Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 22 Mei 2018 18:14
Miliki Motivasi Kuat Bantu Keluarga, Warga Pelalawan ini Ikuti Program Pelatihan Mekanik

Selasa, 22 Mei 2018 18:09
Tertibkan 'Pengaku' Miskin, Dinsos Bengkalis Diterjunkan 280 Petugas Verifikasi Data

Selasa, 22 Mei 2018 18:06
DPRD Riau Sayangkan Pemberhentian Sementara Program GISA

Selasa, 22 Mei 2018 18:03
Korupsi Dana Desa, Mantan Camat di Kampar Diadili

Selasa, 22 Mei 2018 18:01
Selama Ramadhan, Cawagubri Edy Nasution Safari Ramadhan ke Masjid

Selasa, 22 Mei 2018 17:58
Tak Ingin Masyarakat Nyebrang Bayar Pakai Pompong, Andi Rachman Komit Bangun Jembatan Dusun Sukajadi-Kuala Cinaku

Selasa, 22 Mei 2018 16:45
Melalui Seminar, Prodi Manajemen dan Akuntasi UPP Gali Potensi UMKM di Kabupaten Rohul

Selasa, 22 Mei 2018 16:42
Ramadhan dan Sambut Idul Fitri,
Pemkab Bengkalis Rencanakan Tambah Armada Roro dan Terbitkan Maklumat


Selasa, 22 Mei 2018 16:39
Terkesan dengan Program Rumah Layak Huni, Warga Kuala Cenaku Siap Coblos Nomor 4

Selasa, 22 Mei 2018 16:36
Gelapkan Mobil, Pamen Polda Riau Dilaporkan ke Propam


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 9 Pebruari 2018 13:44
Murid SD Belajar di Lantai,
Legislator Pelalawan Ini Pertanyakan CSR PT MAL dan PT Kosta Palmira


Walaupun Pemkab Pelalawan punya program Pelalawan Cerdas, namun peran pihak swasta tetap sangat dibutuhkan. Apalagi terkait adanya siswa SD di Desa Air Hitam, Ukui yang harus belajar sambil duduk di lantai.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Anggota DPRD Pelalawan Daerah Pemilihan (Dapil) II kecamatan Ukui dan Kerumutan, Rinto, S.Sos angkat bicara, menyusul adanya murid Sekolah Dasar (SD) di desa Tanjung Air Hitam kecamatan Kerumutan belajar hanya beralaskan lantai.

"Begitu mendapatkan informasi seperti ini saya selaku wakil rakyat merasa sedih. Sangat disayangkan sekali. Apalagi di tengah pemerintah daerah berusaha keras mengangkat dunia pendidikan melalui program Pelalawan Cerdasnya," terang Rinto.

Politisi dari partai Golkar tersebut berterus terang bahwa untuk mengangkat dunia pendidikan adalah tanggung jawab pemerintah.

Akan tetapi imbuhnya, jika tidak ditopang oleh pihak swasta sebuah keniscayaan tak akan tercapai. Terlebih lagi saat ini, pemerintah daerah dihantam oleh badai rasionalisasi.

"Untuk kasus di SDN 007 Desa Air Hitam ini, tahun ini terjadi lonjakan siswa. Infonya, sebagian siswa berasal dari anak karyawan PT MAL dan PT Kosta Palmira. Hal ini yang menyebabkan kekurangan lokal dan mebeuler," tuturnya.

"Ya kan, kita tidak boleh menolak anak karyawan mereka bersekolah disini, akan tetapi pihak perusahaan harus pekalah," tambahnya.

Rinto yang duduk dikomisi 1 DPRD Pelalawan membidangi pendidikan, akan mewacanakan memanggil PT MAL dan PT Kosta Palmira. "Nanti kita jadwalkan, memanggil pihak perusahaan di rapat dengar pendapat komisi 1, menanyakan CSR mereka," tandasnya.***(feb)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Mahasiswa Wharton School dan SMU Pelajari Praktik Sustainability APRIL
- Pasar Ramadhan Permudah Warga Bengkalis Mencari Jajanan Berbuka
- Dukung Pendidikan, Mandiri Syariah Serahkan Kendaraan Operasional untuk UIR
- IKA Unpad Gelar Workshop Digital Branding di Kampus Univrrab Riau
- Bupati Mursini Wisuda 4.849 Santri dan Sabtriwati MDA se Kuansing
- 172 Lulusan dari 5 Fakultas Umri Diwisuda
- Fakultas Hukum UPP Rohul Jajaki Kerjasama dengan Universitas Indonesia


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com