Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Senin, 27 Mei 2019 15:23
H-7 Sampai H+7 Lebaran, BPJS Kesehatan Pastikan Masyarakat Tetap Dilayani

Senin, 27 Mei 2019 15:18
Pemerintahan MH Raih WTP ke-8 Kalinya

Senin, 27 Mei 2019 15:13
Ramadhan, Ratusan Warga Binaan Lapas Bengkalis Ikuti Kegiatan Religi

Senin, 27 Mei 2019 14:43
1.788 Napi di Riau Terima Remisi Idul Fitri

Senin, 27 Mei 2019 14:13
Buka Puasa Bersama KKIH Jakarta, Bupati Inhil Paparkan Program Pembangunan

Senin, 27 Mei 2019 14:10
Setiap Bulan, Disdik Pekanbaru Kumpulkan Zakat Guru Rp300 Juta

Senin, 27 Mei 2019 14:05
Terjun ke Sungai Kampar, Kandil Hilang Tenggelam

Senin, 27 Mei 2019 14:02
Hindari TB di Akhir Tahun, Pemko Pekanbaru Lakukan Rasionalisasi Anggaran

Senin, 27 Mei 2019 13:03
Mobnas ASN Bengkalis Vs Truk di Meredan, Siak

Senin, 27 Mei 2019 09:13
Hadiri Bukber Golkar Riau, Sukarmis Seolah Didaulat jadi Ketua DPRD Riau


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 26 September 2018 12:46
Sepekan Berlalu, Pemutusan Listrik di SMPN 8 Mandau Belum Ada Solusi

Sudah sepekan kegiatan belajar dan mengajar di SMPN 8 Mandau tanpa listrik. Pemutusan listrik oleh PLN belum ada solusi.

Riauterkini - DURI - Sejak Jum'at (14/9/18) terkait pemutusan aliran listrik di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Nenegeri 8 Mandau oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Duri dan sekitarnya, hingga kini Proses Belajar Mengajar (PBM) disekolah tersebut masih bertahan tanpa aliran listrik. Memang terlihat dan terdengar miris dengan julukan Kota Duri, Bengkalis dengan negeri penyumbang devisa terbesar ke Pemerintah Pusat melalui minyak sebagai hasil buminya namun salah satu sekolahnya tidak mempau membayar tagihan listrik.

Akibatnya, aktifitas PBM dan perihal surat tampak terkendala."Untuk PBM disesuaikan dengan kondisi, kalau membutuhkan penerangan terpaksa ditunda dan terkait surat menyurat, terpaksa memanfaatkan rumah guru untuk mengecas perangkat elektronik hingga ngeprint,"terang salah seorang staf Tata Usaha (TU) yang tidak ingin disebutkan identitasnya saat berbincang dengan riauterkini.com, Rabu (26/9/18).

Dikatakan staf TU tersebut, seperti biasanya menggunakan bel menandakan siswa masuk kelas, istirahat dan pulang, kini harus berlapang dada balik seperti zaman dahulu dengan menggunakan lonceng yang terbuat dari besi tua."Seperti zaman dulu, apa boleh buatlah. Nikmati saja keadaannya,"ungkapnya.

Diduga, masalah yang terjadi tersebut tersebab dari tertunggaknya penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) yang berasal dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis hampir mencapai tiga Triwulan atau hampir selama sembilan bulan.

Koordinator Wilayah Kecamatan (Korwilcam), Mandau Dinas Pendidikan Bengkalis, Nasrizal beberapa waktu lalu saat dikonfirmasi tidak bersedia mengomentari perihal tersebut, "No Comment lah,"jawabnya singkat.*(hen)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Tim PKM Edu-PHOTSIC Universitas Riau Show di SMAN 2 Siak Hulu
- Wisuda UIR Periode II Tahun 2019, Hermanto Duduki Pemuncak Tingkat Universitas
- Mahasiswa UR Taja Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa di SMA Negeri Pintar Provinsi Riau
- Guru, Wali Murid dan Pelajar SMAN 2 Bengkalis Santuni Anak Yatim dan Anak Kurang Mampu Belasan Juta Rupiah
- Gedung Baru SDN 019 Air Hitam,Kuansing Diresmikan
- 10 Tahun Terbengkalai, Pemkab Siak Kembali Lanjutkan Pembangunan SDN 01 di 2020
- Gencar Ditolak, Kamenag Kuansing Bahas Pergantian Kepala MAN 1 Telukkuantan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com