10/07/2019 18:59
Akui Tak Ada Masalah dalam Kasus Bowo Sidik, Bupati Meranti Siap Penuhi Panggilan KPK

10/07/2019 08:17
Besok, Bupati Meranti Diperiksa KPK

9/07/2019 15:42
Siap Maju di Pilbup Meranti,
Masrul Kasmy Mulai Jalin Komunikasi dengan Partai

6/07/2019 13:00
Malam ini, Putri Indonesia Riau 2019 Hadir di Malam Grand Final Bujang dan Dara Kepulauan Meranti

1/07/2019 11:29
Sekda Meranti Ingatkan Pegawai Terus Tingkatkan Disiplin

24/06/2019 14:58
Masuk Tahap Pendaftaran Balon Kades,
Pilkades Serentak di Kabupaten Meranti Dilaksanakan 26 Agustus 2019 Mendatang

1/06/2019 17:26
Wabup Meranti Lepas Uji Coba RoRo Alai Insit Laut-Buton Siak, Ratusan Warga Meranti Serbu Pelabuhan

15/05/2019 07:36
PT RAPP serahkan Santunan Anak Yatim untuk Wilayah Meranti

14/05/2019 16:38
Buka Bersama dan Safari Ramadhan,
Gubernur Riau Kunjungi Kepulauan Meranti

14/05/2019 15:32
Gelapkan Dana Desa,
Hakim Vonis Mantan Kades di Meranti dan Tiga Stafnya Sesuai Tuntutan Jaksa

  Selasa, 30 April 2019 16:33
Terbukti Korupsi Dana KUR, Hakim Vonis Pegawai BRI di Meranti 6 Tahun Penjara

Delvi Hartanto, Surveyor BRI Teluk Belitung, Meranti, divonis 6 tahun penjara. Ia dinyatakan bersalah oleh hakim dalam kasus korupsi dana KUR.

Riauterkini-PEKANBARU-Perbuatan Delvi Hartanto, menyalahgunakan kewenangan dalam menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada masyarakat (nasabah), dinyatakan hakim suatu perbuatan tindak pidana korupsi.

Sebab, perbuatan Delvi yang merupakan pegawai dengan jabatan mantri (surveyor) Bank Rakyat Indonesia (BRI) Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, Kepulauan Meranti. Telah menyebabkan terjadinya kerugian negara. Penyaluran kredit usaha yang dilakukan terdakwa kepada nasabah terbukti fiktif.

Atas perbuatannya itu, majelis hakim tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, yang diketuai Dahlia Panjaitan SH, menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 6 tahun, dan terdakwa juga diwajibkan mengembalikan kerugian negara.

Dalam amar putusan majelis hakim pada sidang Senin (30/4/19) sore itu. Terdakwa Delvi terbukti melanggar pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 UU RI n 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tipikor sebagaimana diubah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang tipikor.

" Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama 6 tahun, dan hukuman denda sebesar Rp 300 juta atau subsider 6 bulan kurungan," terang Dahlia.

Selain hukuman penjara, terdakwa diwajibkan membayar kerugian negara sebesar Rp 883 juta. Jika tidak dibayar, maka harta benda terdakwa disita, dan jika harta benda tidak ada, maka dapat diganti (subsider) dengan kurungan badan selama 2 tahun," tegas hakim.

Vonis hukuman yang lebih ringan dari tuntutan jaksa tersebut, terdakwa menyatakan menerima. Sedangkan jaksa penuntut menyatakan pikir pikir.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Ulinnuha SH menjatuhkan tuntutan pidana penjara kepada terdakwa selama 7 tahun, denda Rp 300 juta, atau subsider selama 6 bulan kurungan.

Selain itu, terdakwa juga diwajibkan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 883 juta subsider 3 tahun 6 bulan.

Untuk diketahui, perbuatan tindak pidana korupsi penyaluran kredit yang dilakukan terdakwa Delvi Hartanto itu, terjadi tahun 2015-2016 lalu, saat terdakwa memberikan atau menyalurkan pinjaman kredit usaha kepada warga masyarakat.

Perbuatan yang dilakukan terdakwa secara bersama sama dengan rekan kerjanya FD (DPO). Diketahui telah menyalahgunakan kewenangan dalam menganalisa permohonan kredit.

Dalam permohonan kredit nasabah. terdakwa bersama FD, membuat dokumen anggunan palsu. Surat Keterangan Usaha, KTP nasabah dibuat seakan akan asli. Selain itu, permohonan dokumen itu tanpa diketahui nasabah itu sendiri.

KTP nasabah digunakan sebagai pengaju kredit, namun setelah cair dinikmati oleh terdakwa dan FD.

Selain penerimanya fiktif, ada juga yang benar-benar menjadi nasabah dan menerima KUR. Tetapi angsuran tiap bulan tidak disetorkan tersangka ke Bank tempat ia bekerja.

Berdasarkan hasil audit, terdakwa menikmati kredit nasabah sekitar Rp 926,782,543, dan tersangka FD menerima sekitar Rp 842,267,378. Sehingga total kerugian negara sebesar Rp 1,782,062,261.***(har)

 
PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI © 2017
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com