Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 11 Desember 2018 13:23
Amiruddin Dinilai Layak Jadi Sekda Kota Dumai

Selasa, 11 Desember 2018 12:59
Kabupaten Inhil Terima Anugerah Predikat Kepatuhan Tinggi 2018 Ombudsman RI

Selasa, 11 Desember 2018 12:55
Seorang Tersangka, Polres Rohul OTT 4 Pegawai Bapenda

Selasa, 11 Desember 2018 12:51
Pemkab Kuansing Raih Penghargaan Kepatuhan Standar Pelayanan Publik 2018

Selasa, 11 Desember 2018 11:35
Banjir di Sidomlyo Dipicu Pemkab Kampar Ogah Bersihkan Sungai Kelulut

Selasa, 11 Desember 2018 11:19
Pemkab Pelalawan Raih Penghargaan Predikat Kepatuhan Tinggi dari Ombudsman

Selasa, 11 Desember 2018 10:50
Elevasi Menurun, Bukaan Pintu Pelimpahan PLTA Koto Panjang Dipertahankan

Selasa, 11 Desember 2018 09:23
Penertiban Pasar, BPOM Pekanbaru Amankan Kosmetik Senilai Rp 1 miliar

Selasa, 11 Desember 2018 09:14
,Ratusan Rumah Terendam, Basarnas Dikerahkan Evakuasi Warga di Pekanbaru

Senin, 10 Desember 2018 22:27
SKK Migas Paparkan Proyek EMP Bentu Dihadapan Komisi 1 DPRD Pelalawan


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 26 September 2018 12:46
Sepekan Berlalu, Pemutusan Listrik di SMPN 8 Mandau Belum Ada Solusi

Sudah sepekan kegiatan belajar dan mengajar di SMPN 8 Mandau tanpa listrik. Pemutusan listrik oleh PLN belum ada solusi.

Riauterkini - DURI - Sejak Jum'at (14/9/18) terkait pemutusan aliran listrik di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Nenegeri 8 Mandau oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Duri dan sekitarnya, hingga kini Proses Belajar Mengajar (PBM) disekolah tersebut masih bertahan tanpa aliran listrik. Memang terlihat dan terdengar miris dengan julukan Kota Duri, Bengkalis dengan negeri penyumbang devisa terbesar ke Pemerintah Pusat melalui minyak sebagai hasil buminya namun salah satu sekolahnya tidak mempau membayar tagihan listrik.

Akibatnya, aktifitas PBM dan perihal surat tampak terkendala."Untuk PBM disesuaikan dengan kondisi, kalau membutuhkan penerangan terpaksa ditunda dan terkait surat menyurat, terpaksa memanfaatkan rumah guru untuk mengecas perangkat elektronik hingga ngeprint,"terang salah seorang staf Tata Usaha (TU) yang tidak ingin disebutkan identitasnya saat berbincang dengan riauterkini.com, Rabu (26/9/18).

Dikatakan staf TU tersebut, seperti biasanya menggunakan bel menandakan siswa masuk kelas, istirahat dan pulang, kini harus berlapang dada balik seperti zaman dahulu dengan menggunakan lonceng yang terbuat dari besi tua."Seperti zaman dulu, apa boleh buatlah. Nikmati saja keadaannya,"ungkapnya.

Diduga, masalah yang terjadi tersebut tersebab dari tertunggaknya penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) yang berasal dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis hampir mencapai tiga Triwulan atau hampir selama sembilan bulan.

Koordinator Wilayah Kecamatan (Korwilcam), Mandau Dinas Pendidikan Bengkalis, Nasrizal beberapa waktu lalu saat dikonfirmasi tidak bersedia mengomentari perihal tersebut, "No Comment lah,"jawabnya singkat.*(hen)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Penggunaan Kampus Baru Diyakini Dongkrak Akreditasi Uniks Teluk Kuantan
- Edi Sakura Terpilih Sebagai Ketua PGRI Kabupaten Bengkalis
- Kelas Terendam, Sejumlah Sekolah di Kuansing Tunda Ujian
- Digelar Kemenristekdikti, PCR Raih Juara 1 Pada Lomba Cipta Kepastian
- Banjir Berlanjut, Sejumlah Sekolah di Kuansing Gelar Ujian di Surau
- Demi Sekolah, Sejumlah Murid SD di Kuansing Nekad Arungi Banjir
- Umumkan 10 Peserta Terbaik, Ketua Kwarda 04 Riau Tutup KPL Pramuka Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com