Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 19 Januari 2019 19:48
Sasar Kaum Milenial, Luno Taja Edukasi Investasi Aset Kripto di Pekanbaru

Sabtu, 19 Januari 2019 18:27
Disaksikan Wagub Terpilih, Sekdaprov Kukuhkan Ketua LAKTA

Sabtu, 19 Januari 2019 18:24
Adipura Bengkalis Kota Kecil Terbersih Akan Diarak Keliling dan Gelar Syukuran

Sabtu, 19 Januari 2019 15:51
Bupati Bengkalis: Jangan 'Sunat' Bantuan Kesejahteraan Guru Honor Madrasah

Sabtu, 19 Januari 2019 15:47
Satlantas Polres Kuansing Deklarasikan MRSF

Sabtu, 19 Januari 2019 15:38
Polres Rohil Hadiri Pertemuan Silarurrahmi PWI Rohil

Sabtu, 19 Januari 2019 14:05
Pemkab Inhil Audiensi ke Kemenristek Dikti,
Pusat Akan Jadikan Inhil Kluster Kelapa Nasional


Sabtu, 19 Januari 2019 14:01
Satu 'Kurir' Sabu 10 Kg di Bengkalis Bebas dari Pidana Mati

Jum’at, 18 Januari 2019 21:51
Pemkab Kuansing Jajaki Kerjasama Membatik ke Balai Industri Padang

Jum’at, 18 Januari 2019 21:34
Belum Miliki Identitas, Seribuan Napi Lapas Bengkalis Jadi Target Rekam KTP El


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 6 Juli 2018 20:06
Duri, Bengkalis Darurat Sekolah, Tokoh Masyarakat Durtim Warning Sistem Zonasi

Sistem zonasi yag diterapkan dunia pendidikan dinilai mempersulit para siswa memilih sekolah. Masyarakat Duri mengeluhkan hal ini. Pemerintah diminta segea mengambil tindakan.

Riauterkini - DURI - Semakin runyamnya kondisi Kota Duri, Kecamatan Mandau, Bengkalis pasca Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem yang Zonasi yang telah ditetapkan Pemerintah. Minimnya sekolah dan membludaknya calon murid membuat ribuan masyarakat yang antusias menyekolahkan buah hatinya namun tak kesampaian membuat masyarakat geram. Sebahagian besar masyarakat menuding sistem zonasi itu semakin membuat susah masyarakat.

. Seperti diungkapkan salah seorang tokoh masyarakat (Tomas) Kelurahan Duri Timur (Durtim), Novi Syafrizal. Menurutnya, kondisi darurat sekolah yang kini terjadi di Kota minyak harus segera diatasi Pemerintah, khususnya di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) yang merupakan gawe Pemerintah Propinsi Riau, jika tidak ingin terjadi preseden buruk.

"Pemerintah harus segera mengambil kebijakan jika tidak ingin kondisi semakin runyam. Pemerintah harus bertanggung jawab dengan program yang telah dibuat. Semestinya instropeksi diri dulu sebelum membuat aturan. Lengkapi fasilitas dan lainnya. Ibarat jangan bangun dulu baru dirancang dengan kesan terbalik," ujarnya.

Dikatakan Novi, sistem Zonasi yang dibuat saat ini sangat melemahkan tingkat kemauan belajar anak, dengan tidak harus belajar juga bisa masuk sekolah favorit karena terbantu zonasi lingkingan dan yang benar benar cerdas terabaikan dengan tidak masuk zonasi lingkungan.

" Negeri ini berjiwa Kompetisi dan tidak cengeng dengan sistem Zonasi. Cukup tahun ini saja sistem seperti ini dan dihimbau kepada masyarakat yang dirugikan dengan program ini agar dapat menahan diri, tidak anarkis. Percayakan kepada orang orang yang bertanggung jawab dengan sistem ini,"pesannya.

Seperti diketahui, akibat sistem Zonasi yang diterapkan Pemerintah, sejumlah Kelurahan dengan penduduk yang tidak sedikit harus gigit jari dikerenakan tidak masuk dalam sistem Zonasi. Kelurahan Duri Timur, Duri Barat, Babussalam dan Pemetang Pudu yang dikawasannya tak memiliki sekolah terpaksa gigit jari menerima kenyataan tersebut. Bahkan, sejumlah masyarakat yang menginginkan anaknya tetap sekolah sesuai program pemerintah wajib belajar berniat melakukan aksi protes dengan menggembok sekolah hingga mendirikan tenda menginap di sejumlah sekolah yang ada di Kota Duri, Kecamatan Mandau, Bengkalis.*(hen)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Bupati Bengkalis: Jangan 'Sunat' Bantuan Kesejahteraan Guru Honor Madrasah
- Meski Runner Up, Siswa MTs Simandolak Tetap Bangga Terima Piala Kantor Kemenag Kuansing
- Mahasiswa Berprestasi, Nada Cindy Dapat 1000 Dolar Singapura dari Menko Kemaritiman
- Kominfo Bengkalis Koreksi Data,
Ternyata Bantuan Kesejahteraan Guru Madrasah Hanya Naik 12,83 Persen

- Tuntut Rektor Jelaskan Soal UKT, Puluhan Mahasiswa UIN Suska Riau Gelar Demo
- Alhamdulillah ! Bantuan Guru Madrasah di Bengkalis 2019 Naik 49,01 Persen
- ‎Batalkan Dana Tambahan,
Mahasiswa Soroti Pemprov Riau Bangun Gedung Polda dan Kejati Pakai APBD



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com