Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 21 Oktober 2017 22:47
Ratusan Guru di Bengkalis Siap-siap Dimutasi

Sabtu, 21 Oktober 2017 22:09
Leher Terlilit Lakban,
Mayat Pria di Parkiran Bandara SSK II Dipastikan Dibunuh


Sabtu, 21 Oktober 2017 21:36
30 Personel Polres Rohil Padamkan Karlahut di Rimba Melintang

Sabtu, 21 Oktober 2017 21:32
Resmi Ditutup,
Kafillah Kuantan Tengah Raih Juara Umum MTQ ke-16 Kuansing


Sabtu, 21 Oktober 2017 21:29
213 Calon Anggota PPK Pilgubri 2018 Bengkalis Lulus Administrasi

Sabtu, 21 Oktober 2017 17:51
RAPP Bantu Perbaiki Jalan Rusak di Teluk Meranti

Sabtu, 21 Oktober 2017 15:14
Waspada akan Diabetes Mellitus, Prodia Gelar Seminar Dokter

Sabtu, 21 Oktober 2017 14:42
5 Bulan Tak Terima Gaji, Honorer di Duri Mulai Galau

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:48
Liga Dangdut Indonesia, 5 Remaja Riau Berlaga di Kancah Nasional

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:20
Warga Kopah, Kuansing Nyaris Tewas Ditembak Maling Kerbau



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Jum’at, 21 April 2017 14:31
Polemik Lima Desa Sebabkan Dana Sertifikasi 35 Guru Rohul Belum Cair

Polemik lima desa di perbatasan Rohul dan Kampar berdampak dana sertifikasi 35 guru berstatus PNS Rohul yang mengajar di sepuluh sekolah belum bisa cair.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Polemik lima desa di perbatasan Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dan Kabupaten Kampar berdampak dana sertifikasi 35 guru berstatus PNS Rohul yang mengajar di sepuluh sekolah belum bisa cair.

Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Rohul, Zulkifli, mengaku dana sertifikasi 35 guru PNS Rohul di lima desa belum cair karena peralihan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dari Kabupaten Rohul ke Kabupaten Kampar.

"SK sertifikasi guru belum bisa keluar, karena untuk SK mengacu Dapodik terakhir," ungkap Zulkifli ditemui riauterkinicom di kantornya, Jumat (21/4/17).

Zulkifli mengakui Disdikpora Rohul terus berupaya memperjuangkan nasib 35 guru di lima desa. Dan Pemkab Rohul sendiri tidak mau polemik perbatasan berimbas ke tenaga pendidik dan dunia pendidikan.

Atas perintah Plt Bupati Rohul H. Sukiman, Disdikpora Rohul sendiri sudah mengadu dan menyurati pihak Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan tembusan ke Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

Disdikpora Rohul juga sudah bertemu langsung dengan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, namun belum ada jawaban hingga Dapodik sudah beralih ke Kampar.

Pihak Kemendikbud berjanji akan berkoordinasi dengan Kemendagri. Namun, setelah dua minggu ditunggu tidak ada jawaban.

"Ketika ditelepon tak aktif, kemudian kami laporkan ke Komisi III DPRD Rohul, dan Ketua Komisi langsung bereaksi dan bertemu dengan pihak Kemendikbud," ungkap Zulkifli.

Sebelas anggota Komisi III DPRD Rohul, bersama Asisten Bidang Pemerintahan Juni Syafrin, Kabag Hukum Helfiskar, serta pihak Disdikpora Rohul menemui Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, namun sayangnya mereka hanya bertemu dengan bawahan.

"Mereka berjanji akan mengabarkan hasilnya. Namun belum juga ada kabar," ujar Zulkifli dan mengakui untuk menuntut masalah Dapodik, Disdikpora Rohul terus koordinasi pengelola Dapodik di Kemendikbud.

Selain mengadu ke Kemendikbud, tim DPRD Rohul juga mengadu ke Pemerintah Provinsi Riau, namun belum ada hasil.

"Memang kami sudah bicara dengan Kepala Disdikpora Kampar (M. Yasir), namun baru sebatas telepon," kata Zulkifli dan mengharapkan polemik lima desa tidak mengorbankan nasib para guru.

Zulkifli mengakui perubahan Dapodik sepuluh sekolah di lima desa tidak serta merta merubah seluruhnya. Meski Dapodik sudah beralih ke Kampar, namun belum bisa perekrutan guru.

Peralihan Dapodik juga akan berdampak terhadap ijazah pelajar di sepuluh SD dan SMP yang pada Mei 2017 akan menggelar Ujian Nasioanal.

"Seandainya anak selesai ujian nanti, di ijazahnya mau ditulis apa nama sekolahnya?," ungkap Zulkifli.

Agar polemik tidak berkepanjangan dan mengorbankan dunia pendidikan serta tenaga pendidik, Zulkifli mengharapkan Pemprov Riau memfasilitasi dua Bupati dan dua Ketua DPRD untuk duduk bersama dengan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman.

Menurutnya, bila diselesaikan kedua belah pihak saja, polemik dunia pendidikan di lima desa tidak akan pernah kelar.

"Ini bukan masalah burung pipit (bukan masalah kecil), tapi ini masalah besar," terangnya.

Untuk menyelesaikan polemik dunia pendidikan di lima desa, Disdikpora Rohul juga berencana membawa surat dari kepala daerah tentang kronologis dan dampak polemik berkepanjangan terjadi di lima desa perbatasan antara Rohul dan Kampar.

Zulkifli juga khawatirkan polemik di lima desa akan berimbas penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah atau BOS tri wulan kedua.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Ratusan Guru di Bengkalis Siap-siap Dimutasi
- Sejak Januari, Ratusan Guru Honor MA Bengkalis Tidak Terima TP
- Peringati Sumpah Pemuda,
Riau Siapkan Deklarasi Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi

- Kantongi Akreditasi B, STAILe Kini Sejajar dengan PT Ternama di Indonesia
- Kadisdik Bengkalis Taja Silaturrahmi dan Bimtek Guru di Duri
- Koleksi 2.700 Buku, Perpustakaan DPRD Bengkalis Juara II Lomba se-Riau
- Berikan Piagam Penghargaan,
Bupati Pelalawan Motivasi 1500 Siswa SMA Kelas 12



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.81.79.128
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com