14/05/2019 15:32
Gelapkan Dana Desa,
Hakim Vonis Mantan Kades di Meranti dan Tiga Stafnya Sesuai Tuntutan Jaksa

13/05/2019 20:52
Dianggap Cemarkan Nama Baik Bupati,
Tersebar di Facebook, Pemkab Meranti Laporkan Surat Terbuka Rita Mariana

7/05/2019 21:35
Janjikan Barang Saat Kampanye, Caleg Meranti Dipidana 3 Bulan Penjara

3/05/2019 17:28
Diduga Bagi-bagi Magic Com dan Drum,
Caleg PKB Meranti Dituntut Jaksa 3 Bulan Penjara

3/05/2019 16:41
Pleno Dapil I Meranti Selesai,
Tengku Zulkenedi Yusuf Diprediksi Akan Menjadi Anggota DPRD Termuda se-Riau

2/05/2019 09:51
Klaim Berdasar C1, Caleg PKS Optimis Lolos dari Dapil I Meranti

30/04/2019 16:33
Terbukti Korupsi Dana KUR, Hakim Vonis Pegawai BRI di Meranti 6 Tahun Penjara

29/04/2019 17:12
Diduga Bagi-bagi Magic Com dan Drum,
Caleg PKB Kepulauan Meranti Jalani Sidang di PN Bengkalis

24/04/2019 13:37
Gelapkan Dana Desa,
Mantan Kades di Meranti dan Tiga Stafnya Dituntut 2 Hingga 5 Tahun Penjara

16/04/2019 12:05
Korupsi Dana KUR, Pegawai BRI Teluk Belitung, Meranti Dituntut 7 Tahun Penjara

  Selasa, 14 Mei 2019 15:32
Gelapkan Dana Desa,
Hakim Vonis Mantan Kades di Meranti dan Tiga Stafnya Sesuai Tuntutan Jaksa


Empat terdakwa kasus penggelapan dana Desa Citra Damai, Kabupaten Kepulauan Meranti, dinyatakan bersalah oleh majelis hakim Tipikor Pekanbaru. Mereka divonis sesuai dengan dakwaan jaksa.

Riauterkini-PEKANBARU -Keringanan hukuman yang diharapkan empat orang perangkat Desa Citra Damai, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, yang menjadi terdakwa dalam perkara tindak pidana korupsi penyelewengan anggaran dana desa (ADD) di pengadilan tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, tak sesuai harapan.

Mereka yang berharap dapat hukuman lebih ringan dari tuntutan jaksa. Justru divonis sama dengan tuntutan jaksa.

Dalam amar putusan majelis hakim yang diketuai Dahlia Panjaitan pada sidang Selasa (14/5/19) siang tadi. Keempat terdakwa terbukti melanggar Pasal 3 UU RI no 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi.

"Menghukum terdakwa Muhammad Munib, selaku kepala desa, dengan pidana penjara selama 5 tahun, denda Rp 200 subsider 3 bulan. Terdakwa Munib juga diwajibkan membayar kerugian negara sebesar Rp 229 juta subsider 3 bulan," terang Dahlia.

Selanjutnya, menghukum terdakwa Wagino, dengan pidana penjara selama 3 tahun denda Rp 50 juta subsider 1 bulan. Dan menghukum terdakwa Heri Handoko dan Deni Irawan, masing masing selama 2 tahun penjara, denda Rp 50 juta subsider 1 bulan," sambung majelis hakim.

Atas putusan tersebut, terdakwa Heri Handoko dan terdakwa Deni Irawan menyatakan menerima. Sedangkan terdakwa Munib dan Wagino menyatakan pikir pikir.

Hal yang sama juga dinyatakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Ulinnuha SH kepada majelis hakim.

Sebelumnya, terdakwa M Munib, mantan Kepala Desa Citra Damai, dituntut jaksa dengan pidana penjara selama 5 tahun dan denda Rp 200 juta, atau subsider selama 6 bulan kurungan, M Munib juga diwajibkan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 299 juta. Jika tidak dibayar maka dapat diganti (subsider) selama 2 tahun 6 bulan penjara.

Sementara tiga perangkat desa yang merupakan bawahan M Munib yakni, Wagino selaku Bendahara Desa, dituntut 3 tahun penjara denda Rp 50 juta subsider 1 bulan. Terdakwa Heri Handoko dan Deni Irawan, dituntut 2 tahun penjara denda Rp50 juta subsider 1 bulan.

Untuk Diketahui, perbuatan para terdakwa ini terjadi pada Juli hingga Desember 2016 lalu. saat M Munib menjabat sebagai Kepala Desa Citra Damai.

Dimana Desa Citra Damai, mendapat kucuran dana ADD sebesar Rp 300 juta, dan dana bantuan desa dari PT Sumatera Riang Lestari sebesar Rp 700 juta. Namun dana tersebut, tidak seluruhannya digunakan terdakwa untuk kepentingan desa. Sehingga total kerugian dana desa dan keuangan negara mencapai Rp 260 juta.***(har)

 
PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI © 2017
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com