Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Kamis, 17 Agustus 2017 16:38
Tertangkap Bawa Pistol Rakitan,
Mukmin Arif Ternyata Sudah Rencanakan Perampokan di Pekanbaru


Kamis, 17 Agustus 2017 16:10
Tak Punya Uang dan Terus Didesak Nikah Alasan Pacar Bunuh dan Bakar Ema

Kamis, 17 Agustus 2017 15:32
HUT ke-72 RI , 168 ASN Kampar Terima Satyalancana Karya Satya

Kamis, 17 Agustus 2017 15:20
HUT ke-72 RI di Kabupaten Kampar,
Ririn Nadia Putri Dipercaya Membawa Baki Sang Merah Putih


Kamis, 17 Agustus 2017 15:08
HUT RI di Kepenuhan, Ratusan Pelajar Rohul Arak Bendera Merah Putih Sepanjang 72 Meter

Kamis, 17 Agustus 2017 15:01
Dalam Guyur Hujan,
Upacara Detik-detik Proklamasi di Pelalawan Berlangsung Khidmat


Kamis, 17 Agustus 2017 14:44
Momentum HUT Ke-72 RI , Walikota Dumai Ajak Semua Komponen Kerja Bersama

Kamis, 17 Agustus 2017 14:40
Dipimpin Bupati Wardan,
Peringatan HUT ke-72 RI di Inhil Diwarnai Drama Perjuangan Letda M Boya


Kamis, 17 Agustus 2017 14:36
Tak Percaya Kerja Pemko Dumai,
APLD Laporkan Tumpahan Minyak PT Nagamas ke Pusat


Kamis, 17 Agustus 2017 14:26
Banyak Atraksi di Upacara HUT RI Ke-72 di Kantor Bupati Rohul



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Selasa, 10 Januari 2017 05:05
Dukungan Semakin Meluas,
Guru Se Kuansing Akan Turun ke Jalan Tuntut Hak


Dukungan aksi membela hak guru yang akan dilaksanakan pada, Rabu besok semakin meluas. Ribuan guru menyatakan siap turun ke jalan menuntut hak.

Riauterkini-TELUK KUANTAN- Dukungan aksi membela hak guru yang akan dilaksanakan pada, Rabu (1/11/17) mendatang semakin meluas. Ribuan para guru penerima sertifikasi dan non sertifikasi yang tersebar di 15 Kecamatan di Kuansing dikabarkan akan turun ke jalan untuk melakukan aksi damai menuntut hak mereka.

Menurut catatan dari pihak panitia aksi, tak kurang dari sekitar 2512 orang guru yang belum menerima haknya atas dana sertifikasi diyakini akan ikut bergabung dalam aksi tersebut.

“Sangat diharapkan partisipasi seluruh guru penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) Kabupaten Kuansing 2016 untuk menghadiri kegiatan tersebut secara damai," bunyi surat undangan yang ditandatangani oleh Ketua PGRI Kuansing, Jomaris, S.Pd.

Dalam surat undangan tersebut juga ditegaskan bahwa, peserta aksi nantinya tidak dibenarkan melakukan keonaran dan diminta saling menjaga diri dari hasutan pihak manapun.

Dalam selebaran itu juga dibunyikan, aksi damai tersebut murni hanya menginginkan keadilan, agar permasalahan raibnya dana TPG triwulan III dan IV itu diusut tuntas.

Dalam kesepakatannya, guru yang tergabung dalam Forum Komunikasi Guru dan Insan Peduli Pendidikan (Forkogip) ini menyebutkan, sebanyak 2512 orang guru penerima sertifikasi belum menerima haknya selama empat bulan. Padahal kata mereka, dana untuk membayar sertifikasi guru itu berasal dari APBN.

Poin selanjutnya, mereka juga menyebutkan bahwa pemerintahan pusat telah kelebihan mentransper Tujangan Profesi Guru (TPG) ke Kabupaten Kuansing sebesar Rp 64,6 miliar lebih. Berdasarkan hitungan tersebut maka, pusat menghentikan pentransperan dana sertifikasi guru ke Kabupaten Kuansing untuk triwulan II dan IV.

Namun setelah di cek ke Kas Daerah (Kasda), kelebihan dana tersebut tidak ditemukan atau hilang. Sehingga mengakibatkan TPG 2016 tidak dapat dibayarkan penuh 12 bulan.

Sementara itu, menurut Ketua LSM Suluh Kuansing, Nerdi Wantomes mengharapkan, agar para pemangku kepentingan harus serius merespon persoalan tersebut, supaya para guru bisa tenang dan tidak berimbas kepada peserta didik. "Jangan tunggu guru mogok mengajar," harap Nerdi.***(dri)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
pemerhati guru pahlawan tanpa jasa
Bagus para guru kuansing harus tahu kemana tpg guru yang hilang dan tuntaskan segera atau secepat mungkin supaya kehidupan para guru tidak kocar kacir.kami masyarakat atau wali murid mendukung aksi damai guru

Pemerhati
Diduga dana utk guru dipakai utk menutup kegiatan lain. Bupati skrg dpt bala akibat kebijakan bupati terdahulu yg sembrono dlm pengelolaan keuangan daerah. Bongkar semuanya.

lsmm
Pak guru dan bu guru tanyakan pula kenapa kepala daerah memprioritaskan kontraktor daripada pegawai.


loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- HUT RI di Kepenuhan, Ratusan Pelajar Rohul Arak Bendera Merah Putih Sepanjang 72 Meter
- Sambut Kemerdekaan RI,
IBS Gelar Doa dan Khatam Al Quran Sebanyak 17 Kali

- Mahasiswa KKN UMRI Gelar Pengobatan Gratis di Kelurahan Sukamulia
- Apsai Gandeng Pemerintah Gelar Dumai Mendongeng 2017
- Tahun ini, Pemkab Bengkalis Bantu 150 Guru PAUD Kuliah S1
- Peringati HUT ke-10,
SMA Negeri 02 Ujungbatu, Rohul Gelar Kegiatan untuk Siswa dan Alumni

- AJI Pekanbaru Bersama AsM Law Office Gelar Nobar dan Diakusi Film


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.162.3.15
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com