29/04/2019 17:12
Diduga Bagi-bagi Magic Com dan Drum,
Caleg PKB Kepulauan Meranti Jalani Sidang di PN Bengkalis

24/04/2019 13:37
Gelapkan Dana Desa,
Mantan Kades di Meranti dan Tiga Stafnya Dituntut 2 Hingga 5 Tahun Penjara

16/04/2019 12:05
Korupsi Dana KUR, Pegawai BRI Teluk Belitung, Meranti Dituntut 7 Tahun Penjara

11/04/2019 12:50
BBKSDA Riau Lacak Harimau Serang Sapi Warga Teluk Meranti

2/04/2019 16:18
KPU Riau Ambil Alih Tugas KPU Meranti

28/03/2019 18:18
Parisman Ihwan Gelar Kampanye Terbuka di Meranti Pandak

26/03/2019 11:20
KPU Riau Sosialisasikan Pemilu di Kelurahan Sri Meranti

15/03/2019 07:23
Halgustar Mengukuhkan Sahabat Jokowi-Amin Kepulauan Meranti

14/03/2019 16:26
Oknum Caleg Penghina Wabup Meranti Diadili

26/02/2019 16:31
Kampanye di Sekolahan, Caleg Gerindra Meranti Didakwa Bersalah

  Kamis, 14 Maret 2019 16:26
Oknum Caleg Penghina Wabup Meranti Diadili

Diduga telah menghina Wakil Bupati Kepulauan Meranti lewat akun media sosialnya, caleg ini harus berurusan dengan hukum. Ia didudukkn di kursi pesakitan sebagai PN Pekanbaru sebagai terdakwa.

Riauterkini-PEKANBARU-Jefrizal (28), seorang oknum calon legislatif (Caleg) yang akan maju di pesta pemilihan wakil rakyat 2019-2024, dihadirkan ke meja hijau Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru oleh jaksa penuntut umum (JPU) Pince Puspasari SH,

Oknum caleg ini diadili atas dakwaan melakukan penghinaan terhadap H Said Hasim, Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Kepulauan Meranti lewat akun facebook-nya.

Berdasarkan dakwaan JPU dalam persidangan yang dipimpin majelis hakim, Nurul Hidayah SH MH pada sidang Kamis (14/3/19) siang mengatakan, perbuatan yang dilakukan terdakwa terhadap pada Sabtu (3/3/18) silam sekira pukul 00.19 Wib. Dimana ketika itu terdakwa berencana akan melakukan aksi demo pada Selasa (6/3/18).

Untuk membangkitkan semangat teman-temannya sebelum melakukan aksi demo, lalu terdakwa membuat postingan di akun facebook terdakwa.

" Persiapan hadiyah bangkai tikus di kejati riau pada hari selasa, 06 maret 2018, untuk master said hasyim sang koruptor tanah jantan bertopeng serban!!," ucap JPU mengungkap isi postingan terdakwa.

Atas perbuatannya, terdakwa dijerat dengan pasal 27 ayat (3) jnto pasal 45 ayat (3) Undang-Undang RI nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Usai dakwaan dibacakan, JPU selanjutnya menghadirkan empat orang saksi, H Said Hasyim, Ade Kurnia Sandy, Al Kudri dan Syafii.

Dalam keteranganya di persidangan, Said Hasyim menyebutkan, jika dia mengetahui adanya penghinaan yang dilakukan terdakwa itu pada Ahad (4/3/18) lalu, saat berada di rumah dinasnya di Jalan Merdeka Selatpanjang.

" Saat itu yang memberi tahu ajudan saya bernama Ade. Kata Ade bahwa ada postingan penghinaan terhadap bapak di dalam akun facebook milik terdakwa Jefrizal. Isi postingan itu adalah"persiapan hadiyah bangkai tikus di kejati riau pada hari selasa, 06 maret 2018 untuk master said hasyim sane koruptor tanah iantan bertopeng serban!!"," kata saksi

Tuduhan dan postingan itu terus berulang kali. Makin dibiarkan makin menjadi dan bahasanya semakin kasar. Hingga akhirnya kasus ini dilaporkannya ke Polda Riau," sambung Said.

Usai mendengarkan keterangan para saksi, hakim menunbda sidang hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli.***(har)

 
PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI © 2017
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com