Berita Terhangat.. |
Kamis, 23 Mei 2013 09:51 Jaksa Selidiki Dugaan Kredit Bermasalah BRI Baganbatu ke PT Sawedong
Kamis, 23 Mei 2013 09:16 Deklarasi, Annas-Andi Ditunggu Pendukung di MTQ
Kamis, 23 Mei 2013 09:12 RAPP Dukung MTQ di Dua Kecamatan Pulau Padang
Kamis, 23 Mei 2013 09:10 Customer Gathering Bank Riau Kepri Wilayah Pekanbaru
Kamis, 23 Mei 2013 08:30 Daftar Pertama di KPU Riau, Herman-Agus Diarak Sepuluhribuan Pendukung
Kamis, 23 Mei 2013 08:02 Tahan Ijazah Anak Yatim, Wako Minta Kepala SMAN 12 Dipanggil
Kamis, 23 Mei 2013 08:00 DPP Golkar: Annas Dipilih karena Hasil Serveinya Tertinggi
|
|
|
|
Kamis, 31 Mei 2012 18:50 Program 100 Hari Firdaus-Ayat Dipertanyakan, Tumpukan Sampah Kembali Berserak di Pekanbaru
Riauterkini-PEKANBARU-Tumpukan sampah kembali menghiasi beberapa sudut Kota Pekanbaru. Kondisi ini tidak sesuai dengan jargon Program 100 Hari Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru Firdaus-Ayat Cahyadi yang selalu berkomitmen tentang kebersihan kota.
Nyatanya sudah sepekan terakhir, tumpukan sampah menghiasi sudut kota seperti di Jalan Teratai, di sekitar Pasar Dupa, Jalan Nangka, dan yang paling parah dan sangat kontras terjadi di simpang empat Arengka, tepatnya di samping lampu merah (traffic light).
Menanggapi banyaknya tumpukan sampah, yang mulai terjadi dimana-mana. Warga mulai mengeluhkan keadaan tersebut, mereka juga mempertanyakan program 100 hari kerja
walikota.
“Tumpukan sampah sudah seminggu lewat disini, dan belum juga
diangkut oleh dinas kebersihan. Padahal kita ketahui sudah banyak media yang berusaha menaikkan berita ini. Namun belum juga sampah ini diangkut. Padahal walikota sering bilang akan memprioritaskan masalah sampah kedalam program 100
hari kerja, “ tukas Edi (48) warga Jalan Teratai.
Tidak kalah kesalnya Ahmadi (54) warga Jalan Arengka, menuturkan hal sedana dengan Edi. Bahkan secara tegas Ahmadi mempertanyakan ketegasan walikota, untuk menegur Kepala Dinas Kebersihan.
“Sampah menumpuk sampai membusuk, berhari-hari lamanya seperti yang kita lihat. Dan ini terjadi persis di simpang
empat samping lampu merah, yang menjadi lalu lintas umum. Baik itu dari dalam maupun luar kota, bayangkan apa kita tidak malu melihat sampah seperti ini, “ ungkapnya.
Ditambahkan Ahmadi, dirinya heran kenapa pihak dinas kebersihan tidak mengangkut sampah tersebut. Dan mempertanyakan tindakkan walikota, sebab menurutnya tidak mungkin dalam jangka hampir seminggu terjadi penumpukan sampah. Walikota tidak mengetahui hal itu.
“Sampah menjijikkan ini sudah semingguan, gak mungkinkan
walikota tidak mendapat informasi. Kenapa seakan tidak ada sanksi atau tindakan walikota, untuk memutasi kepala dinas kebersihan sebab masalah sampah sudah sering terjadi, “ tuturnya dengan nada kesal.
Sayangnya Kepala Dinas Kebersihan Syafrizal Bakar, enggan dimintai konformasi. Sedangkan Walikota sudah hampir seminggu dinas di luar kota, wakil walikota mupun Setko Pekanbaru Yuzamri Yakub semuanya juga sedang berada di luar kota.***(yunk)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
|