Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 26 Mei 2017 12:21
Seekor Anak Harimau Ditemukan di Kebun Warga Bukit Batu

Jum’at, 26 Mei 2017 11:17
Apel Pagi Sepi Peserta, Bupati Rohul Kecewa Rendahnya Disiplin Pegawai

Jum’at, 26 Mei 2017 11:14
Tiga Hari Hanyut, Pencari Kayu Ditemukan Tewas di Perairan Sembuang, Inhil

Jum’at, 26 Mei 2017 10:40
Polres Bengkalis Amankan Pengedar Sabu dan Ganja Asal Pinggir

Jum’at, 26 Mei 2017 09:54
Diundang Acara Adat Kampa, Syamsuar Janji Amanah jika Dipercaya Pimpin Riau

Jum’at, 26 Mei 2017 07:40
Ikuti Pembekalan Kepala Daerah BPSDM,
Wawako Dumai Protes Ketiadak-adilan Pusat di Hadapan Mendagri


Jum’at, 26 Mei 2017 07:34
Kejurprov Catur di Bengkalis, Kampar Berhasil Raih Juara Umum 2

Kamis, 25 Mei 2017 22:33
Said Syarifudin Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua IKA UR Kabupaten Inhil

Kamis, 25 Mei 2017 22:01
Tagih Defenitifkan Kades Sungai Ara,
Warga Minta Pemda Komit dengan Keputusan Bupati No 169 Tahun 2017


Kamis, 25 Mei 2017 21:52
Zulhendri Pimpin KONI Kuansing Hingga 2021



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Ahad, 14 Mei 2017 15:33
70 Anak Putus Sekolah di Rohul Ikuti UNPK Paket B di PKBM Tambusai

Sebanyak 70 anak putus sekolah di Rohil ikuti ujian penyetaraan tingkat SMP sederajat atau Paket B. Mereka mengikuti UNPK di PKBMTambusai selama empat hari.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Sejak Sabtu (13/5/17) kemarin, 70 anak putus sekolah di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Paket B di Pusat Kegitan Belajar Masyarakat (PKBM) Giat Mitra Kecamatan Tambusai.

Kepala PKBM Giat Mitra Tambusai, Mustafa mengatakan 70 anak didik ini akan mengikuti UNPK Paket B selama empat hari, yakni Sabtu dan Minggu pekan ini (13-14/5/17). Dan dilanjutkan pada Sabtu dan Minggu di pekan depan (20-21/5/17).

Diakuinya, penyebab masih banyaknya anak putus sekolah dan mengikuti Paket B karena faktor ekonomi, sehingga mereka tidak mampu mengikuti pendidikan formal seperti anak-anak lainnya.

Mustafa mengatakan pendidikan merupakan hak dasar bagi seluruh masyarakat Indonesia, hal itu tertuang dalam amanat Undang-Undang Dasar 1945.

"Dari itu kami berusaha untuk membangkitkan kembali semangat anak-anak putus sekolah ini," ujar Mustafa, Ahad (14/5/17).

Ia mengungkapkan masih banyak anak usia sekolah dari beberapa kecamatan yang mengikuti program Paket B di PKBM Giat Mitra Tambusai.

"Tentunya kita sangat prihatin. Seharusnya mereka masih bisa mengikuti pendidikan formal, namun karena keterbatasan biaya, makanya mereka memilih untuk mengikuti Paket B," jelas Mustafa di sela mengawasi proses UNPK Paket B.

Dampak faktor ekonomi keluarga, ungkap Mustafa, anak-anak putus sekolah tidak bisa mengikuti pendidikan formal seperti anak lainnya. Mereka lebih memilih bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kalau di sini kan mereka belajarnya hanya hari Minggu saja. Sedangkan hari lain mereka bekerja, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ungkapnya.

Ia mengatakan berawal dari keprihatinan masih banyaknya anak produktif atau anak usia sekolah yang putus sekolah, ia mendirikan PKBM Giat Mitra Tambusai. PKBM ini juga menampung anak-anak putus sekolah dari kecamatan lain.

Mustafa mengakui lagi pihaknya juga telah berupaya mendaftarkan anak-anak putus sekolah ini sebagai penerima program Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang diprogramkan Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Adanya KIP ini, ungkapnya lagi, anak-anak putus sekolah bisa mendapatkan pendidikan gratis di PKBM Giat Mitra Tambusai secara gratis.

"Semuanya gratis, nggak ada biaya, semuanya ditanggung dengan Kartu Indonesia Pintar. Yang penting mereka bisa mendapatkan hak-hak pendidikan, sesuai amanat Undang-Undang," katanya.

Ia mengharapkan pemerintah mendukung PKBM Giat Mitra Tambusai dalam mencerdaskan generasi bangsa yang putus sekolah, sehingga minat mereka tetap tinggi dalam mendapatkan pendidikan.

Mustafa juga meminta masyarakat atau pemerintah tidak memandang sebelah mata terhadap anak-anak tamatan Paket A, Paket B, dan Paket C. Sebab, mereka juga punya hak sama dalam mendapatkan pendidikan.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Disdikbud Meranti Gelar Seleksi Guru Berprestasi Tingkat TK, SD dan SMP
- Pengurus TP PKK dan Bunda PAUD Rohul Dilantik Bupati Suparman
- PGRI Kuantan Singingi Gelar Konferensi IV
- Jika Tak Disalahgunakan,
Penjualan Buku Paket dan LKS Tidak Pungli

- Ketua TP PKK Inhil Ikuti Seminar Nasional Pendidikan Keluarga Tajaan Kemendikbud
- Puluhan Siswa SMP Plus Mutiara Harapan PT RAPP, Kuasai Ruangan Paripurna DPRD Pelalawan
- Wisuda UIR Periode II 2017,
Fiki Angga Putra Dinobatkan Jadi Pemuncak Tingkat Universitas



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 23.20.87.12
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com