Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 20 Pebruari 2019 06:06
Pagi ini Dilantik Presiden, Gubri dan Wagubri Bersiap Syukuran di TMIi

Selasa, 19 Pebruari 2019 21:16
Tahun 2020 Pembangunan di Kampar Masih Diarahkan untuk Peningkatan Infrastruktur

Selasa, 19 Pebruari 2019 20:09
Pungli Pengurusan Prona, Mantan Pejabat BPN Inhu Dituntut Jaksa Lima Tahun Penjara

Selasa, 19 Pebruari 2019 19:37
Demokrat Bengkalis Perkuat Konsolidasi Tingkat Ranting

Selasa, 19 Pebruari 2019 19:30
Pekan Ini, Harga TBS Sawit Riau Turun Tipis

Selasa, 19 Pebruari 2019 19:29
Bupati dan Wabup Inhil Hadiri Haul Akbar Syekh Abdul Qadir Al-Jailani di Kecamatan Enok

Selasa, 19 Pebruari 2019 17:35
2019, DJP Riau Kepri Ditarget Rp 17,7 Triliun

Selasa, 19 Pebruari 2019 17:21
Sekda Bengkalis Ingatkan ASN untuk Tingkatkan Kinerja

Selasa, 19 Pebruari 2019 17:17
Waka DPRD Riau Sarankan Pujasera Pekanbaru Dijadikan Pasar Seni

Selasa, 19 Pebruari 2019 16:46
Tak Lagi Masuk Kalender Pariwisata,
Event Pacu Jalur Akan Berdampak Buruk Terhadap Perekonomian



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 9 Pebruari 2018 13:44
Murid SD Belajar di Lantai,
Legislator Pelalawan Ini Pertanyakan CSR PT MAL dan PT Kosta Palmira


Walaupun Pemkab Pelalawan punya program Pelalawan Cerdas, namun peran pihak swasta tetap sangat dibutuhkan. Apalagi terkait adanya siswa SD di Desa Air Hitam, Ukui yang harus belajar sambil duduk di lantai.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Anggota DPRD Pelalawan Daerah Pemilihan (Dapil) II kecamatan Ukui dan Kerumutan, Rinto, S.Sos angkat bicara, menyusul adanya murid Sekolah Dasar (SD) di desa Tanjung Air Hitam kecamatan Kerumutan belajar hanya beralaskan lantai.

"Begitu mendapatkan informasi seperti ini saya selaku wakil rakyat merasa sedih. Sangat disayangkan sekali. Apalagi di tengah pemerintah daerah berusaha keras mengangkat dunia pendidikan melalui program Pelalawan Cerdasnya," terang Rinto.

Politisi dari partai Golkar tersebut berterus terang bahwa untuk mengangkat dunia pendidikan adalah tanggung jawab pemerintah.

Akan tetapi imbuhnya, jika tidak ditopang oleh pihak swasta sebuah keniscayaan tak akan tercapai. Terlebih lagi saat ini, pemerintah daerah dihantam oleh badai rasionalisasi.

"Untuk kasus di SDN 007 Desa Air Hitam ini, tahun ini terjadi lonjakan siswa. Infonya, sebagian siswa berasal dari anak karyawan PT MAL dan PT Kosta Palmira. Hal ini yang menyebabkan kekurangan lokal dan mebeuler," tuturnya.

"Ya kan, kita tidak boleh menolak anak karyawan mereka bersekolah disini, akan tetapi pihak perusahaan harus pekalah," tambahnya.

Rinto yang duduk dikomisi 1 DPRD Pelalawan membidangi pendidikan, akan mewacanakan memanggil PT MAL dan PT Kosta Palmira. "Nanti kita jadwalkan, memanggil pihak perusahaan di rapat dengar pendapat komisi 1, menanyakan CSR mereka," tandasnya.***(feb)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Toefl Batch V Lexie Trainings Diikuti Peserta Asing
- Mahasiswa FMIPA UNRI Belajar Industri Ke PT RAPP
- ‎Kepala Madrasah se-Rohul Bahas Persiapan UNBK 2019, Listrik dan Jaringan Masih Bermasalah
- 49 Kepsek dan P2UPD Kabupaten Kuansing Dilantik
- Ratusan Peserta Ikuti Pelatihan PSM Peningkatan Mutu Pembelajaran Sekolah di Bengkalis
- Gantikan Basuki,
Gusrina Resmi Jabat Gubernur Mahasiswa Faperta UPP Rohul 2019-2020

- Kemendikbud Minta Pemprov Riau Optimalkan Guru Seni Budaya


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com