Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Senin, 10 Desember 2018 21:05
Terkuak, PT Surya Bratasena Garap 844 Hektar Lahan Diluar HGU di Pelalawan

Senin, 10 Desember 2018 20:58
Gelapkan Pajak Rp700 Juta, Dirut Asal Dumai Ditahan Kejati Riau

Senin, 10 Desember 2018 20:38
Perayaan Natal Bersama, Ini Pesan Pendeta ke Jemaat Gereja HKBP Eksodi Pasirpangaraian

Senin, 10 Desember 2018 18:45
PT EMP Bentu Klaim Sudah Pekerjakan Puluhan Naker Lokal di Pelalawan

Senin, 10 Desember 2018 18:36
Dilantik Jadi Gubri Defenitif, Dewan Berharap Wan Thamrin Hasyim Maksimal dalam Bekerja

Senin, 10 Desember 2018 18:18
‎Hari Ketujuh, Jasad Bocah Rohul Diduga Hanyut di Sungai Batang Lubuh Belum Ditemukan

Senin, 10 Desember 2018 18:14
Wan Thamrin Undang Khusus Andi Rachman Saat Pelantikannya di Istana Negara

Senin, 10 Desember 2018 17:26
Dilantik Presiden sebagai Gubri Definitif,
Wan Thamrin Ucapkan Alhamdulillah Sampai Tiga Kali


Senin, 10 Desember 2018 16:56
Sejumlah Personel Polresta Pekanbaru Terima Reward dari Masyarakat

Senin, 10 Desember 2018 16:44
Seluruh ASN Pekanbaru Diinstruksikan Berbusana Melayu pada Acara MTQ ke-37 Riau


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 6 Juli 2018 20:26
Mulai Munculkan Masalah, Sistem Zonasi PPDB Perlu Kebijakan Lebih Lanjut

Sistem zonasi dalam penerimaan siswa baru tahun ini menimbulkan masalah di banyak daerah. Komisi V DPRD Riau meminta pihak terkait mengambil tindakan untuk mengatasinya.

Riauterkini-PEKANBARU- Penerapan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 di Riau mulai munculkan sejumlah masalah baru. Komisi V DPRD Riau yang juga membidangi pendidikan angkat bicara.

"Pasti penuh masalah. Perlu kebijakan lebih lanjut terkait sistem zonasi PPDB ini," kata Aherson, Ketua Komisi V DPRD Riau kepada wartawan, Jumat (06/07/18).

Persoalan yang dimaksud seperti, kapasitas sekolah yang kemungkinan berdiri di zona yang padat penduduk dan sekolah yang berkapasitas besar berada di zona dengan kepadatan penduduk sedikit, akan kekurangan siswa.

"Tidak hanya itu, siswa-siswa SMP yang sebelumnya belajar di luar kota, juga akan direpotkan dan mengalami masalah jika harus balik kampung untuk melanjutkan SMA," ungkap politisi Demokrat ini.

Untuk menyelesaikan hal ini, pihaknya berencana akan melakukan hearing dengan Dinas Pendidikan Riau. Ia pun tampak berharap, DPRD, Dinas Pendidikan, Kementrian Pendidikan dan pihak terkait lainnya dapat bekerja sama untuk menyamakan suara terkait hal ini.

"Rencananya Senin nanti kita hearing. Ini juga supaya kita dengarkan bersama bagaimana solusi untuk permasalahan-permasalahan di PPDB itu," tutupnya. ***(ary)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Penggunaan Kampus Baru Diyakini Dongkrak Akreditasi Uniks Teluk Kuantan
- Edi Sakura Terpilih Sebagai Ketua PGRI Kabupaten Bengkalis
- Kelas Terendam, Sejumlah Sekolah di Kuansing Tunda Ujian
- Digelar Kemenristekdikti, PCR Raih Juara 1 Pada Lomba Cipta Kepastian
- Banjir Berlanjut, Sejumlah Sekolah di Kuansing Gelar Ujian di Surau
- Demi Sekolah, Sejumlah Murid SD di Kuansing Nekad Arungi Banjir
- Umumkan 10 Peserta Terbaik, Ketua Kwarda 04 Riau Tutup KPL Pramuka Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com