Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 19 Nopember 2017 17:22
180 Peserta Ikuti workshop Desain Kreasi Pakaian Tradisional

Ahad, 19 Nopember 2017 16:15
Dilepas Gubri, Jamaah Majelis Taqlim Antusias Kunjungi Islamic Center Rohul

Ahad, 19 Nopember 2017 12:38
Tolong Korban Kecelakaan Tunggal, Anggota DPRD Riau Rela Berlumur Darah

Ahad, 19 Nopember 2017 09:40
Respon Putusan Bawaslu, KPU Terima Pendaftaran 9 Parpol

Ahad, 19 Nopember 2017 09:24
2.400 Pelari Ramaikan Foam Run Telkomsel Di Kota Pekanbaru

Ahad, 19 Nopember 2017 05:17
HGN 2017, Bupati Inhil Tegaskan Peran Guru Mencerdaskan Anak Bangsa

Sabtu, 18 Nopember 2017 17:38
MUI Kuansing Lakukan Pemetaan Aliran Sesat

Sabtu, 18 Nopember 2017 16:52
Dishub Dumai Segera Tertibkan Travel Ilegal

Sabtu, 18 Nopember 2017 15:03
Diduga Frustasi dengan Penyakitnya,
Seorang Bapak di Gunung Toar Nekad Gantung Diri


Sabtu, 18 Nopember 2017 13:32
1x24 Jam Napi Bandar Narkoba Malaysia Kabur,
Tiga Petugas Kemenkum HAM Lakukan Pemeriksaan 4 Petugas Lapas Bengkalis




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Kamis, 13 Juli 2017 13:00
Warga Mandau Kecewa, Pemerintah tak Punya Solusi Sengkarut Penerimaan Murid Baru

Setiap tahun terus terulang sengkarut penerimaan murid baru di sekolah negeri di Kecamatan Mandau, Bengkalis. Masyarakat kecewa, pemerintah seperti tutup mata dan tak punya solusi.

Riauterkini - DURI - Meski Proses Belajar Mengajar (PBM) telah memasuki babak baru, namun cerita sedih justru semakin mencuat di Kota Duri, Kecamatan Bathin Solapan, Bengkalis. Belasan calon siswa yang tercatat masih berdomisili disekitar lingkungan sekolah, nasibnya masih terombang - ambing tanpa kepastian.

Seperti yang terjadi di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Mandau. Memberlakukan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan menggunakan sistem Online, justru situasinya semakin memburuk bahkan menimbulkan kisruh hingga berujung aksi penggembokan pagar sekolah tersebut untuk kedua kalinya oleh calon orangtua siswa.

Hal tersebut semakin meruncing dengan sikap tutup mulut Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui perpanjangan tangannya dan seakan tidak mau tau akan nasib masyarakat yang berkeinginan kuat sekolah namun keterbatasan nilai akhir.

" Kalau ditanya soal PPDB ditingkat SMA, saya No Comment,"ujar Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Bengkalis, Edi Sakura saat dikonfirmasi riauterkini.com beberapa waktu lalu.

Dalam aksi penggembokan pagar SMAN 3 Mandau itu, koordinator aksi, Muslim SH menyatakan kekecewaannya terkait sikap kaku pihak sekolah dan Pemerintah.

" Anak mau sekolah aja kok dipersulit. Jika pimpinan ditingkat sekolah, Disdik Kabupaten dan Disdik Propinsi tidak bisa menanggulangi masalah ini, lebih baik mundur teratur dikarenakan masalah ini adalah masalah generasi penerus bangsa,"ujarnya berapi - api.***(hen)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
karina
bermain adu ayam terbaik indonesia Dengan hanya minimal deposit 50.000 IDR sudah bisa bermain di game online kami dewasabungayam com/ New pin D8C363CA dewasabungayam/com sabungayam/ninja sabungayam/top ayamjago/net ayambirma/com sambungayam/com sabung/pw sabungayam/pw sabungayam/in sab


loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Meriahkan Milad Ke-108, Muhammadiyah Pekanbaru Taja Pawai Ta'aruf
- Uji Skil, SMKN 1 Tamut Taja SOS Camp Competition III 2017
- Gubri Beri Kuliah Umum di Politeknik Dumai
- Tiga Siswa SMA Mutiara Harapan Borong Gelar Juara di 2nd English Contest Unilak
- Dukung Percepatan Pembangunan,
Aji Pekanbaru Taja Lokakarya Jurnalistik sosialisasi Satu Peta di Riau

- Perlu Perhatian Pemerintah,‎
Siswa SMP LPMD Suka Maju Rohul Numpang Belajar di Bangunan Tua

- Ini Jawaban Bupati Rohul Ketika Ditanya Mahasiswi UPP Kebijakan dalam Mengatasi Pengangguran


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.146.50.80
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com