Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 23 Oktober 2018 20:11
MUI Bengkalis Sesalkan Bendera Bertuliskan Tauhid Dibakar Oknum Banser

Selasa, 23 Oktober 2018 17:57
Cuaca Buruk Jadi Kendala Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Pakning, Bengkalis

Selasa, 23 Oktober 2018 17:51
Korupsi Kredit Fiktif BRI Agro Pekanbaru, Mantan Kacab Diadili

Selasa, 23 Oktober 2018 17:34
Peduli Korban Banjir‎ di Rohul, BRK Pasirpangaraian Salurkan 100 Paket Sembako

Selasa, 23 Oktober 2018 17:23
Hilangkan Kesan 'Kejam',
Lapas Bengkalis Siapkan Fasilitas Taman Bermain Anak-anak Pengunjung


Selasa, 23 Oktober 2018 16:59
Diperiksa Bawaslu, Walikota Pekanbaru Akui Dukung Jokowi

Selasa, 23 Oktober 2018 16:55
Ini Pesan Kadisdikpora Rohul kepada 55 Kepsek‎ yang Baru Dilantik Bupati Sukiman

Selasa, 23 Oktober 2018 16:15
Alat Berat Sudah Dikerahkan ke Lokasi Longsor Lintas Riau-Sumbar

Selasa, 23 Oktober 2018 16:10
Bupati Inhil Pimpin Rakor Pejabat Pemda Bersama Forkopimda

Selasa, 23 Oktober 2018 16:06
Ikut Deklarasi Dukung Jokowi, Bupati Harris Siap Hadapi Panggilan Bawaslu


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 26 September 2018 12:46
Sepekan Berlalu, Pemutusan Listrik di SMPN 8 Mandau Belum Ada Solusi

Sudah sepekan kegiatan belajar dan mengajar di SMPN 8 Mandau tanpa listrik. Pemutusan listrik oleh PLN belum ada solusi.

Riauterkini - DURI - Sejak Jum'at (14/9/18) terkait pemutusan aliran listrik di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Nenegeri 8 Mandau oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Duri dan sekitarnya, hingga kini Proses Belajar Mengajar (PBM) disekolah tersebut masih bertahan tanpa aliran listrik. Memang terlihat dan terdengar miris dengan julukan Kota Duri, Bengkalis dengan negeri penyumbang devisa terbesar ke Pemerintah Pusat melalui minyak sebagai hasil buminya namun salah satu sekolahnya tidak mempau membayar tagihan listrik.

Akibatnya, aktifitas PBM dan perihal surat tampak terkendala."Untuk PBM disesuaikan dengan kondisi, kalau membutuhkan penerangan terpaksa ditunda dan terkait surat menyurat, terpaksa memanfaatkan rumah guru untuk mengecas perangkat elektronik hingga ngeprint,"terang salah seorang staf Tata Usaha (TU) yang tidak ingin disebutkan identitasnya saat berbincang dengan riauterkini.com, Rabu (26/9/18).

Dikatakan staf TU tersebut, seperti biasanya menggunakan bel menandakan siswa masuk kelas, istirahat dan pulang, kini harus berlapang dada balik seperti zaman dahulu dengan menggunakan lonceng yang terbuat dari besi tua."Seperti zaman dulu, apa boleh buatlah. Nikmati saja keadaannya,"ungkapnya.

Diduga, masalah yang terjadi tersebut tersebab dari tertunggaknya penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) yang berasal dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis hampir mencapai tiga Triwulan atau hampir selama sembilan bulan.

Koordinator Wilayah Kecamatan (Korwilcam), Mandau Dinas Pendidikan Bengkalis, Nasrizal beberapa waktu lalu saat dikonfirmasi tidak bersedia mengomentari perihal tersebut, "No Comment lah,"jawabnya singkat.*(hen)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Polsek Kuantan Mudik Sosialisasikan Bahaya Narkoba ke Pelajar SMP dan SMA
- Begini‎ Cara IPRY Peringati Hari Jadi ke-19 Kabupaten Rohul di Yogyakarta
- Rancang Pembelajaran Kreatif untuk Siswa, RAPP Gelar Pelatihan Guru
- Neneng Suryani Gantikan Nasrul sebagai Ketua PGRI Kampar
- Realisasikan Program Pintar,
Disdik Bengkalis Gandeng Tanoto Fundation Indonesia

- Guru Pendidikan Agama Islam se-Rohul Ikuti Pemetaan Kompetensi Online di 17 Lokasi
- Asik Browsing di Warnet, Siswa SMKN 4 Pekanbaru Ini Terjaring Razia Satpol PP


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com