Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 20 Juli 2018 13:56
....

Jum’at, 20 Juli 2018 13:50
Wabup H. Halim Minta Tepian Bandaro Lelo Budi Dinormalisasi

Jum’at, 20 Juli 2018 12:42
Gubernur Papua Bawa Rombongan Bupati ke Kepulauan Meranti

Jum’at, 20 Juli 2018 11:31
Nestapa Bupati Bengkalis, Sekedar Saksi Korupsi tapi Uangnya Rp1.9 Miliar Disita KPK

Jum’at, 20 Juli 2018 11:28
Dikejar Pemiliknya, Kawanan Maling Tinggalkan Mobil Warga Kuansing

Jum’at, 20 Juli 2018 10:50
Razia Cafe Remang-Remang, 13 Wanita Diamankan Polsek Singingi

Jum’at, 20 Juli 2018 10:44
Tim Buser Polsek Pangkalan Kuras Tangkap Dua Pelaku Jambret

Jum’at, 20 Juli 2018 06:59
Demo Berujung Anarkhis, Giliran Kakansatpol PP Kampar Dilaporkan ke Polisi

Jum’at, 20 Juli 2018 06:55
Hasil Labor Pastikan 122 Warga Kampar Keracunan Bakteri Echoli di Makanan Pesta Nikah

Kamis, 19 Juli 2018 21:20
Dermaga Objek Wisata Air Terjun Tujuh Tingkat Batang Koban Segera dibangun


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 5 Juli 2018 19:24
Transparansi Tim Seleksi Kemenag Ri Dipertanyakan,
Tak Satupun Siswa Riau Lulus Beasiswa di Al Azhar Kairo


Tak seorangpun siswa asal Riau yang lolos seleksi beasiswa Universitas Al Azhar, Kairo. Padahal yang ikut seleksi tak kurang dari 700 santri.

Riauterkini-PEKANBARU- Anggota DPRD Riau dari PKS, Markarius Anwar pertanyakan transparansi tim seleksi Kemenag RI dalam penerimaan beasiswa kuliah di Universitas al-Azhar, Kairo yang sama sekali tidak meluluskan mahasiswa asal Riau.

"Dari 700 santri yang mengikuti seleksi di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska), tidak ada satu pun yang lulus. Ini ada apa?," tanya Markarius Anwar kepada wartawan, Kamis (05/06/18).

Ia pun menduga ada permainan yang dilakukan oleh oknum tertentu dalam persoalan ini. Pihaknya juga telah menemukan beberapa bukti dari beberapa keanehan, salah satunya sebelum pengumuman kelulusan siswa beredar di website, hanya halaman satu yang lulus non beasiswa.

"Sekarang ini, persis yang resmi di website, cuma halaman pertama aja. Berarti ada yang megang datanya dan ada keanehan lainnya. Ini terkait harga diri kita, kok tak satu pun santri kita nilainya tidak sampai standar, apa begitu rendahnya kualitas pendidikan di Riau dan Sumbar. Karena yang mengikuti ujian kemarin itu ada yang dari sumbar juga," terangnya.

Untuk itu, pihaknya dalam waktu dekat akan mempertanyakan hal ini langsung ke Kemenag RI. Hal ini sekaligus supaya panitia penyelenggara bisa terhindar dari tuduhan-tuduhan yang disampaikan.

"Ini berkaitan menjaga kepercayaan terhadap UIN suska Riau dan cita-cita mulia para santri untuk menuntut ilmu agama. Tentu hal ini harus kita dukung selalu," tutupnya. ***(ary)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- 9 Orang dari 5 Kabupaten Terima Beasiswa Instiper PT RAPP
- ‎Hasil Koordinasi Mahasiswa, Pemkab Siap Dukung Program IPR Yogyakarta Komisariat Rohul
- Murid Baru, Seragam Sekolah Jutaan Rupiah Manuai Kontroversi di Bengkalis
- Bantu Atasi Darurat Sekolah, Masyarakat Duri Timur Sediakan Rombel Kelas Jauh SMA
- Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris,
Lexie Trainings Berikan Pelatihan bagi Guru-guru SMA Dharma Loka

- Gelar Reuni Akbar,
Sekda Pelalawan Jadi Ketua Umum Alumni SMA Angkatan 86 Kota Selatpanjang

- Sistem Zonasi Bikin Calon Siswa Jalur Prestasi dan Luar Kota di Duri Gigit Jari


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com