Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 26 September 2018 16:13
Ketua DPRD Rohul Minta Para Peminat Tes CPNS 2018 Giat Belajar

Rabu, 26 September 2018 16:04
Warga Kelurahan Kota Bengkalis Terima Bantuan Sembako Dinsos

Rabu, 26 September 2018 16:00
‎Sah, DPC Partai Gerinda Ajukan Syamsul Akmal sebagai Calon Wabup Rohul

Rabu, 26 September 2018 15:57
Genjot Program Sejuta Rumah, BNI Gelar 1.046 Akad Kredit Massal

Rabu, 26 September 2018 15:55
Kajati: Jaksa Agung Dua Kali Tanya Soal Ganti Lahan Tol

Rabu, 26 September 2018 14:58
‎DKPP Rohul Fokus Berantas Stunting dan Tingkatkan Produksi Benih Ikan

Rabu, 26 September 2018 14:53
Mantan Kadisbun Riau, Terpidana Korupsi Kebun K2i Jalani Sidang PK

Rabu, 26 September 2018 14:37
Peringati HUT ke-63 Lalu Lintas Bhayangkara, Satlantas Polres Rohul Gelar Tour De Rohul 2018

Rabu, 26 September 2018 14:33
Ini Empat Program Dispora Pekanbaru Majukan Pemuda dan Olahraga

Rabu, 26 September 2018 14:27
Dispora Pekanbaru Komit Wujudkan Kota Layak Pemuda


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 30 Mei 2018 15:29
PPBD Tingkat SD Tahun Ajaran Baru,
Anak Dibawah Tujuh Tahun Wajib Lamprikan Hasil Uji Psikolog


Penerimaan siswa baru tingkat SD akan dimulai pada 2 Juli mendatang. Calon siswa yang berusia di bawah tujuh tahun, harus menyertakan hasil uji psikolog.

Riauterkini-PEKANBARU - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru telah mengumunkan bahwa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SD tahun ajaran 2018/2019 akan dimulai tanggal 2 Juli mendatang. Bagi walimurid yang ingin menyekolahkan anaknya di usia 6 tahun, walimurid diwajibkan melampirkan hasil uji psikolog.

Kepala Disdik Pekanbaru, Abdul Jamal melalui Kabid SD Disdik, Darisman, mengatakan dalam penerimaan siswa SD diprioritaskan calon siswa yang sudah berumur 7 tahun. Hal tersebut sudah sesuai Peraturan Menteri (Permen) Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, nomor 17 tahun 2017, tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

"Kita juga telah mendapatkan Juknis dari pusat dan arahan dari Pak Kadis, anak yang masuk SD tahun ini umurnya wajib 7 tahun. Nanti ada kita rangkingkan berdasarkan umur mereka jika ada kisaran 6.5 hingga 7 masih kita terima. Nah bagi anak yang umurnya 6 tahun wajib mendapatkan rekomendasi dari psikolog," kata Darisman, Rabu (30/5/2018).

Dikatakannya, siswa yang masuk SD namun belum sesuai dengan umur yang ditetapkan, sistem data pusat tidak akan menerima atau merekam, sehingga anak tersebut tidak tercatat dan mendapatkan nomor induk siswa nasional. Terkecuali usia 6 tahun per 2 Juli tetapi memenuhi syarat dimaksud.

Lebih lanjut di jelaskanya, ada beberapa alasan mengapa usia masuk SD ditetapkan 7 tahun dan minimal 6 tahun dengan catatan, yakni mengenai aspek fisik, dimana pada usia 7 tahun, anak dianggap paling siap secara fisik. Contohnya saat memegang pensil misalnya, anak sudah lebih mampu jika harus menulis sendiri tanpa bantuan orang dewasa. ***(dan)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Sepekan Berlalu, Pemutusan Listrik di SMPN 8 Mandau Belum Ada Solusi
- Krisis Air Bersih, Toilet SMPN 10 Mandau Berbau dan Kotor
- ..Rusak Parah, Pelajar di Bengkalis Ini Berinisiatif Goro Perbaiki Jalan
- Kepsek Pindah, Ijazah 2017 Sebuah SD di Pelalawan Belum Diteken
- Mahasiswa PCR Ciptakan Sepeda Listrik untuk Penyandang Disabilitas
- Tak Ada Kantor dari Pemerintah, Korwil Pendidikan KHS Ngantor di Rumah
- 81 Guru dan Siswa di Pelalawan Ikuti Pelatihan Menulis Sagusabu


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com