Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 22 Januari 2019 22:09
Disaksikan Bupati Harris, Pengurus PGRI Kecamatan Ukui Dilantik

Selasa, 22 Januari 2019 22:03
Tuntutan Tak Dipenuhi, Kepala BPN Riau Dianggap Kangkangi Perintah Presiden Jokowi

Selasa, 22 Januari 2019 21:37
Mahasiswa Siap Kawal Proses Hukum Dugaan Mesum Oknum Dewan Kuansing

Selasa, 22 Januari 2019 21:14
Bupati Inhil Lepas Ekspor Perdana Siput Menuju Negeri Jiran, Malaysia

Selasa, 22 Januari 2019 21:11
DMIJ Plus Terintegrasi, Role Model Pembangunan Ekonomi Kawasan Perdesaan

Selasa, 22 Januari 2019 21:06
Silaturrahmi Kerakyatan, Ribuan Masyarakat Padati Kediaman Kordias Pasaribu

Selasa, 22 Januari 2019 18:13
Dikukuhkan Jadi Komut, Masperi Diberi Amanah Kembangkan PT Jamkrida

Selasa, 22 Januari 2019 18:10
Tak Hadir Acara Seminar ISEI, Pimpinan DPRD Riau Punya Alasan

Selasa, 22 Januari 2019 18:07
Masuki Era Industri 4.0, Perusahaan Terapkan Zero Fatality

Selasa, 22 Januari 2019 17:19
BC Bengkalis Amankan Pompong Beruatan Ribuan Kayu Teki


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 2 Agustus 2018 17:10
Satpol PP Pekanbaru Gelar Razia di Warnet, 80 Pelajar Terjaring

Sebanyak 80 pelajar terjaring razia yang digelar Satpol PP di sejumlah warnet. Mereka kedapatan berada di sana pada jam pelajaran.

Riauterkini - PEKANBARU - Menanggapi banyaknya keluhan masyarakat terkait beroperasinya warnet hingga pagi hari, serta banyaknya pelajar yang bermain pada jam belajar sekolah, Satpol PP Kota Pekanbaru, Kamis (2/1/2018) pagi, merazia warnet dengan menggandeng pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru. Hasilnya, 80 orang berhasil dijaring.

Berdasarkan pantauan dilapangan, petugas Satpol PP dibagi menjadi dua tim, tim pertama bergerak menuju Jalan Lembaga Pemasyarakatan, Kecamatan Sail.

Dilokasi ini, petugas menyasar Warnet R, dan berhasil menjaring dua orang pelajar yang tengah asik bermain. Tak sampai disitu saja, petugas kemudian bergerak dan masuk kedalam warnet lainnya yang ada di Jalan Lembaga Pemasyarakatan. Lagi, petugas Satpol PP kembali menjaring delapan orang pelajar.

Beranjak dari lokasi kedua, tim pertama dengan menggunakan satu unit truck dan satu unit mobil patroli bergerak menuju Warnet D yang ada di Jalan Harapan Raya-Imam Munandar. Dilokasi ini, lagi-lagi petugas berhasil menjaring tiga orang pelajar dan menggiring masuk kedalam kendaraan yang dibawa oleh petugas.

Hingga berakhirnya razia, petugas berhasil menjaring sebanyak 80 orang, diantaranya 79 pelajar tingkat SMP dan SMA. Sedangkan satu orang lagi mahasiswa.

Kepala Satuan Pol PP Kota Pekanbaru, Agus Pramono saat di wawancara membenarkan, razia yang digelar untuk menindaklanjuti banyaknya keluhan masyarakat.

"Hari ini kita tinjau (razia), mungkin lima hingga 19 titik. Ini yang rawan anak sekolah. Pak wali dengan smart city nya ingin masyarakat taat dengan aturan. Warnet ini dikeluhkan okeh masyarakat. Ada yang buka sampai pagi. Tujuannya kami berharap dan punya pemikiran generasi Kota Pekanbaru ini menjadi baik. Kami sudah berkoordinasi dengan Disdik. Kalau anak sekolah masuk warnet, kalau alasannya masuk warnet cari data, itu tidak masuk akal. Kan bisa sore. Ini sangat berbahaya, mereka masuk warnet diduga bermain judi online," ungkap Agus Pramono.

Ditegaskan Agus Pramono, pihaknya akan gencar merazia seluruh warnet yang beroperasi, dengan tujuan agar generasi muda menjadi lebih baik.

Bagi pelajar yang terjaring, dikatakan Kasat Pol PP Kota Pekanbaru, pihaknya akan memanggil orang tua beserta guru. "Kegiatan ini diharapkan terkoordinasi dengan baik. Kami akan panggil orang tuanya dan guru. Disini pihak Disdik sudah mewakili. Tapi kami inginnya orang tua yang menyemput kemari," tegas Kasat Pol PP, Agus Pramono. Bagi pemilik warnet, dikatakan Agus Pramono, akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku. "Untuk pemilik warnet kan sudah ada ketentuan, sekarang anak sekolah (dilarang,red) masuk warnet. Untuk jam operasional, kita bisa lihat diaturannya nanti. Ada (info,red) pihak RT dan pihak keamanan yang mengizinkan operasi sampai pagi. Namun keamanan yang mana. Keamanan itu adanya di kami (Satpol PP,red). Memang sudah ada ya warnet yang kita segel, ini terkait sanksi, terkait perizinan," terang Agus Pramono. ***(dan)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Disdik Pekanbaru Dukung Wacana Perekrutan PPPK
- Ipermakusi Sumbar Goes to Scool SMA di Kuansing
- Bupati Bengkalis: Jangan 'Sunat' Bantuan Kesejahteraan Guru Honor Madrasah
- Meski Runner Up, Siswa MTs Simandolak Tetap Bangga Terima Piala Kantor Kemenag Kuansing
- Mahasiswa Berprestasi, Nada Cindy Dapat 1000 Dolar Singapura dari Menko Kemaritiman
- Kominfo Bengkalis Koreksi Data,
Ternyata Bantuan Kesejahteraan Guru Madrasah Hanya Naik 12,83 Persen

- Tuntut Rektor Jelaskan Soal UKT, Puluhan Mahasiswa UIN Suska Riau Gelar Demo


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com