Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 23 Mei 2017 22:52
Pelaku Minta Uang ke Rekanan,
Awas Modus Penipuan Catut Nama ULP Rohul


Selasa, 23 Mei 2017 22:49
Pengurus TP PKK dan Bunda PAUD Rohul Dilantik Bupati Suparman

Selasa, 23 Mei 2017 22:46
6 Tahun Gelap, Malam Ini Lampu Penerangan Jembatan Rumbai Jaya Menyala

Selasa, 23 Mei 2017 22:41
Kapolres Kampar Silaturahmi dengan Pemuka Masyarakat Kampung Panjang

Selasa, 23 Mei 2017 22:37
Pemda Pelalawan Canangkan Gerakan Maghrib Mengaji

Selasa, 23 Mei 2017 22:34
2,1 Triliun APBD Akan Bermakna Bila Pembangunan Tepat Sasaran

Selasa, 23 Mei 2017 22:29
Capella Honda Raih Juara Kompetisi Safety Riding Nasional 2017

Selasa, 23 Mei 2017 22:16
Wujudkan Janji,
Anggota DPR RI Eddy Tanjung Serahkan Empat Ambulans di Dapilnya


Selasa, 23 Mei 2017 20:47
Besok, PLN Rayon Duri Kembali Lakukan Pemadaman

Selasa, 23 Mei 2017 19:48
Operasi Patuh Siak 2017, Polres Bengkalis Temukan 1.073 Pelanggaran



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Jum’at, 21 April 2017 14:31
Polemik Lima Desa Sebabkan Dana Sertifikasi 35 Guru Rohul Belum Cair

Polemik lima desa di perbatasan Rohul dan Kampar berdampak dana sertifikasi 35 guru berstatus PNS Rohul yang mengajar di sepuluh sekolah belum bisa cair.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Polemik lima desa di perbatasan Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dan Kabupaten Kampar berdampak dana sertifikasi 35 guru berstatus PNS Rohul yang mengajar di sepuluh sekolah belum bisa cair.

Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Rohul, Zulkifli, mengaku dana sertifikasi 35 guru PNS Rohul di lima desa belum cair karena peralihan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dari Kabupaten Rohul ke Kabupaten Kampar.

"SK sertifikasi guru belum bisa keluar, karena untuk SK mengacu Dapodik terakhir," ungkap Zulkifli ditemui riauterkinicom di kantornya, Jumat (21/4/17).

Zulkifli mengakui Disdikpora Rohul terus berupaya memperjuangkan nasib 35 guru di lima desa. Dan Pemkab Rohul sendiri tidak mau polemik perbatasan berimbas ke tenaga pendidik dan dunia pendidikan.

Atas perintah Plt Bupati Rohul H. Sukiman, Disdikpora Rohul sendiri sudah mengadu dan menyurati pihak Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan tembusan ke Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

Disdikpora Rohul juga sudah bertemu langsung dengan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, namun belum ada jawaban hingga Dapodik sudah beralih ke Kampar.

Pihak Kemendikbud berjanji akan berkoordinasi dengan Kemendagri. Namun, setelah dua minggu ditunggu tidak ada jawaban.

"Ketika ditelepon tak aktif, kemudian kami laporkan ke Komisi III DPRD Rohul, dan Ketua Komisi langsung bereaksi dan bertemu dengan pihak Kemendikbud," ungkap Zulkifli.

Sebelas anggota Komisi III DPRD Rohul, bersama Asisten Bidang Pemerintahan Juni Syafrin, Kabag Hukum Helfiskar, serta pihak Disdikpora Rohul menemui Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, namun sayangnya mereka hanya bertemu dengan bawahan.

"Mereka berjanji akan mengabarkan hasilnya. Namun belum juga ada kabar," ujar Zulkifli dan mengakui untuk menuntut masalah Dapodik, Disdikpora Rohul terus koordinasi pengelola Dapodik di Kemendikbud.

Selain mengadu ke Kemendikbud, tim DPRD Rohul juga mengadu ke Pemerintah Provinsi Riau, namun belum ada hasil.

"Memang kami sudah bicara dengan Kepala Disdikpora Kampar (M. Yasir), namun baru sebatas telepon," kata Zulkifli dan mengharapkan polemik lima desa tidak mengorbankan nasib para guru.

Zulkifli mengakui perubahan Dapodik sepuluh sekolah di lima desa tidak serta merta merubah seluruhnya. Meski Dapodik sudah beralih ke Kampar, namun belum bisa perekrutan guru.

Peralihan Dapodik juga akan berdampak terhadap ijazah pelajar di sepuluh SD dan SMP yang pada Mei 2017 akan menggelar Ujian Nasioanal.

"Seandainya anak selesai ujian nanti, di ijazahnya mau ditulis apa nama sekolahnya?," ungkap Zulkifli.

Agar polemik tidak berkepanjangan dan mengorbankan dunia pendidikan serta tenaga pendidik, Zulkifli mengharapkan Pemprov Riau memfasilitasi dua Bupati dan dua Ketua DPRD untuk duduk bersama dengan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman.

Menurutnya, bila diselesaikan kedua belah pihak saja, polemik dunia pendidikan di lima desa tidak akan pernah kelar.

"Ini bukan masalah burung pipit (bukan masalah kecil), tapi ini masalah besar," terangnya.

Untuk menyelesaikan polemik dunia pendidikan di lima desa, Disdikpora Rohul juga berencana membawa surat dari kepala daerah tentang kronologis dan dampak polemik berkepanjangan terjadi di lima desa perbatasan antara Rohul dan Kampar.

Zulkifli juga khawatirkan polemik di lima desa akan berimbas penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah atau BOS tri wulan kedua.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Pengurus TP PKK dan Bunda PAUD Rohul Dilantik Bupati Suparman
- PGRI Kuantan Singingi Gelar Konferensi IV
- Jika Tak Disalahgunakan,
Penjualan Buku Paket dan LKS Tidak Pungli

- Ketua TP PKK Inhil Ikuti Seminar Nasional Pendidikan Keluarga Tajaan Kemendikbud
- Puluhan Siswa SMP Plus Mutiara Harapan PT RAPP, Kuasai Ruangan Paripurna DPRD Pelalawan
- Wisuda UIR Periode II 2017,
Fiki Angga Putra Dinobatkan Jadi Pemuncak Tingkat Universitas

- Siswa ‎Diminta Lanjutkan Pendidikan,
PKBM Giat Mitra Tambusai Rohul Tamatkan 190 Anak Kesetaraan



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.81.87.91
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com