Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 22 Maret 2019 13:59
Gelapkan Dana Investasi Bisnis, Dirut PT SSS Divonis 3 Tahun 6 Bulan Penjara

Jum’at, 22 Maret 2019 13:53
Bupati Inhil Serahkan LKPD Tahun Anggaran 2018 Kepada BPK

Jum’at, 22 Maret 2019 13:48
300 Personel Brimob Polda Riau Ikut Amankan Pemilu 2019 di Kabupaten Rohul

Jum’at, 22 Maret 2019 12:21
Harapkan WTP, Gubri Serahkan Laporan Keuangan Pemerintah

Jum’at, 22 Maret 2019 12:18
TNI Polri Bengkalis Siap Amankan Pesta Demokrasi Serentak April 2019

Jum’at, 22 Maret 2019 10:49
Rem Blong, Truk Angkut Cangkang Seruduk Toko dan Sejumlah Mobil di Duri

Jum’at, 22 Maret 2019 10:45
Batas 2 Mei, tak Serahkan LPPDK, Caleg Bakal Dicoret

Jum’at, 22 Maret 2019 10:25
Pimpin Apel Siaga Pengaman Kampanye, Gubri Minta Aparat Netral di Pemilu 2019

Jum’at, 22 Maret 2019 10:16
Polri dan TNI Gelar Simulasi Tangani Rusuh Pemilu di Halaman Kantor Gubri

Jum’at, 22 Maret 2019 10:09
Soal Reposisi Waka DPRD, Dedet Bersyukur dan Auzar Ngaku tak Tau


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 12 April 2018 16:59
Disdik Pekanbaru Bantah Adanya Sekolah Terlibat Ormas Terlarang

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru bantah adanya sekolah di kota Pekanbaru yang terlibat Organisasi Masyarakat (Ormas) terlarang.

Riauterkini- PEKANBARU - Setelah sebelumnya masyarakat dihebohkan dengan unggahan video yang berisi pengibaran bendera berwarna hitam bertuliskan kalimat Tauhid oleh siswa sekolah dasar, Disdik Pekanbaru bantah adanya sekolah yang terlibat dengan ormas terlarang di kota Bertuah. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdik Pekanbaru, Drs Darisman, Rabu (11/04/18) kemarin.

"Kita terus melakukan pengawasan dan sejauh ini tidak ada sekolah terutama sekolah dasar terlibat Ormas terlarang," tegasnya.

Sementara, beberapa waktu lalu, masyarakat Pekanbaru dihebohkan dengan viralnya sebuah video berdurasi sekitar 38 detik di media sosial. Video tersebut direkam di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Bunnaya, Pekanbaru.

Video itu menggambarkan seorang siswa berseragam pramuka sedang mengibarkan bendera warna hitam dengan tulisan kalimat Tauhid. Dengan tersebarnya video tersebut, sejumlah kalangan sempat menilai bahwa bendera itu mirip dengan bendera Ormas HTI yang telah dibubarkan oleh Pemerintah.

Namun, Darisman menegaskan bahwa bendera yang dikibarkan oleh salah seorang siswa yang juga penghapal Al-Quran atau Hafiz tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan lambang Ormas terlarang.

"Kita tidak menemukan unsur-unsur keterlibatan Ormas terlarang atau kesengajaan di sekolah tersebut. Begitu juga di seluruh Pekanbaru, terus kita lakukan pengawasan dan sejauh ini tidak ada SD terlibat Ormas tertentu," jelasnya.

Darisman menghimbau, agar masyarakat tak lagi khawatir dengan informasi tersebut. Sebab, kebenarannya belum tidak terbukti.

Hal senada juga ditegaskan Kepolisian Daerah Riau yang saat itu turut melakukan penyelidikan dugaan keterlibatan Ormas terlarang di sekolah tersebut. Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo mengatakan pihaknya tidak menemukan hubungan antara pengibaran bendera Tauhid tersebut dengan Ormas terlarang.

Sementara, Kepala Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Bunnaya, Muhammad Rifai mengatakan bahwa sekolah yang ia pimpin sama dengan sekolah lainnya di Pekanbaru, dan sama sekali tidak terlibat Ormas dilarang pemerintah.

"Sekolah kita tidak terlibat dengan Ormas yang dilarang pemerintah. Kita selalu mengundang Babinsa (TNI) untuk beragam kegiatan, seperti terakhir kemarin Kemah Pramuka," katanya.

Tak hanya itu, berbagai kegiatan lainnya juga rutin diadakan sekolah dasar ini. Seperti setiap Senin SDIT tersebut menggelar upacara bendera, layaknya sekolah lain di Indonesia. Namun, dia menekankan bahwa SDIT Bunnaya secara khusus menekankan pembentukan karakter siswa dan siswinya berkonsep Islami.

Seperti terdapat program penghafalan lima Juz Al-qur'an yang ditargetkan sebelum lulus. Bahkan SDIT juga mendukung para siswa dan siswinya aktif dikegiatan ekstrakulikuker. "Saat ini total jumlah siswa dan siswi kita mencapai 480 murid. Dimana beberapa diantaranya ada yang berprestasi, seperti juara pencak silat, kemudian O2SN dan lainnya," pungkasnya.***(rul)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
PIALA DUNIA 2018 AGENS128
Aku mau kenalin Game Bola Online Piala Dunia. Buat kamu para pecinta sepakbola dimanapun kamu berada. Disitus ini kamu bisa main Game Bola Online Piala Dunia dan juga banyak Game Online menarik lainya Selain itu kamu juga bisa dapatkan banyak bonus main di situs ini. link

ANAPOKER.com
ANAPOKER game online yang lagi hitz dan banyak dimainin anak-anak muda sekarang lho, Kamu Jangan takut, game Online yang satu ini Aman dan Mudah dimainin Kok. Caranya mainnya juga gampang, langsung ke webnya aja link


loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Lantik PGRI Pangkalan Kuras,Bupati Harris Minta Guru Kuasai Teknologi Informasi
- Soal Demo Guru SD dan SMP,
Kadisdik Pekanbaru: Ini Merugikan Diri Sendiri dan Siswa

- Soal Demo Guru SD dan SMP,
Dewan: Tak Berpihak, Perwako tentang Tunjangan Bisa Turunkan Kualitas Pendidik

- Di Hadapan Kadisdik Riau, Siswa Pemukul Kepsek di Inhu Berdamai
- 11 Miliar Lebih Dana BOS Pelalawan Sudah Dicairkan
- Raih Doktor di UMM, Dekan FIK UMRI Diselamati Ketua DPRD Riau
- Kepala BKD Minta Guru PPT Korban Penipuan Lapor Polisi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com