Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 25 Mei 2019 21:23
Hadapi Persaingan Global, Peradi Pekanbaru Siapkan Advokat Menguasi Bahasa Inggris

Sabtu, 25 Mei 2019 20:20
Tim PKM Edu-PHOTSIC Universitas Riau Show di SMAN 2 Siak Hulu

Sabtu, 25 Mei 2019 16:14
Kasat Lantas Cek Kesiapan Personel dan Kendaraan Dinas Jelang Idul Fitri 2019

Sabtu, 25 Mei 2019 16:09
Wisuda UIR Periode II Tahun 2019, Hermanto Duduki Pemuncak Tingkat Universitas

Sabtu, 25 Mei 2019 14:54
Nikmati 4Gpluskuat Saat Berbuka Puasa

Sabtu, 25 Mei 2019 14:02
Bupati Harapkan Program Listrik Desa di Inhil Dapat Digesa

Sabtu, 25 Mei 2019 13:11
Tanpa Dana Desa, Pembangunan Tak Kan Merata di Kuansing

Sabtu, 25 Mei 2019 13:08
Berbagi Kebahagiaan, PT Rifan Financindo Berjangka Pekanbaru Santuni Puluhan Anak Yatim

Sabtu, 25 Mei 2019 07:19
Bupati Kampar Lantik 11 Pejabat Eselon II

Jum’at, 24 Mei 2019 22:02
Imigrasi Bengkalis Santuni Anak Panti Asuhan


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 30 Mei 2018 15:29
PPBD Tingkat SD Tahun Ajaran Baru,
Anak Dibawah Tujuh Tahun Wajib Lamprikan Hasil Uji Psikolog


Penerimaan siswa baru tingkat SD akan dimulai pada 2 Juli mendatang. Calon siswa yang berusia di bawah tujuh tahun, harus menyertakan hasil uji psikolog.

Riauterkini-PEKANBARU - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru telah mengumunkan bahwa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SD tahun ajaran 2018/2019 akan dimulai tanggal 2 Juli mendatang. Bagi walimurid yang ingin menyekolahkan anaknya di usia 6 tahun, walimurid diwajibkan melampirkan hasil uji psikolog.

Kepala Disdik Pekanbaru, Abdul Jamal melalui Kabid SD Disdik, Darisman, mengatakan dalam penerimaan siswa SD diprioritaskan calon siswa yang sudah berumur 7 tahun. Hal tersebut sudah sesuai Peraturan Menteri (Permen) Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, nomor 17 tahun 2017, tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

"Kita juga telah mendapatkan Juknis dari pusat dan arahan dari Pak Kadis, anak yang masuk SD tahun ini umurnya wajib 7 tahun. Nanti ada kita rangkingkan berdasarkan umur mereka jika ada kisaran 6.5 hingga 7 masih kita terima. Nah bagi anak yang umurnya 6 tahun wajib mendapatkan rekomendasi dari psikolog," kata Darisman, Rabu (30/5/2018).

Dikatakannya, siswa yang masuk SD namun belum sesuai dengan umur yang ditetapkan, sistem data pusat tidak akan menerima atau merekam, sehingga anak tersebut tidak tercatat dan mendapatkan nomor induk siswa nasional. Terkecuali usia 6 tahun per 2 Juli tetapi memenuhi syarat dimaksud.

Lebih lanjut di jelaskanya, ada beberapa alasan mengapa usia masuk SD ditetapkan 7 tahun dan minimal 6 tahun dengan catatan, yakni mengenai aspek fisik, dimana pada usia 7 tahun, anak dianggap paling siap secara fisik. Contohnya saat memegang pensil misalnya, anak sudah lebih mampu jika harus menulis sendiri tanpa bantuan orang dewasa. ***(dan)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Tim PKM Edu-PHOTSIC Universitas Riau Show di SMAN 2 Siak Hulu
- Wisuda UIR Periode II Tahun 2019, Hermanto Duduki Pemuncak Tingkat Universitas
- Mahasiswa UR Taja Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa di SMA Negeri Pintar Provinsi Riau
- Guru, Wali Murid dan Pelajar SMAN 2 Bengkalis Santuni Anak Yatim dan Anak Kurang Mampu Belasan Juta Rupiah
- Gedung Baru SDN 019 Air Hitam,Kuansing Diresmikan
- 10 Tahun Terbengkalai, Pemkab Siak Kembali Lanjutkan Pembangunan SDN 01 di 2020
- Gencar Ditolak, Kamenag Kuansing Bahas Pergantian Kepala MAN 1 Telukkuantan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com