Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 20 Juli 2018 22:22
Satlantas Polsek Pangkalan Kuras, Pelalawan Berikan Bantuan buat Korban Laka

Jum’at, 20 Juli 2018 22:17
Dilantik Menteri PUPR, SF Hariyanto Jabat Eselon II di Kementerian PUPR

Jum’at, 20 Juli 2018 21:19
Tingkatkan Tata Kelola Aset Daerah, BPKAD Pakanbaru Susun RKBMD 2018

Jum’at, 20 Juli 2018 21:15
Semua Parpol di Kampar Belum Penuhi Administrasi Bacaleg

Jum’at, 20 Juli 2018 21:11
Jadwal Keberangkatan 850 JCH Asal Kampar ke Tanah Suci

Jum’at, 20 Juli 2018 20:37
Diduga Keracunan Pecal, Puluhan Warga Kemuning, Inhil Dirawat di Puskesmas

Jum’at, 20 Juli 2018 20:21
Pasca Libur Panjang, Tiket Pesawat Ogah Turun

Jum’at, 20 Juli 2018 18:37
Bupati Inhil Lepas Keberangkatan 445 JCH Kloter 3 Embarkasi Batam

Jum’at, 20 Juli 2018 18:33
Maksimalkan Peran BUMDes, Pemkab Meranti Gelar Rakor Bersama Kades

Jum’at, 20 Juli 2018 18:19
Mudah Terbakar, BRG Pasang Alat Pengukur Air di Lahan Gambut


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 12 April 2018 16:59
Disdik Pekanbaru Bantah Adanya Sekolah Terlibat Ormas Terlarang

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru bantah adanya sekolah di kota Pekanbaru yang terlibat Organisasi Masyarakat (Ormas) terlarang.

Riauterkini- PEKANBARU - Setelah sebelumnya masyarakat dihebohkan dengan unggahan video yang berisi pengibaran bendera berwarna hitam bertuliskan kalimat Tauhid oleh siswa sekolah dasar, Disdik Pekanbaru bantah adanya sekolah yang terlibat dengan ormas terlarang di kota Bertuah. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdik Pekanbaru, Drs Darisman, Rabu (11/04/18) kemarin.

"Kita terus melakukan pengawasan dan sejauh ini tidak ada sekolah terutama sekolah dasar terlibat Ormas terlarang," tegasnya.

Sementara, beberapa waktu lalu, masyarakat Pekanbaru dihebohkan dengan viralnya sebuah video berdurasi sekitar 38 detik di media sosial. Video tersebut direkam di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Bunnaya, Pekanbaru.

Video itu menggambarkan seorang siswa berseragam pramuka sedang mengibarkan bendera warna hitam dengan tulisan kalimat Tauhid. Dengan tersebarnya video tersebut, sejumlah kalangan sempat menilai bahwa bendera itu mirip dengan bendera Ormas HTI yang telah dibubarkan oleh Pemerintah.

Namun, Darisman menegaskan bahwa bendera yang dikibarkan oleh salah seorang siswa yang juga penghapal Al-Quran atau Hafiz tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan lambang Ormas terlarang.

"Kita tidak menemukan unsur-unsur keterlibatan Ormas terlarang atau kesengajaan di sekolah tersebut. Begitu juga di seluruh Pekanbaru, terus kita lakukan pengawasan dan sejauh ini tidak ada SD terlibat Ormas tertentu," jelasnya.

Darisman menghimbau, agar masyarakat tak lagi khawatir dengan informasi tersebut. Sebab, kebenarannya belum tidak terbukti.

Hal senada juga ditegaskan Kepolisian Daerah Riau yang saat itu turut melakukan penyelidikan dugaan keterlibatan Ormas terlarang di sekolah tersebut. Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo mengatakan pihaknya tidak menemukan hubungan antara pengibaran bendera Tauhid tersebut dengan Ormas terlarang.

Sementara, Kepala Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Bunnaya, Muhammad Rifai mengatakan bahwa sekolah yang ia pimpin sama dengan sekolah lainnya di Pekanbaru, dan sama sekali tidak terlibat Ormas dilarang pemerintah.

"Sekolah kita tidak terlibat dengan Ormas yang dilarang pemerintah. Kita selalu mengundang Babinsa (TNI) untuk beragam kegiatan, seperti terakhir kemarin Kemah Pramuka," katanya.

Tak hanya itu, berbagai kegiatan lainnya juga rutin diadakan sekolah dasar ini. Seperti setiap Senin SDIT tersebut menggelar upacara bendera, layaknya sekolah lain di Indonesia. Namun, dia menekankan bahwa SDIT Bunnaya secara khusus menekankan pembentukan karakter siswa dan siswinya berkonsep Islami.

Seperti terdapat program penghafalan lima Juz Al-qur'an yang ditargetkan sebelum lulus. Bahkan SDIT juga mendukung para siswa dan siswinya aktif dikegiatan ekstrakulikuker. "Saat ini total jumlah siswa dan siswi kita mencapai 480 murid. Dimana beberapa diantaranya ada yang berprestasi, seperti juara pencak silat, kemudian O2SN dan lainnya," pungkasnya.***(rul)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
PIALA DUNIA 2018 AGENS128
Aku mau kenalin Game Bola Online Piala Dunia. Buat kamu para pecinta sepakbola dimanapun kamu berada. Disitus ini kamu bisa main Game Bola Online Piala Dunia dan juga banyak Game Online menarik lainya Selain itu kamu juga bisa dapatkan banyak bonus main di situs ini. link

ANAPOKER.com
ANAPOKER game online yang lagi hitz dan banyak dimainin anak-anak muda sekarang lho, Kamu Jangan takut, game Online yang satu ini Aman dan Mudah dimainin Kok. Caranya mainnya juga gampang, langsung ke webnya aja link


loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Lulus Sangat Memuaskan,
Kepsek SMAN 1 Pekanbaru Resmi Sandang Doktor dari Universitas Riau

- 9 Orang dari 5 Kabupaten Terima Beasiswa Instiper PT RAPP
- ‎Hasil Koordinasi Mahasiswa, Pemkab Siap Dukung Program IPR Yogyakarta Komisariat Rohul
- Murid Baru, Seragam Sekolah Jutaan Rupiah Manuai Kontroversi di Bengkalis
- Bantu Atasi Darurat Sekolah, Masyarakat Duri Timur Sediakan Rombel Kelas Jauh SMA
- Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris,
Lexie Trainings Berikan Pelatihan bagi Guru-guru SMA Dharma Loka

- Gelar Reuni Akbar,
Sekda Pelalawan Jadi Ketua Umum Alumni SMA Angkatan 86 Kota Selatpanjang



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com