Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Senin, 12 Nopember 2018 22:06
Tarik Menarik Tas Sama Pelaku Jambret, Pegawai PN Pekanbaru Tersungkur

Senin, 12 Nopember 2018 22:01
Jadikan Jembatan Sebagai Tempat Nongkrong, Polsek Pangean, Kuansing Gelar Patroli

Senin, 12 Nopember 2018 21:57
Bertengkar Masalah Kerjaan, Warga Bima, NTB Tewas Dipukul Rekan Kerjanya

Senin, 12 Nopember 2018 21:27
Tantangan Pengelolaan Ekosistem Gambut,
Bupati Meranti Jadi Pembicara Tropical Peatland Roundtable Discussion


Senin, 12 Nopember 2018 20:53
Dititipkan di Lapas, Kurir Sabu 5 Kg Tahanan Kejari Bengkalis Meninggal Dunia

Senin, 12 Nopember 2018 20:47
Bertemu Presiden Jokowi, Bupati Inhil Sampaikan Proposal dan Permasalahan Perkelapaan

Senin, 12 Nopember 2018 20:26
Polda Riau Kalah Dipraperadilkan Seorang Tersangka Korupsi Pipa Transmisi Inhil

Senin, 12 Nopember 2018 19:40
Tingkatkan PAD, Bapenda Minta Masukan dari Kejari Kuansing

Senin, 12 Nopember 2018 19:10
Dewan Pastikan Pembangunan Fly Over Simpang IV Mall SKA Tak Selesai Tahun Ini

Senin, 12 Nopember 2018 18:07
Polisi Pastikan Mr X di Bawah Jembatan Jondul Adalah Dokter Mukhlis


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 9 Pebruari 2018 13:44
Murid SD Belajar di Lantai,
Legislator Pelalawan Ini Pertanyakan CSR PT MAL dan PT Kosta Palmira


Walaupun Pemkab Pelalawan punya program Pelalawan Cerdas, namun peran pihak swasta tetap sangat dibutuhkan. Apalagi terkait adanya siswa SD di Desa Air Hitam, Ukui yang harus belajar sambil duduk di lantai.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Anggota DPRD Pelalawan Daerah Pemilihan (Dapil) II kecamatan Ukui dan Kerumutan, Rinto, S.Sos angkat bicara, menyusul adanya murid Sekolah Dasar (SD) di desa Tanjung Air Hitam kecamatan Kerumutan belajar hanya beralaskan lantai.

"Begitu mendapatkan informasi seperti ini saya selaku wakil rakyat merasa sedih. Sangat disayangkan sekali. Apalagi di tengah pemerintah daerah berusaha keras mengangkat dunia pendidikan melalui program Pelalawan Cerdasnya," terang Rinto.

Politisi dari partai Golkar tersebut berterus terang bahwa untuk mengangkat dunia pendidikan adalah tanggung jawab pemerintah.

Akan tetapi imbuhnya, jika tidak ditopang oleh pihak swasta sebuah keniscayaan tak akan tercapai. Terlebih lagi saat ini, pemerintah daerah dihantam oleh badai rasionalisasi.

"Untuk kasus di SDN 007 Desa Air Hitam ini, tahun ini terjadi lonjakan siswa. Infonya, sebagian siswa berasal dari anak karyawan PT MAL dan PT Kosta Palmira. Hal ini yang menyebabkan kekurangan lokal dan mebeuler," tuturnya.

"Ya kan, kita tidak boleh menolak anak karyawan mereka bersekolah disini, akan tetapi pihak perusahaan harus pekalah," tambahnya.

Rinto yang duduk dikomisi 1 DPRD Pelalawan membidangi pendidikan, akan mewacanakan memanggil PT MAL dan PT Kosta Palmira. "Nanti kita jadwalkan, memanggil pihak perusahaan di rapat dengar pendapat komisi 1, menanyakan CSR mereka," tandasnya.***(feb)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- PT RAPP Teken MoU Bidang Pendidikan dangan Pemda Pelalawan
- Buka Pendaftaran,
SDS Cendana Duri Taja Lomba Mewarnai dan Fashion Show di Mall Mancy

- Peringati Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan, SDN 7 Mandau Taja Pawai dan Fashion Show
- Seorang Guru SMAN 1 Pasir Penyu, Inhu Raih Penghargaan Nasional Kemendikbud
- Syarat IPK Turun Menjadi 2.75,
Permohonan Bea Siswa Pemkab Meranti Diperpanjang Hingga 15 November 2018

- Sekolah Global Andalan Gelar Operasi Semut
- SMA Plus dan SMK Pertanian Keluhkan Minimnya Dana Opersional


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com