9/07/2019 15:42
Siap Maju di Pilbup Meranti,
Masrul Kasmy Mulai Jalin Komunikasi dengan Partai

6/07/2019 13:00
Malam ini, Putri Indonesia Riau 2019 Hadir di Malam Grand Final Bujang dan Dara Kepulauan Meranti

1/07/2019 11:29
Sekda Meranti Ingatkan Pegawai Terus Tingkatkan Disiplin

24/06/2019 14:58
Masuk Tahap Pendaftaran Balon Kades,
Pilkades Serentak di Kabupaten Meranti Dilaksanakan 26 Agustus 2019 Mendatang

1/06/2019 17:26
Wabup Meranti Lepas Uji Coba RoRo Alai Insit Laut-Buton Siak, Ratusan Warga Meranti Serbu Pelabuhan

15/05/2019 07:36
PT RAPP serahkan Santunan Anak Yatim untuk Wilayah Meranti

14/05/2019 16:38
Buka Bersama dan Safari Ramadhan,
Gubernur Riau Kunjungi Kepulauan Meranti

14/05/2019 15:32
Gelapkan Dana Desa,
Hakim Vonis Mantan Kades di Meranti dan Tiga Stafnya Sesuai Tuntutan Jaksa

13/05/2019 20:52
Dianggap Cemarkan Nama Baik Bupati,
Tersebar di Facebook, Pemkab Meranti Laporkan Surat Terbuka Rita Mariana

7/05/2019 21:35
Janjikan Barang Saat Kampanye, Caleg Meranti Dipidana 3 Bulan Penjara

  Jum’at, 19 Juli 2019 08:06
Tersangka Korupsi Reatribusi, Dua ASN Dishub Meranti Ditahan Jaksa

Dua pegawai Dinas Perhubungan Kepulauan Meranti ditahan jaksa. Disangka korupsi dana restribusi.

Riauterkini-SELATPANJANG-Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Meranti menahan SF dan GT, dua Aparat Sipil Negara (ASN) Dinas Perhubungan Meranti. Penahan dilakukan setelah keduanya ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi retribusi kempang dan kapal barang.

Kasi Intel Kejari Meranti Zia Ul Fattah Idris kepada wartawan melalui sambungan telephon, Kamis (18/7/19) malam membanrkan langkah penyidik tersebut. Keduanya diduga melakukan tindak korupsi dana restribusi selama 3 tahun. Dari 2012 sampai 2015 lalu.

Dijelaskan Zia, kedua tersangka melakukan pungutan restribusi lewat karcis atau pas naik ke kempang, namun hasil kutipan tersebut tidak seluruhnya distorkan untuk kas daerah. Untuk memuluskan aksinya, keduanya diduga mencetak karcis atau tiket sendiri alias membuat karcis palsu.

"Seharusnya sesuai aturan berlaku, karcis atau pas harus dikeluarkan oleh DPPKAD Kabupaten Kepulauan Meranti. Kedua oknum DLLAJ itu mencetak sendiri dan menjual kepada penumpang," ungkap Zia.

Pehananan terhadap dua tersangka dilakukan penyidik untuk mempercepat proses penyelidikan. Tidak tertutup kemungkinan ada pihak-pihak lain yang terlibat dalam kasus ini.

"Sejauh ini kedua tersangka masih terbuka kepada penyidik dan mengakui perbuatannya, mudah-mudahan dalam waktu secepatnya kasus ini akan segara terungkap lagi," demikian penjelasan Zia.***(rud)

 
PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI © 2017
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com