Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 18 Agustus 2018 22:29
Tampil Lebih Macho, Capella Honda Luncurkan New Honda CB150R Streetfire di Riau

Sabtu, 18 Agustus 2018 18:54
70 Hotspot di Sumatera 50 Diantaranya Ada di Riau

Sabtu, 18 Agustus 2018 16:48
KPU Riau Tetapkan 28 Bakal Calon Anggota DPD

Sabtu, 18 Agustus 2018 14:00
Merdeka, Kemeriahan HUT ke-73 RI di SMAN 8 Mandau, Bengkalis

Sabtu, 18 Agustus 2018 13:24
Bupati Wardan Pimpin Peringatan ke-57 Hari Pramuka di Kwarcab Kwarcab Pramuka Inhil

Sabtu, 18 Agustus 2018 13:20
Jamu Paskibraka di Malam Resepsi, Bupati Kuansing Ucapkan Terima Kasih

Sabtu, 18 Agustus 2018 10:56
Bupati Serahkan Remisi 407 Napi Lapas Bengkalis

Sabtu, 18 Agustus 2018 10:39
Diguyur Hujan Lebat, Dirut Bank Riau Kepri Pimpin Upacara HUT RI ke 73

Sabtu, 18 Agustus 2018 10:28
Gagah, Mantan Presiden BJ Habibi Berteluk Belange Hadir di Sitana Merdeka

Sabtu, 18 Agustus 2018 10:23
Peringati HUT ke-73 RI, PDIP Riau Ajak Syukuri Kemerdekaan


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 9 Pebruari 2018 13:44
Murid SD Belajar di Lantai,
Legislator Pelalawan Ini Pertanyakan CSR PT MAL dan PT Kosta Palmira


Walaupun Pemkab Pelalawan punya program Pelalawan Cerdas, namun peran pihak swasta tetap sangat dibutuhkan. Apalagi terkait adanya siswa SD di Desa Air Hitam, Ukui yang harus belajar sambil duduk di lantai.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Anggota DPRD Pelalawan Daerah Pemilihan (Dapil) II kecamatan Ukui dan Kerumutan, Rinto, S.Sos angkat bicara, menyusul adanya murid Sekolah Dasar (SD) di desa Tanjung Air Hitam kecamatan Kerumutan belajar hanya beralaskan lantai.

"Begitu mendapatkan informasi seperti ini saya selaku wakil rakyat merasa sedih. Sangat disayangkan sekali. Apalagi di tengah pemerintah daerah berusaha keras mengangkat dunia pendidikan melalui program Pelalawan Cerdasnya," terang Rinto.

Politisi dari partai Golkar tersebut berterus terang bahwa untuk mengangkat dunia pendidikan adalah tanggung jawab pemerintah.

Akan tetapi imbuhnya, jika tidak ditopang oleh pihak swasta sebuah keniscayaan tak akan tercapai. Terlebih lagi saat ini, pemerintah daerah dihantam oleh badai rasionalisasi.

"Untuk kasus di SDN 007 Desa Air Hitam ini, tahun ini terjadi lonjakan siswa. Infonya, sebagian siswa berasal dari anak karyawan PT MAL dan PT Kosta Palmira. Hal ini yang menyebabkan kekurangan lokal dan mebeuler," tuturnya.

"Ya kan, kita tidak boleh menolak anak karyawan mereka bersekolah disini, akan tetapi pihak perusahaan harus pekalah," tambahnya.

Rinto yang duduk dikomisi 1 DPRD Pelalawan membidangi pendidikan, akan mewacanakan memanggil PT MAL dan PT Kosta Palmira. "Nanti kita jadwalkan, memanggil pihak perusahaan di rapat dengar pendapat komisi 1, menanyakan CSR mereka," tandasnya.***(feb)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Empat Putra Terbaik Pangean Berkumpul di HUT ke 73 RI
- Annisa, Pembawa Baki Bendera Merah Putih Juga Sempat Merasakan Gugup
- KKN Mahasiswa UMRI, Luncurkan 'Perban Al Qur’an'
- Satu dari Dua Paskibra Utusan Riau Jadi Komandan Pasukan 17 di Istana
- Ketika Anak-anak TK Kuansing Menumbuhkan Minat Baca dengan Kunjungi Pustaka
- Bersama Bupati Meranti, UAS Letakkan Batu Pertama Pembangunan Pesantren Darul Fikri
- SMAN 1 Teluk Kuantan HUT ke-41, Harapan Kualitas Pendidikan Bermutu


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com