|
| |
Selasa, 29 Mei 2012 17:24 KAP Pelalawan Gelar Lomba Dongeng Murid SD
Riauterkini-PANGKALANKERINCI-Kantor Arsip dan Pustaka Kabupaten Pelalawan menggelar
acara mendongeng tingkat SD Se-kabupaten Pelalawan, Selasa (30/5/12). Pada
kesempatan para peserta begitu bersemangat mengikuti perlombaan.
Mewakili Bupati Pelalawan HM Harris diwakili staff ahli Bupati Amiruddin Muslim saat
membuka Lomba Mendongeng tingkat SD antar kecamatan mengatakan bahwa sampai
sekarang ketrampilan mendongeng merupakan cabang dari kemampuan bercerita atau
berbicara. Dan kemampuan bercerita atau berbicara itu merupakan faktor penting dalam
berkomunikasi yang harus terus dikembangkan.
"Karena itulah, khusus mengenai kemampuan mendongeng ini maka akan mempunyai
nilai-nilai istimewa yang bernilai positif untuk dibudayakan," katanya.
Soalnya, sambungnya, dongeng sendiri melambangkan keakraban antara yang mendongeng
dengan yang mendengarkan. Di samping itu, dongeng merupakan sarana untuk
menyampaikan nasehat dan pesan-pesan moral. "Dan ini bertujuan untuk mengenalkan dan
menanamkan nilai-nilai positif pada anak dan cucunya," ujarnya.
Di samping itu, lanjutnya, dongeng dapat menjadi sarana untuk mewariskan nilai-nilai
budaya dan sejarah. Karena itu, Pemkab Pelalawan memberikan apreasiasi yang tinggi
pada jajaran Kantor Arsip dan Perpustakaan yang telah menyelenggarakan kegiatan
lomba ini guna memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan kualitas SDM.
"Soalnya, ini merupakan salah satu sarana untuk melihat dan mencari anak-nak yang
punya potensi tinggi untuk dibina dan dikembangkan," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Pelalawan, HT Ubaidilah,
mengatakan bahwa kebudayaan membaca harus terus ditanamkan sedini mungkin. Karena
dengan begitu, ke depannya diharapkan budaya membaca ini akan terus terbawa sampai
besar nanti.
"Dan ini juga dalam rangka membentuk Sumber Daya Manusia (SDM), yang merupakan modal
utama untuk mencapai tujuan pembangunan," tegasnya.
Sedangkan untuk materi lomba dongeng sendiri, lanjutnya, Kantor Arsip dan
Perpustakaan menyediakan tiga cerita rakyat yang bisa dipilih para peserta. Di
antaranya Pak Pandir 1, Pak Pandir 2 serta Danau Sadeo dan Tajan. "Dengan mengangkat
cerita rakyat tradisional, diharapkan cerira-cerita ini tak tenggelam di tengah arus
modernisasi zaman," ungkapnya.
Untuk pesertanya sendiri, masih kata Ubaidillah, seharusnya diikuti 24 orang dari 12
kecamatan. Namun karena berbagai kendala dan halangan, peserta yang datang hanya 16
orang yang berasal dari delapan (8) kecamatan. "Jadi ada empat (4) kecamatan yang
tak bisa mengikuti lomba ini diantaranya Kecamatan Bandar Petalangan, Kuala Kampar,
Ukui dan Pangkalan Lesung," ujarnya.
Ditambahkannya, sementara untuk aspek yang dinilai dalam lomba dongen ini
diantaranya aspek penampilan, tehnik bercerita, penguasaan materi dan skill peserta.
Dan bagi peserta yang juara dalam lomba dongeng ini akan dikirim ke tingkat provinsi
untuk lomba yang sama. "Dan kegiatan lomba dongeng ini akan kita laksanakan selama
dua hari yakni tanggal 29-30 Mei," tutupnya.***(feb)
| |
|
|