Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 17 Desember 2017 18:04
Hindari Macet, Andi Jemput SK DPP PDIP Naik Ojek

Ahad, 17 Desember 2017 18:01
Puluhan Tim Pemadam Kebakaran RAPP Tambah Kompetensi di Situgal

Ahad, 17 Desember 2017 16:51
Kerancuan Regulasi Gambut Ancaman Serius Iklim Investasi Indonesia

Ahad, 17 Desember 2017 16:34
Andi-Suyatno Dapat Dukungan Resmi PDIP di Pilgubri 2018, Yopi Langsung 'Merapat'

Ahad, 17 Desember 2017 15:34
Gelorakan Ajaran Bung Karno, Repdem Rekrut Kader Muda di Siak

Ahad, 17 Desember 2017 15:28
4 Sepeda Motor Jadi Doorprize Gerak Jalan HUT ke-9 Kabupaten Kepulauan Meranti

Ahad, 17 Desember 2017 15:15
Kecam Pernyataan Trump, Ratusan Muslim di Duri Gelar Aksi Damai

Ahad, 17 Desember 2017 14:48
Resmi Diusung PDIP, Suyatno Ajak Kader Partainya dan Masyarakat Menangkan Pilgubri 2018

Ahad, 17 Desember 2017 14:24
Ditutup Wagubri, Pekanbaru Juara Umum MTQ ke-36 Riau di Dumai

Ahad, 17 Desember 2017 14:03
Dewan Bengkalis Tekankan RT dan Dinsos Tak Persulit Masyarakat Kurang Mampu




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Ahad, 19 Maret 2017 22:01
Penerimaan IPDN Tahun Ini Diawasi KPK

KPK akan mengawasi jalannya seleksi penerimaan siswa IPDN tahun ini. Ini dilakukan untuk menjamin bersihnya seleksi yang dijalankan.

Riauterkini - PEKANBARU - Penerimaan calon praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun ini diawasi Komisi Pemberantas Korupsi (KPK). Artinya, seleksi calon praja tentunya akan lebih selektif lagi.

"Sekarang penerimaan IPDN langsung diawasi KPK. Hal ini tentunya untuk menjamin bersihnya dalam seleksi penerimaan calon praja tersebut. Mungkin saja kalau dulu ternyata anak siapa atau dari keluarga mana. Sekarang dengan pengawasan KPK yang dipilih itu yang benar-benar punya kemampuan," kata Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Riau Ikhwan Ridwan, Ahad (19/3/17).

Pengawasan KPK dalam penerimaan calon praja ini berlaku umum, tak terkecuali Riau. Pengawasan KPK bisa saja dimulai sejak proses administrasi dilakukan.

Namun begitu Ikhwan Ridwan menyatakan penerimaan calon praja IPDN, pemerintah daerah hanya bersifat sementara. Daerah tidak lebih sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah pusat.

"Nanti seleksinya di BKN. Kita di daerah ini sebagai perantara saja," ujar.

Lebih lanjut disampaikan Ikhwan bahwa tahun ini Riau tahun ini mendapatkan tambahan kuota penerimaan calon praja IPDN sebanyak 40 orang. Jumlah tersebut tentunya lebih banyak dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 22 orang.***(mok)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
ASN
Negara tak berkmbg krn negri PnS,tumpukanmanusia malas,makan uang haram,tak takut azab akhirat!DASAR!!

rakyat indonesia
apo iyo..? yg masuk IPDN hanya orang yg ber Duit banyak,masuk sogok sana sogok sini, duit ratusan juta jadi pelicin, jadi abdi negara yg korupsi..! Mati masuk neraka..! Betul tidak..???


loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Tanoto Foundation dan RAPP Gelar Kampanye Membaca di Dua Kabupaten
- Melalui SBT, SIS Serahkan Satu Unit Suzuki Baleno kepada SMK Taruna Satria Pekanbaru
- Beasiswa CD PT RAPP,
Sempat Putus Asa Tidak Ada Biaya, Pemuda Kampar Ini Akhirnya Bisa Kuliah

- Mie Rebus Medan Sabet Juara I UMRI Entrepreneur Award 2017
- Terkait Program PEDP, Dutabear Kanada Kunjungi PCR
- PT RAPP Berikann Puluhan Beasiswa untuk Mahasiswa
- Tingkatkan Kerjasama, UIR Lakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan PT SPR


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.226.34.209
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com