Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 15 Desember 2017 08:33
Innalillahi Wainnalillahi Rojiun, Ayah Bupati Rohul Suparman Wafat

Jum’at, 15 Desember 2017 06:18
Gubri Yakin Sagu Bisa Dijadikan Alternatif Pangan, Solusi Alih Fungsi Lahan

Jum’at, 15 Desember 2017 06:07
Kebut Kerja Akhir Tahun, DPRD Riau Sahkan 4 Perda

Kamis, 14 Desember 2017 21:20
Expo Karya Pendidikan Tahun 2017, Bupati Inhil Sesalkan Minim Peran Serta SMA Negeri

Kamis, 14 Desember 2017 21:14
Reses di Mandau, Syaiful Ardi Beri Bantuan dan Janjikan Sejumlah Insfrastruktur

Kamis, 14 Desember 2017 21:07
Dugaan Korupsi Dermaga Sungai Tohor Barat,
Mangkir, Kejari Bakal Ajukan Surat Pencekalan Mantan Kadishub Meranti


Kamis, 14 Desember 2017 20:58
Tak Kunjung Disahkan, Dewan Sebut Menteri Siti Nurbaya Sengaja Memperlambat RTRW Riau

Kamis, 14 Desember 2017 20:49
Jadi 'Sarang Hantu', Dewan Datangi Ambulan Tua Milik Pemkab Bengkalis di Duri

Kamis, 14 Desember 2017 20:07
Waka DPRD Dumai Masih Komit Bangun Lingkungan Dapilnya

Kamis, 14 Desember 2017 20:03
Upaya Meningkatkan PAD, Bapenda Rohul Mutakhirkan NJOP




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Ahad, 14 Mei 2017 15:33
70 Anak Putus Sekolah di Rohul Ikuti UNPK Paket B di PKBM Tambusai

Sebanyak 70 anak putus sekolah di Rohil ikuti ujian penyetaraan tingkat SMP sederajat atau Paket B. Mereka mengikuti UNPK di PKBMTambusai selama empat hari.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Sejak Sabtu (13/5/17) kemarin, 70 anak putus sekolah di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Paket B di Pusat Kegitan Belajar Masyarakat (PKBM) Giat Mitra Kecamatan Tambusai.

Kepala PKBM Giat Mitra Tambusai, Mustafa mengatakan 70 anak didik ini akan mengikuti UNPK Paket B selama empat hari, yakni Sabtu dan Minggu pekan ini (13-14/5/17). Dan dilanjutkan pada Sabtu dan Minggu di pekan depan (20-21/5/17).

Diakuinya, penyebab masih banyaknya anak putus sekolah dan mengikuti Paket B karena faktor ekonomi, sehingga mereka tidak mampu mengikuti pendidikan formal seperti anak-anak lainnya.

Mustafa mengatakan pendidikan merupakan hak dasar bagi seluruh masyarakat Indonesia, hal itu tertuang dalam amanat Undang-Undang Dasar 1945.

"Dari itu kami berusaha untuk membangkitkan kembali semangat anak-anak putus sekolah ini," ujar Mustafa, Ahad (14/5/17).

Ia mengungkapkan masih banyak anak usia sekolah dari beberapa kecamatan yang mengikuti program Paket B di PKBM Giat Mitra Tambusai.

"Tentunya kita sangat prihatin. Seharusnya mereka masih bisa mengikuti pendidikan formal, namun karena keterbatasan biaya, makanya mereka memilih untuk mengikuti Paket B," jelas Mustafa di sela mengawasi proses UNPK Paket B.

Dampak faktor ekonomi keluarga, ungkap Mustafa, anak-anak putus sekolah tidak bisa mengikuti pendidikan formal seperti anak lainnya. Mereka lebih memilih bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kalau di sini kan mereka belajarnya hanya hari Minggu saja. Sedangkan hari lain mereka bekerja, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ungkapnya.

Ia mengatakan berawal dari keprihatinan masih banyaknya anak produktif atau anak usia sekolah yang putus sekolah, ia mendirikan PKBM Giat Mitra Tambusai. PKBM ini juga menampung anak-anak putus sekolah dari kecamatan lain.

Mustafa mengakui lagi pihaknya juga telah berupaya mendaftarkan anak-anak putus sekolah ini sebagai penerima program Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang diprogramkan Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Adanya KIP ini, ungkapnya lagi, anak-anak putus sekolah bisa mendapatkan pendidikan gratis di PKBM Giat Mitra Tambusai secara gratis.

"Semuanya gratis, nggak ada biaya, semuanya ditanggung dengan Kartu Indonesia Pintar. Yang penting mereka bisa mendapatkan hak-hak pendidikan, sesuai amanat Undang-Undang," katanya.

Ia mengharapkan pemerintah mendukung PKBM Giat Mitra Tambusai dalam mencerdaskan generasi bangsa yang putus sekolah, sehingga minat mereka tetap tinggi dalam mendapatkan pendidikan.

Mustafa juga meminta masyarakat atau pemerintah tidak memandang sebelah mata terhadap anak-anak tamatan Paket A, Paket B, dan Paket C. Sebab, mereka juga punya hak sama dalam mendapatkan pendidikan.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Melalui SBT, SIS Serahkan Satu Unit Suzuki Baleno kepada SMK Taruna Satria Pekanbaru
- Beasiswa CD PT RAPP,
Sempat Putus Asa Tidak Ada Biaya, Pemuda Kampar Ini Akhirnya Bisa Kuliah

- Mie Rebus Medan Sabet Juara I UMRI Entrepreneur Award 2017
- Terkait Program PEDP, Dutabear Kanada Kunjungi PCR
- PT RAPP Berikann Puluhan Beasiswa untuk Mahasiswa
- Tingkatkan Kerjasama, UIR Lakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan PT SPR
- Pemetaan Guru di Bengkalis Masih Sebatas Rencana


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.91.38.173
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com