harus besar," ujarnya.

Ditanya kapan Kota Jargas di Kepulauan Meranti ini diwujudkan, Indra menyatakan untuk membangun ini prosesnya panjang. Namun kalau tahun ini dimulai, tahun 2020 Jargas sudah bisa dinikmati warga Meranti. 

Karena, menurutnya, untuk membangun jaringan ini butuh keamanan tinggi. Kalau jaringan yang bangun BUMN, tapi tetap yang punya kendali Pemkab Meranti dan Pemprov Riau. Selain potensi gas ada, tambah Indra, pertimbangan BPH Migas bangun Kota Jargas di Meranti karena konsep kotanya di sana masih dalam penataan, sehingga lebih mudah membangun jaringan ketimbang kota padat penduduk. 

"Kalau kotanya baru ditatakan gampang bangun jaringan. Beda dengan Pekanbaru sudah padat penduduk dulu baru dibangun Jargas. Kalau teman-teman BPH Migas melihatnya seperti itu," paparnya.*(mok)

 
PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI © 2017
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com