Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 18 Nopember 2017 17:38
MUI Kuansing Lakukan Pemetaan Aliran Sesat

Sabtu, 18 Nopember 2017 16:52
Dishub Dumai Segera Tertibkan Travel Ilegal

Sabtu, 18 Nopember 2017 15:03
Diduga Frustasi dengan Penyakitnya,
Seorang Bapak di Gunung Toar Nekad Gantung Diri


Sabtu, 18 Nopember 2017 13:32
1x24 Jam Napi Bandar Narkoba Malaysia Kabur,
Tiga Petugas Kemenkum HAM Lakukan Pemeriksaan 4 Petugas Lapas Bengkalis


Sabtu, 18 Nopember 2017 12:39
Kapolres Kampar Pimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pilkades Serentak

Sabtu, 18 Nopember 2017 11:41
Asah Kemampuan, Personel Inhil Taja Latihan Bongkar Pasang Senjata SS1

Sabtu, 18 Nopember 2017 11:38
Duta Rohul, Desa Bangun Jaya Juara Pertama Desa Per PHBS Riau 2017

Sabtu, 18 Nopember 2017 09:48
Bupati Inhil Buka Perkemahan Karya di Kecamatan Keritang

Sabtu, 18 Nopember 2017 09:45
Meriahkan Milad Ke-108, Muhammadiyah Pekanbaru Taja Pawai Ta'aruf

Sabtu, 18 Nopember 2017 09:10
Jatuh ke Sungai Saat Merawai,
Penderita Epilepsi di Concong, Inhil Tewas Tenggelam




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Rabu, 12 Juli 2017 14:30
Gagal PPDB, Masyarakat Tualang Siak Paksakan Anaknya Msuk Sekolah Negeri

Minat para orangtua memasukkan anaknya ke sekolah negeri sangat tinggi di Tualang, Siak. Walau kuota terbatas, mereka tetap memaksa.

Riauterkini - SIAK - Minat orang tua dan calon siswa di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak yang ingin belajar di sekolah negeri sangat tinggi. Berbanding terbalik dengan minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di enam sekolah swasta. Termasuk di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 yang sampai saat ini justru hanya ada 7 calon siswa yang mendaftar.

Hal ini tergambar dari pertemuan antara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Riau Rudyanto, bersama Sekretaris Dinas Pendidikan Siak Prapto, enam kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Tualang, Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Tualang, membahas solusi 322 siswa yang gagal masuk karena keterbatasan kuota pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2017.

Hadir juga pada kesempatan ini, sejumlah anggota DPRD Siak, tokoh dan masyarakat tempatan. Mayoritas masyarakat yang hadir saat terkesan memaksakan kehendak, anak-anak mereka agar bisa masuk ke sekolah negeri, khususnya SMA Negeri 2 yang menjadi pavorit belajar.

Pada pertemuan ini, sempat dibahas sejumlah sekolah swasta yang bisa menjadi alternatif bagi siswa yang tak gagal masuk di sekolah negeri. Namun sepertinya tak ada respon dari warga yang hadir. Justru solusi rapat berbuah penambahan ruang kelas baru di enam sekolah negeri.

Kepala Sekolah SMAN 2 Yulita selaku tuan rumah penyelenggara pertemuan tersebut sempat mengutarakan kurangnya jumlah tenaga pengajar sebanyak 10 guru di sekolah yang dipimpinnya. Hal ini sempat disela Rudyanto, apakah sekolah siap dengan keterbatasan jumlah pengajar tersebut.

"Ibu saya tanya siap tidak dengan kekurangan guru. Saya tak mau ini jadi persoalan kemudian," kata Rudyanto.

Namun karena pembukaan ruang kelas dipandang alternatif dalam mengakomodir siswa yang belum terakomidir, sehinga sekolah pun diminta membukanya berdasarkan kesepakatan mayoritas rapat yang hadir pada pertemuan tersebut.‎

Rudyanto sendiri yang beberapa kali menerima kritikan dari peserta yang hadir terkait kekisruhan PPDB tersebut, termasuk sejumlah anggota DPRD Siak yang hadir.

Berdasarkan hasil pertemuan tersebut, enam sekolah negeri di Tualang akhirnya menyanggupi penambahan jumlah siswa. Yakni, SMAN 1 Tualang menambah jumlah siswa tambahan menjadi 72 siswa.

Kemudian SMAN 2 Tualang yang semula hanya menyanggupi penambahan sebanyak 36 siswa bertambah menjadi 72 siswa. SMAN 3 Tualang bersedua menambah 72 siswa. Lalu untuk SMAN 4 Tualang menambah jumlah siswa tambahan jadi 55 siswa. Begitu juga SMAN 5 Tualang 60 siswa serta SMAN 6 Tualang bersedia 46 siswa.

Hal ini sangat ironis, dengan keberadaan sejumlah sekolah swasta di Tualang tak diminati warga. ***(mok)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
karina
bermain adu ayam terbaik indonesia Dengan hanya minimal deposit 50.000 IDR sudah bisa bermain di game online kami dewasabungayam com/ New pin D8C363CA dewasabungayam/com sabungayam/ninja sabungayam/top ayamjago/net ayambirma/com sambungayam/com sabung/pw sabungayam/pw sabungayam/in sab


loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Meriahkan Milad Ke-108, Muhammadiyah Pekanbaru Taja Pawai Ta'aruf
- Uji Skil, SMKN 1 Tamut Taja SOS Camp Competition III 2017
- Gubri Beri Kuliah Umum di Politeknik Dumai
- Tiga Siswa SMA Mutiara Harapan Borong Gelar Juara di 2nd English Contest Unilak
- Dukung Percepatan Pembangunan,
Aji Pekanbaru Taja Lokakarya Jurnalistik sosialisasi Satu Peta di Riau

- Perlu Perhatian Pemerintah,‎
Siswa SMP LPMD Suka Maju Rohul Numpang Belajar di Bangunan Tua

- Ini Jawaban Bupati Rohul Ketika Ditanya Mahasiswi UPP Kebijakan dalam Mengatasi Pengangguran


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.225.36.143
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com