Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Senin, 24 September 2018 23:10
Walikota Pekanbaru Intruksikan Camat dan Lurah Sosialisasikan BPJS Ketenagakerjaan

Senin, 24 September 2018 22:05
Mengantar Purna Tugas Gubri, Bupati Kampar Didaulat Menyampaikan Pesan dan Kesan

Senin, 24 September 2018 21:03
Lakalantas Meski Tempuh Jalur Damai, Warga Bengkalis Ini Tetap Jalani Proses Hukum

Senin, 24 September 2018 20:38
Aksi Heroik Basarnas Selamatkan Warga Dalam Bencana Gempa 7,0 SR di Cibubur

Senin, 24 September 2018 20:33
Tak Menjabat Lagi, Arsyadjuliandi Rachman Disebut Sukses di Bidang Infrastruktur

Senin, 24 September 2018 20:00
Kolam Taman Jalur Jadi Sasaran Tempat Pembuangan Sampah

Senin, 24 September 2018 19:32
Hewan Penular Rabies di Bengkalis Divaksin Besok

Senin, 24 September 2018 19:29
Sebagai Saksi Dugaan Tipikor MNS, KPK Periksa Direktur Utama PT Merangin Karya Sejati

Senin, 24 September 2018 19:09
Lima Proyek Strategis Pemprov Riau Deviasi Plus

Senin, 24 September 2018 18:59
Ketua DPRD Pelalawan Siap Perjuangkan Uang Transportasi Guru Bantu Provinsi


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 30 Mei 2018 15:29
PPBD Tingkat SD Tahun Ajaran Baru,
Anak Dibawah Tujuh Tahun Wajib Lamprikan Hasil Uji Psikolog


Penerimaan siswa baru tingkat SD akan dimulai pada 2 Juli mendatang. Calon siswa yang berusia di bawah tujuh tahun, harus menyertakan hasil uji psikolog.

Riauterkini-PEKANBARU - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru telah mengumunkan bahwa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SD tahun ajaran 2018/2019 akan dimulai tanggal 2 Juli mendatang. Bagi walimurid yang ingin menyekolahkan anaknya di usia 6 tahun, walimurid diwajibkan melampirkan hasil uji psikolog.

Kepala Disdik Pekanbaru, Abdul Jamal melalui Kabid SD Disdik, Darisman, mengatakan dalam penerimaan siswa SD diprioritaskan calon siswa yang sudah berumur 7 tahun. Hal tersebut sudah sesuai Peraturan Menteri (Permen) Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, nomor 17 tahun 2017, tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

"Kita juga telah mendapatkan Juknis dari pusat dan arahan dari Pak Kadis, anak yang masuk SD tahun ini umurnya wajib 7 tahun. Nanti ada kita rangkingkan berdasarkan umur mereka jika ada kisaran 6.5 hingga 7 masih kita terima. Nah bagi anak yang umurnya 6 tahun wajib mendapatkan rekomendasi dari psikolog," kata Darisman, Rabu (30/5/2018).

Dikatakannya, siswa yang masuk SD namun belum sesuai dengan umur yang ditetapkan, sistem data pusat tidak akan menerima atau merekam, sehingga anak tersebut tidak tercatat dan mendapatkan nomor induk siswa nasional. Terkecuali usia 6 tahun per 2 Juli tetapi memenuhi syarat dimaksud.

Lebih lanjut di jelaskanya, ada beberapa alasan mengapa usia masuk SD ditetapkan 7 tahun dan minimal 6 tahun dengan catatan, yakni mengenai aspek fisik, dimana pada usia 7 tahun, anak dianggap paling siap secara fisik. Contohnya saat memegang pensil misalnya, anak sudah lebih mampu jika harus menulis sendiri tanpa bantuan orang dewasa. ***(dan)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- ..Rusak Parah, Pelajar di Bengkalis Ini Berinisiatif Goro Perbaiki Jalan
- Kepsek Pindah, Ijazah 2017 Sebuah SD di Pelalawan Belum Diteken
- Mahasiswa PCR Ciptakan Sepeda Listrik untuk Penyandang Disabilitas
- Tak Ada Kantor dari Pemerintah, Korwil Pendidikan KHS Ngantor di Rumah
- 81 Guru dan Siswa di Pelalawan Ikuti Pelatihan Menulis Sagusabu
- Bantu UKM, Mahasiswa PCR Buat Mesin Pengupas Pinang
- Peduli Pendidikan, Polsek Gaung Bantuan Anak Yatim Piatu


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com