Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Senin, 21 Agustus 2017 21:55
Dibanding Merebut,
Bupati Kampar Sebut Mengisi Kemerdekaan Lebih Berat


Senin, 21 Agustus 2017 20:42
Dilantik Ketum DPP, Wartawan Riauterkinicom Resmi Pimpin DPD IWO Siak

Senin, 21 Agustus 2017 20:15
Sekretaris KPU  Lantik 3 Pejabat Eselon III

Senin, 21 Agustus 2017 19:43
Sempurnakan Draf RTRW Riau, Seluruh Fraksi Sepakati Waktu Sepekan

Senin, 21 Agustus 2017 19:27
Bengkalis Bertekad Pertahankan Juara Umum Porprov Riau 2017

Senin, 21 Agustus 2017 19:24
Gubri Resmikan Mulainya Pembangunan Spam Durolis Resmi Dimulai

Senin, 21 Agustus 2017 19:14
Sampaikan Aspirasi, Seratusan Warga Gerak Datangi DPRD Bengkalis

Senin, 21 Agustus 2017 17:14
Buka Muskab IV PMI,
Bupati Inhil Minta Kebiasaan Donor Darah Ditumbuhkan di Masyarakat


Senin, 21 Agustus 2017 17:03
Pelantikan Kades Serentak di Bengkalis Dibagi Empat Lokasi

Senin, 21 Agustus 2017 16:35
Bupati dan Wabup Rohul Buka Pawai Taaruf Pembukaan MTQ XVII Tingkat Kabupaten



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Ahad, 14 Mei 2017 15:33
70 Anak Putus Sekolah di Rohul Ikuti UNPK Paket B di PKBM Tambusai

Sebanyak 70 anak putus sekolah di Rohil ikuti ujian penyetaraan tingkat SMP sederajat atau Paket B. Mereka mengikuti UNPK di PKBMTambusai selama empat hari.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Sejak Sabtu (13/5/17) kemarin, 70 anak putus sekolah di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Paket B di Pusat Kegitan Belajar Masyarakat (PKBM) Giat Mitra Kecamatan Tambusai.

Kepala PKBM Giat Mitra Tambusai, Mustafa mengatakan 70 anak didik ini akan mengikuti UNPK Paket B selama empat hari, yakni Sabtu dan Minggu pekan ini (13-14/5/17). Dan dilanjutkan pada Sabtu dan Minggu di pekan depan (20-21/5/17).

Diakuinya, penyebab masih banyaknya anak putus sekolah dan mengikuti Paket B karena faktor ekonomi, sehingga mereka tidak mampu mengikuti pendidikan formal seperti anak-anak lainnya.

Mustafa mengatakan pendidikan merupakan hak dasar bagi seluruh masyarakat Indonesia, hal itu tertuang dalam amanat Undang-Undang Dasar 1945.

"Dari itu kami berusaha untuk membangkitkan kembali semangat anak-anak putus sekolah ini," ujar Mustafa, Ahad (14/5/17).

Ia mengungkapkan masih banyak anak usia sekolah dari beberapa kecamatan yang mengikuti program Paket B di PKBM Giat Mitra Tambusai.

"Tentunya kita sangat prihatin. Seharusnya mereka masih bisa mengikuti pendidikan formal, namun karena keterbatasan biaya, makanya mereka memilih untuk mengikuti Paket B," jelas Mustafa di sela mengawasi proses UNPK Paket B.

Dampak faktor ekonomi keluarga, ungkap Mustafa, anak-anak putus sekolah tidak bisa mengikuti pendidikan formal seperti anak lainnya. Mereka lebih memilih bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kalau di sini kan mereka belajarnya hanya hari Minggu saja. Sedangkan hari lain mereka bekerja, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ungkapnya.

Ia mengatakan berawal dari keprihatinan masih banyaknya anak produktif atau anak usia sekolah yang putus sekolah, ia mendirikan PKBM Giat Mitra Tambusai. PKBM ini juga menampung anak-anak putus sekolah dari kecamatan lain.

Mustafa mengakui lagi pihaknya juga telah berupaya mendaftarkan anak-anak putus sekolah ini sebagai penerima program Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang diprogramkan Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Adanya KIP ini, ungkapnya lagi, anak-anak putus sekolah bisa mendapatkan pendidikan gratis di PKBM Giat Mitra Tambusai secara gratis.

"Semuanya gratis, nggak ada biaya, semuanya ditanggung dengan Kartu Indonesia Pintar. Yang penting mereka bisa mendapatkan hak-hak pendidikan, sesuai amanat Undang-Undang," katanya.

Ia mengharapkan pemerintah mendukung PKBM Giat Mitra Tambusai dalam mencerdaskan generasi bangsa yang putus sekolah, sehingga minat mereka tetap tinggi dalam mendapatkan pendidikan.

Mustafa juga meminta masyarakat atau pemerintah tidak memandang sebelah mata terhadap anak-anak tamatan Paket A, Paket B, dan Paket C. Sebab, mereka juga punya hak sama dalam mendapatkan pendidikan.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- PCR Expo 2017, Cara Jitu Kenalkan Jurusan Akademik ke Masyarakat
- Gubri Temu Ramah dengan Guru dan Jajaran Dinas Pendidikan di Dumai
- Universitas Riau Dukung Program Budidaya Kurma di Desa Babussalam, Rohul
- HUT RI di Kepenuhan, Ratusan Pelajar Rohul Arak Bendera Merah Putih Sepanjang 72 Meter
- Sambut Kemerdekaan RI,
IBS Gelar Doa dan Khatam Al Quran Sebanyak 17 Kali

- Mahasiswa KKN UMRI Gelar Pengobatan Gratis di Kelurahan Sukamulia
- Apsai Gandeng Pemerintah Gelar Dumai Mendongeng 2017


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.92.170.142
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com