Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Senin, 27 Mei 2019 17:37
ITA Riau Buka Puasa Ramadhan Bersama Seluruh ‎Korwil di Pekanbaru

Senin, 27 Mei 2019 17:33
KONI dan TRU Pekanbaru Gelar Lomba Lari 2019

Senin, 27 Mei 2019 17:01
Jelang Arus Mudik Balik, Kapolres Bengkalis Sidak Armada Roro

Senin, 27 Mei 2019 16:57
Sah, Paripurna Istimewa DPRD Riau Lantik Asri Auzar Sebagai Wakil Ketua

Senin, 27 Mei 2019 16:38
Bawaslu Riau Minta Bawaslu Kota Berikan Laporan Hasil Pemilu 2019

Senin, 27 Mei 2019 16:33
Program Kemitraan PT CPI dengan Universitas di Riau,
URP Beri Peluang Mahasiswi UIR di Korsel


Senin, 27 Mei 2019 15:23
H-7 Sampai H+7 Lebaran, BPJS Kesehatan Pastikan Masyarakat Tetap Dilayani

Senin, 27 Mei 2019 15:18
Pemerintahan MH Raih WTP ke-8 Kalinya

Senin, 27 Mei 2019 15:13
Ramadhan, Ratusan Warga Binaan Lapas Bengkalis Ikuti Kegiatan Religi

Senin, 27 Mei 2019 14:43
1.788 Napi di Riau Terima Remisi Idul Fitri


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 6 Juli 2018 20:26
Mulai Munculkan Masalah, Sistem Zonasi PPDB Perlu Kebijakan Lebih Lanjut

Sistem zonasi dalam penerimaan siswa baru tahun ini menimbulkan masalah di banyak daerah. Komisi V DPRD Riau meminta pihak terkait mengambil tindakan untuk mengatasinya.

Riauterkini-PEKANBARU- Penerapan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 di Riau mulai munculkan sejumlah masalah baru. Komisi V DPRD Riau yang juga membidangi pendidikan angkat bicara.

"Pasti penuh masalah. Perlu kebijakan lebih lanjut terkait sistem zonasi PPDB ini," kata Aherson, Ketua Komisi V DPRD Riau kepada wartawan, Jumat (06/07/18).

Persoalan yang dimaksud seperti, kapasitas sekolah yang kemungkinan berdiri di zona yang padat penduduk dan sekolah yang berkapasitas besar berada di zona dengan kepadatan penduduk sedikit, akan kekurangan siswa.

"Tidak hanya itu, siswa-siswa SMP yang sebelumnya belajar di luar kota, juga akan direpotkan dan mengalami masalah jika harus balik kampung untuk melanjutkan SMA," ungkap politisi Demokrat ini.

Untuk menyelesaikan hal ini, pihaknya berencana akan melakukan hearing dengan Dinas Pendidikan Riau. Ia pun tampak berharap, DPRD, Dinas Pendidikan, Kementrian Pendidikan dan pihak terkait lainnya dapat bekerja sama untuk menyamakan suara terkait hal ini.

"Rencananya Senin nanti kita hearing. Ini juga supaya kita dengarkan bersama bagaimana solusi untuk permasalahan-permasalahan di PPDB itu," tutupnya. ***(ary)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Program Kemitraan PT CPI dengan Universitas di Riau,
URP Beri Peluang Mahasiswi UIR di Korsel

- Tim PKM Edu-PHOTSIC Universitas Riau Show di SMAN 2 Siak Hulu
- Wisuda UIR Periode II Tahun 2019, Hermanto Duduki Pemuncak Tingkat Universitas
- Mahasiswa UR Taja Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa di SMA Negeri Pintar Provinsi Riau
- Guru, Wali Murid dan Pelajar SMAN 2 Bengkalis Santuni Anak Yatim dan Anak Kurang Mampu Belasan Juta Rupiah
- Gedung Baru SDN 019 Air Hitam,Kuansing Diresmikan
- 10 Tahun Terbengkalai, Pemkab Siak Kembali Lanjutkan Pembangunan SDN 01 di 2020


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com