Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 23 Maret 2019 21:10
Bupati Bengkalis Buka Turnamen Sepakbola Antar Pelajar di Duri

Sabtu, 23 Maret 2019 20:31
PJC Pekanbaru Semangati Wartawan Bengkalis Untuk Sajikan Berita Yang Santun dan Menarik

Sabtu, 23 Maret 2019 15:02
UKW PWI Riau 2019 Berjalan Sukses

Sabtu, 23 Maret 2019 14:57
2019, DAK Fisik dan ADD Kuansing Meningkat

Sabtu, 23 Maret 2019 11:10
Ternyata Asri Auzar Sudah Minta DPRD Riau Ganti Waka Dedet

Sabtu, 23 Maret 2019 06:52
Tinggal Pakaian di Badan, Rumah Warga Kubu Babussalam Rohil Terbakar

Jum’at, 22 Maret 2019 21:50
‎Buka MTQ XIX Kecamatan Rambah, Sekda Rohul Mengajak Masyarakat Bumikan Alqur'an

Jum’at, 22 Maret 2019 19:05
Program 100 Hari Kerja, Bupati Inhil Hadiri Pembukaan Operasi Katarak Gratis di RSUD Puri Husada

Jum’at, 22 Maret 2019 18:27
Gubri Resmikan Masjid Al Anshor, Wakaf Mantan Bupati Siak Arwis AS

Jum’at, 22 Maret 2019 17:35
Bengkalis Komit Tingkatkan Kapabilitas dan Kapasitas APIP


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 26 Mei 2018 19:12
Terbentur Anggaran, Hasil UN SMP Inhu 2018 Terpuruk di Posisi 10

Faktor anggaran jadi pemicu buruknya hasil UN tingkat SMP di Inhu tahun ini. Hanya berada di peringkat 10.

Riauterkini-RENGAT-Faktor anggaran menjadi pemicu, hasil Ujian Nasional (UN) tingkat SMP sederajat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tahun 2018 yang hanya berada diposisi 10 dari Kabupaten/Kota yang ada di Propinsi Riau.

Terpuruknya hasil UN SMP sederajat Kabupaten Inhu 2018 akibat terbentur anggaran, hingga hanya menempati posisi 10 dari Kabupaten/Kota yang ada di Propinsi Riau. Disampaikan Kadisdik Inhu Ujang Sudrajat, saat dikonfirmasi Sabtu (26/5/18) melalui pesan WA yang dikirimnya.

"Pada tahun ini beberapa sekolah kurang intensif dalam melaksanakan Tryout (Uji Coba) UN dikarenakan keterbatasan anggaran dana Bos dan dilarang melakukan pungutan dari orang tua, sehingga berpengaruh terhadap kesiapan siswa dalam menghadapi UN," tegasnya.

Selain itu guru-guru mata pelajaran UN yang tergabung dalam MGMP juga tidak melaksanakan kegiatan bedah SKL, karena tidak ada bantuan anggaran dari pemerintah sehingga guru-guru tidak menyusun soal-soal uji coba yang baru sebagai sarana latihan bagi siswa. Ungkapnya.

Ditambahkanya, perolehan nilai UN yang rendah umumnya terjadi pada sekolah swasta, sekolah satu atap, sekolah marginal, dan sekolah terbuka yang jumlahnya cukup banyak di Inhu, dimana pada sekolah tersebut masih belum didukung oleh fasilitas dan tenaga pendidik yang memadai.

"Sesuai arahan Mendikbud, Inhu selalu menanamkan prinsip kepada seluruh sekolah dan peserta ujian agar mengutamakan integritas dan kejujuran, sehingga selama proses UN siswa dilarang keras nyontek dan guru maupun pengawas dilarang membantu siswa menjawab soal ujian," ujarnya.

Walau hasil UN SMP Inhu berada pada rangking 10, namun prestasi nilai siswa sekolah negeri di Inhu relatif meningkat dari tahun sebelumnya, banyak siswa yg meraih nilai diatas 300 (diatas rata-rata Provinsi). Hal ini juga didukung oleh 6 SMPN Inhu yang sudah melaksanakan UNBK.

"Ranking tersebut didasarkan pada rata-rata perolehan nilai UN 4 mata pelajaran, dimana jumlah nilai dibagi jumlah siswa dari seluruh sekolah SMP/MTs Negeri dan Swasta se-Inhu," jelasnya. *** (guh)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Lantik PGRI Pangkalan Kuras,Bupati Harris Minta Guru Kuasai Teknologi Informasi
- Soal Demo Guru SD dan SMP,
Kadisdik Pekanbaru: Ini Merugikan Diri Sendiri dan Siswa

- Soal Demo Guru SD dan SMP,
Dewan: Tak Berpihak, Perwako tentang Tunjangan Bisa Turunkan Kualitas Pendidik

- Di Hadapan Kadisdik Riau, Siswa Pemukul Kepsek di Inhu Berdamai
- 11 Miliar Lebih Dana BOS Pelalawan Sudah Dicairkan
- Raih Doktor di UMM, Dekan FIK UMRI Diselamati Ketua DPRD Riau
- Kepala BKD Minta Guru PPT Korban Penipuan Lapor Polisi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com