Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Kamis, 24 Januari 2019 10:11
Menjabat Sampai 19 Februari, Gubri Mulai Bicara Perpisahan

Kamis, 24 Januari 2019 09:37
Terlibat Pembunuhan Sadis, Kades dan Sekdes di Pelalawan Mulai Disidang

Kamis, 24 Januari 2019 09:30
Tanam 202 Pohon, Gubri Berharap Banyak Burung Berumah di Gedung Daerah

Rabu, 23 Januari 2019 22:29
113 Tim Ikutu Turnamen Bola Voli Pakai Kain Sarung HUT Kabupaten Kampar ke-69

Rabu, 23 Januari 2019 22:22
Empat Unit Bus Sekolah Gratis Siap Layani Pelajar di Bangkinang Sekitarnya

Rabu, 23 Januari 2019 22:16
Daya Listrik Berkurang, PLN Bengkalis Terus Gesa Perbaikan Mesin Rusak

Rabu, 23 Januari 2019 21:50
Peluncuran Program DMIJ Plus Terintegrasi, Bupati Inhil Ungkap Telah Siapkan Berbagai Terobosan

Rabu, 23 Januari 2019 21:07
Dugaan Perselingkuhan Oknm DPRD Kuansing,
Keluarga Terlapor Sempat Minta Mencabut Pengaduan


Rabu, 23 Januari 2019 20:58
Berbagai Gelaran Disiapkan Panitia Imlek Bersama Sambut Perayaan Imlek 2019

Rabu, 23 Januari 2019 20:53
Polsek Ukui Gagalkan Mobil Truk Pengangkut 'Illog'


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 12 April 2018 16:59
Disdik Pekanbaru Bantah Adanya Sekolah Terlibat Ormas Terlarang

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru bantah adanya sekolah di kota Pekanbaru yang terlibat Organisasi Masyarakat (Ormas) terlarang.

Riauterkini- PEKANBARU - Setelah sebelumnya masyarakat dihebohkan dengan unggahan video yang berisi pengibaran bendera berwarna hitam bertuliskan kalimat Tauhid oleh siswa sekolah dasar, Disdik Pekanbaru bantah adanya sekolah yang terlibat dengan ormas terlarang di kota Bertuah. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdik Pekanbaru, Drs Darisman, Rabu (11/04/18) kemarin.

"Kita terus melakukan pengawasan dan sejauh ini tidak ada sekolah terutama sekolah dasar terlibat Ormas terlarang," tegasnya.

Sementara, beberapa waktu lalu, masyarakat Pekanbaru dihebohkan dengan viralnya sebuah video berdurasi sekitar 38 detik di media sosial. Video tersebut direkam di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Bunnaya, Pekanbaru.

Video itu menggambarkan seorang siswa berseragam pramuka sedang mengibarkan bendera warna hitam dengan tulisan kalimat Tauhid. Dengan tersebarnya video tersebut, sejumlah kalangan sempat menilai bahwa bendera itu mirip dengan bendera Ormas HTI yang telah dibubarkan oleh Pemerintah.

Namun, Darisman menegaskan bahwa bendera yang dikibarkan oleh salah seorang siswa yang juga penghapal Al-Quran atau Hafiz tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan lambang Ormas terlarang.

"Kita tidak menemukan unsur-unsur keterlibatan Ormas terlarang atau kesengajaan di sekolah tersebut. Begitu juga di seluruh Pekanbaru, terus kita lakukan pengawasan dan sejauh ini tidak ada SD terlibat Ormas tertentu," jelasnya.

Darisman menghimbau, agar masyarakat tak lagi khawatir dengan informasi tersebut. Sebab, kebenarannya belum tidak terbukti.

Hal senada juga ditegaskan Kepolisian Daerah Riau yang saat itu turut melakukan penyelidikan dugaan keterlibatan Ormas terlarang di sekolah tersebut. Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo mengatakan pihaknya tidak menemukan hubungan antara pengibaran bendera Tauhid tersebut dengan Ormas terlarang.

Sementara, Kepala Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Bunnaya, Muhammad Rifai mengatakan bahwa sekolah yang ia pimpin sama dengan sekolah lainnya di Pekanbaru, dan sama sekali tidak terlibat Ormas dilarang pemerintah.

"Sekolah kita tidak terlibat dengan Ormas yang dilarang pemerintah. Kita selalu mengundang Babinsa (TNI) untuk beragam kegiatan, seperti terakhir kemarin Kemah Pramuka," katanya.

Tak hanya itu, berbagai kegiatan lainnya juga rutin diadakan sekolah dasar ini. Seperti setiap Senin SDIT tersebut menggelar upacara bendera, layaknya sekolah lain di Indonesia. Namun, dia menekankan bahwa SDIT Bunnaya secara khusus menekankan pembentukan karakter siswa dan siswinya berkonsep Islami.

Seperti terdapat program penghafalan lima Juz Al-qur'an yang ditargetkan sebelum lulus. Bahkan SDIT juga mendukung para siswa dan siswinya aktif dikegiatan ekstrakulikuker. "Saat ini total jumlah siswa dan siswi kita mencapai 480 murid. Dimana beberapa diantaranya ada yang berprestasi, seperti juara pencak silat, kemudian O2SN dan lainnya," pungkasnya.***(rul)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
PIALA DUNIA 2018 AGENS128
Aku mau kenalin Game Bola Online Piala Dunia. Buat kamu para pecinta sepakbola dimanapun kamu berada. Disitus ini kamu bisa main Game Bola Online Piala Dunia dan juga banyak Game Online menarik lainya Selain itu kamu juga bisa dapatkan banyak bonus main di situs ini. link

ANAPOKER.com
ANAPOKER game online yang lagi hitz dan banyak dimainin anak-anak muda sekarang lho, Kamu Jangan takut, game Online yang satu ini Aman dan Mudah dimainin Kok. Caranya mainnya juga gampang, langsung ke webnya aja link


loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Pelajar di Kampar Ditangkap Polisi Karena Hamili Pacar, Korban Dikeluarkan dari Sekolah 
- Disdik Pekanbaru Dukung Wacana Perekrutan PPPK
- Ipermakusi Sumbar Goes to Scool SMA di Kuansing
- Bupati Bengkalis: Jangan 'Sunat' Bantuan Kesejahteraan Guru Honor Madrasah
- Meski Runner Up, Siswa MTs Simandolak Tetap Bangga Terima Piala Kantor Kemenag Kuansing
- Mahasiswa Berprestasi, Nada Cindy Dapat 1000 Dolar Singapura dari Menko Kemaritiman
- Kominfo Bengkalis Koreksi Data,
Ternyata Bantuan Kesejahteraan Guru Madrasah Hanya Naik 12,83 Persen



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com