Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 22 Januari 2019 22:09
Disaksikan Bupati Harris, Pengurus PGRI Kecamatan Ukui Dilantik

Selasa, 22 Januari 2019 22:03
Tuntutan Tak Dipenuhi, Kepala BPN Riau Dianggap Kangkangi Perintah Presiden Jokowi

Selasa, 22 Januari 2019 21:37
Mahasiswa Siap Kawal Proses Hukum Dugaan Mesum Oknum Dewan Kuansing

Selasa, 22 Januari 2019 21:14
Bupati Inhil Lepas Ekspor Perdana Siput Menuju Negeri Jiran, Malaysia

Selasa, 22 Januari 2019 21:11
DMIJ Plus Terintegrasi, Role Model Pembangunan Ekonomi Kawasan Perdesaan

Selasa, 22 Januari 2019 21:06
Silaturrahmi Kerakyatan, Ribuan Masyarakat Padati Kediaman Kordias Pasaribu

Selasa, 22 Januari 2019 18:13
Dikukuhkan Jadi Komut, Masperi Diberi Amanah Kembangkan PT Jamkrida

Selasa, 22 Januari 2019 18:10
Tak Hadir Acara Seminar ISEI, Pimpinan DPRD Riau Punya Alasan

Selasa, 22 Januari 2019 18:07
Masuki Era Industri 4.0, Perusahaan Terapkan Zero Fatality

Selasa, 22 Januari 2019 17:19
BC Bengkalis Amankan Pompong Beruatan Ribuan Kayu Teki


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 3 Agustus 2018 17:00
KKN FMIPA UR di Kuansing Kembangkan Desa Terapi Sehat Berbasis Herbal

Mahasiswa KKN Unri di Desa Pulau Banjar Kari, Kuansing melakukan pengembangan desa terapi sehat berbasis herbal. Pengembangan dilakukan melalui aplikasi alami teknologi EM pada kebun tanaman obat keluarga.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Mahasiswa KKN Universitas Riau melalui study lapangan di Desa Pulau Banjar Kari melakukan pengembangan desa terapi sehat berbasis herbal.

Pengembangan ini mereka lakukan melalui aplikasi alami teknologi EM pada kebun tanaman obat keluarga (TOGA).

Adapun, tanaman tersebut, Bawang Dayak, Bangun-bangun, Binahong, kumis kucing dan Pegagan.

Selain untuk kesehatan, tanaman ini juga akan dapat menjadi income generating bagi Badan Usaha Milik desa, terutama di desa Pulau Banjar Kari.

Kemudian anak KKN FMIPA ini, juga mengenalkan kepada masyarakat tentang tata cara pembuatan nata de coco dengan pemanfaatan limbah kelapa.

Camat Kuantan Tengah, Refendi Zukman, kepada Riauterkini.com, Jum'at (3/8/2018) tadi pagi, juga membenarkan Pembuatan nata de coco dan tanaman herbal oleh Mahasiswa KKN yang tengah melaksanakan studi lapangan di wilayahnya.

"Kegiatannya, acara pengabdian pembinaan desa oleh UR. Kegiatan ini, kemarin lansung dihadiri bupati dan Sekda," jelas Refendi.

Menurut Refendi, sebanyak 600 bibit dibagikan ke masyarakat Pulau Banjar untuk dilakukan penanaman.

Sementara Kasubag Humas Hubungan media, Selpi Keswita, menyampaikan bahwa kegiatan ini, menurutnya mendapat apresiasi dari bupati.

Menurut Selpi, bupati cukup bangga atas binaan yang dilakukan Mahasiswa KKN UR terhadap masyarakat Pulau Banjar.***(jok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Disdik Pekanbaru Dukung Wacana Perekrutan PPPK
- Ipermakusi Sumbar Goes to Scool SMA di Kuansing
- Bupati Bengkalis: Jangan 'Sunat' Bantuan Kesejahteraan Guru Honor Madrasah
- Meski Runner Up, Siswa MTs Simandolak Tetap Bangga Terima Piala Kantor Kemenag Kuansing
- Mahasiswa Berprestasi, Nada Cindy Dapat 1000 Dolar Singapura dari Menko Kemaritiman
- Kominfo Bengkalis Koreksi Data,
Ternyata Bantuan Kesejahteraan Guru Madrasah Hanya Naik 12,83 Persen

- Tuntut Rektor Jelaskan Soal UKT, Puluhan Mahasiswa UIN Suska Riau Gelar Demo


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com