24/04/2019 13:37
Gelapkan Dana Desa,
Mantan Kades di Meranti dan Tiga Stafnya Dituntut 2 Hingga 5 Tahun Penjara

16/04/2019 12:05
Korupsi Dana KUR, Pegawai BRI Teluk Belitung, Meranti Dituntut 7 Tahun Penjara

11/04/2019 12:50
BBKSDA Riau Lacak Harimau Serang Sapi Warga Teluk Meranti

2/04/2019 16:18
KPU Riau Ambil Alih Tugas KPU Meranti

28/03/2019 18:18
Parisman Ihwan Gelar Kampanye Terbuka di Meranti Pandak

26/03/2019 11:20
KPU Riau Sosialisasikan Pemilu di Kelurahan Sri Meranti

15/03/2019 07:23
Halgustar Mengukuhkan Sahabat Jokowi-Amin Kepulauan Meranti

14/03/2019 16:26
Oknum Caleg Penghina Wabup Meranti Diadili

26/02/2019 16:31
Kampanye di Sekolahan, Caleg Gerindra Meranti Didakwa Bersalah

16/02/2019 07:30
Pemkab Meranti Tegaskan Permintaan Dispensasi Embarkasi Haji Bukan Politis

  Jum’at, 18 Januari 2019 16:54
BPH Migas Beri Lampu Hijau, Meranti Bisa Jadi Kota Jargas

Kabupaten Kepulauan Meranti berpotensi menjadi kota dengan Jaringan Gas (Jargas) setelah BPH Migas mendapat lampu hijau untuk pembangunan Jargas yang bersumber dari Blok Malaka Straits.

Riauterkini - PEKANBARU - Kabupaten Kepulauan Meranti berpotensi menjadi kota memiliki Jaringan Gas (Jargas). Hal ini setelah Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas (Migas) menginginkan daerah penghasil sagu tersebut memberikan lampu hijau untuk pembangunan Jargas yang bersumber dari Blok Malaka Straits tersebut.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau, Indra Agus Lukman, Jumat (18/1/19). Namun menurut Indra, kesempatan ini tergantung dari Pemerintah Kabupaten Meranti lagi, apakah bisa memanfaatkan kesempatan ini.

"BPH Migas sudah memberikan lampu hijau. Tinggal Pemkab Meranti lagi," kata Indra di kantornya, Jumat (18/1/19).

Menurut Indra, Jargas tersebut terlaksana, maka sumber gas yang terdapat di lepas pantai tersebut bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat Meranti secara langsung. Seperti elpiji atau pun melalui Jargas yang langsung dialirkan dari rumah ke rumah warga.

Kebutuhan untuk Jargas ini tidak terlalu besar, hanya memanfaatkan sisa penggunaan gas untuk PLTG yang diperoleh dari Blok Malaka Straits. Ada pun potensi gas di Blok Malaka Straits yang bisa untuk memenuhi kebutuhan gas di Meranti tersebut berkisar 1-3 MMBTU. 

"Untuk Jargas ini tak butuh gas besar, beda dengan kalau kita mau bangun pembangkit listrik harus besar," ujarnya.

Ditanya kapan Kota Jargas di Kepulauan Meranti ini diwujudkan, Indra menyatakan untuk membangun ini prosesnya panjang. Namun kalau tahun ini dimulai, tahun 2020 Jargas sudah bisa dinikmati warga Meranti. 

Karena, menurutnya, untuk membangun jaringan ini butuh keamanan tinggi. Kalau jaringan yang bangun BUMN, tapi tetap yang punya kendali Pemkab Meranti dan Pemprov Riau. Selain potensi gas ada, tambah Indra, pertimbangan BPH Migas bangun Kota Jargas di Meranti karena konsep kotanya di sana masih dalam penataan, sehingga lebih mudah membangun jaringan ketimbang kota padat penduduk. 

"Kalau kotanya baru ditatakan gampang bangun jaringan. Beda dengan Pekanbaru sudah padat penduduk dulu baru dibangun Jargas. Kalau teman-teman BPH Migas melihatnya seperti itu," paparnya.*(mok)

 
PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI © 2017
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com