Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 24 Juni 2017 21:46
Berupaya Kabur, Provokator Kaburnya Napi Sialang Bungkuk Di-"dor"

Sabtu, 24 Juni 2017 21:09
Polda Tempatkan 20 Sniper di Jalur Mudik

Sabtu, 24 Juni 2017 20:21
Polres Inhil Tangkap Spesialis Curat Sarang Walet

Sabtu, 24 Juni 2017 16:58
Polda Ringkus Provokator Kaburnya Ratusan Napi Sialang Bungkuk

Sabtu, 24 Juni 2017 16:15
Seorang Buruh PT Bina Duta Laksana, Tewas Tertimbun Gambut di Gaung, Inhil

Sabtu, 24 Juni 2017 14:53
Kendaraan di Basement Hotel Grand Central Belum Bisa Dievakuasi

Sabtu, 24 Juni 2017 14:18
Menjambret, Dua Pemuda Sebaya di Duri Ditangkap Polisi

Sabtu, 24 Juni 2017 14:12
Pelayanan PLN Kian Buruk,
Ketua Komisi I DPRD Pelalawan Berkirim Pesan Instagram ke Presiden Jokowi


Sabtu, 24 Juni 2017 13:41
PLN WRKR Usahakan Tak Ada Pemadaman di Hari Lebaran

Sabtu, 24 Juni 2017 11:40
Kecelakaan Maut Diselidiki, Polisi Stop Operasi Roller Coaster Transmart Pekanbaru



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Ahad, 14 Mei 2017 15:33
70 Anak Putus Sekolah di Rohul Ikuti UNPK Paket B di PKBM Tambusai

Sebanyak 70 anak putus sekolah di Rohil ikuti ujian penyetaraan tingkat SMP sederajat atau Paket B. Mereka mengikuti UNPK di PKBMTambusai selama empat hari.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Sejak Sabtu (13/5/17) kemarin, 70 anak putus sekolah di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Paket B di Pusat Kegitan Belajar Masyarakat (PKBM) Giat Mitra Kecamatan Tambusai.

Kepala PKBM Giat Mitra Tambusai, Mustafa mengatakan 70 anak didik ini akan mengikuti UNPK Paket B selama empat hari, yakni Sabtu dan Minggu pekan ini (13-14/5/17). Dan dilanjutkan pada Sabtu dan Minggu di pekan depan (20-21/5/17).

Diakuinya, penyebab masih banyaknya anak putus sekolah dan mengikuti Paket B karena faktor ekonomi, sehingga mereka tidak mampu mengikuti pendidikan formal seperti anak-anak lainnya.

Mustafa mengatakan pendidikan merupakan hak dasar bagi seluruh masyarakat Indonesia, hal itu tertuang dalam amanat Undang-Undang Dasar 1945.

"Dari itu kami berusaha untuk membangkitkan kembali semangat anak-anak putus sekolah ini," ujar Mustafa, Ahad (14/5/17).

Ia mengungkapkan masih banyak anak usia sekolah dari beberapa kecamatan yang mengikuti program Paket B di PKBM Giat Mitra Tambusai.

"Tentunya kita sangat prihatin. Seharusnya mereka masih bisa mengikuti pendidikan formal, namun karena keterbatasan biaya, makanya mereka memilih untuk mengikuti Paket B," jelas Mustafa di sela mengawasi proses UNPK Paket B.

Dampak faktor ekonomi keluarga, ungkap Mustafa, anak-anak putus sekolah tidak bisa mengikuti pendidikan formal seperti anak lainnya. Mereka lebih memilih bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kalau di sini kan mereka belajarnya hanya hari Minggu saja. Sedangkan hari lain mereka bekerja, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ungkapnya.

Ia mengatakan berawal dari keprihatinan masih banyaknya anak produktif atau anak usia sekolah yang putus sekolah, ia mendirikan PKBM Giat Mitra Tambusai. PKBM ini juga menampung anak-anak putus sekolah dari kecamatan lain.

Mustafa mengakui lagi pihaknya juga telah berupaya mendaftarkan anak-anak putus sekolah ini sebagai penerima program Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang diprogramkan Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Adanya KIP ini, ungkapnya lagi, anak-anak putus sekolah bisa mendapatkan pendidikan gratis di PKBM Giat Mitra Tambusai secara gratis.

"Semuanya gratis, nggak ada biaya, semuanya ditanggung dengan Kartu Indonesia Pintar. Yang penting mereka bisa mendapatkan hak-hak pendidikan, sesuai amanat Undang-Undang," katanya.

Ia mengharapkan pemerintah mendukung PKBM Giat Mitra Tambusai dalam mencerdaskan generasi bangsa yang putus sekolah, sehingga minat mereka tetap tinggi dalam mendapatkan pendidikan.

Mustafa juga meminta masyarakat atau pemerintah tidak memandang sebelah mata terhadap anak-anak tamatan Paket A, Paket B, dan Paket C. Sebab, mereka juga punya hak sama dalam mendapatkan pendidikan.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Pasca Pindah Kewenangan,
Disdik Riau Diminta Bentuk Kerja Sama di Tiap Kabupaten

- Program Guru Garis Depan,
Bengkalis Terima Jatah 150 CPNS Guru SD dan SMP

- Enam Bulan Tidak Gajian,
18 Penjaga Sekolah di Pekanbaru Mengadu ke Komisi E DPRD Riau

- Syarat Legalisir KK untuk PPDB SMP Negeri di Mandau Dikeluhkan Wali Murid
- Pelalawan Raih Peringkat Pertama UASBN Tingkat SD se-Provinsi Riau
- Pemprov Riau Tuntaskan Verifikasi Faktual 2.586 Guru Honor Daerah
- Kadisdik Bengkalis Tegaskan PPDB Tingkat SMP di Mandau Kambali ke Sistem Rayon


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 107.22.46.150
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com