Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Senin, 27 Mei 2019 16:38
Bawaslu Riau Minta Bawaslu Kota Berikan Laporan Hasil Pemilu 2019

Senin, 27 Mei 2019 16:33
Program Kemitraan PT CPI dengan Universitas di Riau,
URP Beri Peluang Mahasiswi UIR di Korsel


Senin, 27 Mei 2019 15:23
H-7 Sampai H+7 Lebaran, BPJS Kesehatan Pastikan Masyarakat Tetap Dilayani

Senin, 27 Mei 2019 15:18
Pemerintahan MH Raih WTP ke-8 Kalinya

Senin, 27 Mei 2019 15:13
Ramadhan, Ratusan Warga Binaan Lapas Bengkalis Ikuti Kegiatan Religi

Senin, 27 Mei 2019 14:43
1.788 Napi di Riau Terima Remisi Idul Fitri

Senin, 27 Mei 2019 14:13
Buka Puasa Bersama KKIH Jakarta, Bupati Inhil Paparkan Program Pembangunan

Senin, 27 Mei 2019 14:10
Setiap Bulan, Disdik Pekanbaru Kumpulkan Zakat Guru Rp300 Juta

Senin, 27 Mei 2019 14:05
Terjun ke Sungai Kampar, Kandil Hilang Tenggelam

Senin, 27 Mei 2019 14:02
Hindari TB di Akhir Tahun, Pemko Pekanbaru Lakukan Rasionalisasi Anggaran


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 30 September 2018 15:00
UMRI Dampingi Nelayan Pangkalan Serai Optimalkan Produk Ikan Tangkap Menjadi Kemasan

Beberapa akademisi Umri memberikan pendampingan dalam bentuk program pengabdia masyarakat di Desa Pangkalan Serai, Kampar Kiri. Mereka melatih para nleyan mengolah dan mengemas ikan hasil tangkapan.

Riauterkini - PEKANBARU - Desa Pangkalan Serai Kecamatan Kampar Kiri Hulu Kabupaten Kampar adalah salah satu desa yang sebagian penduduknya berprofesi sebagai nelayan tangkap ikan air tawar. Namun untuk pemasaran hasil tangkapannya dalam bentuk olahan belum optimal. Biasanya ikan hasil tangkapan diolah secara tradisional yang disebut Pekasam.

Berangkat dari kondisi ini, beberapa akademisi Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) memberikan pendampingan dalam bentuk program pengabdian kepada masyarakat pada Kamis (27/9/18). Program berlangsung selama sembilan bulan dengan sumber dana dari Direktorat Pendidikan Tinggi Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi tahun anggaran 2018.

Tim pengabdian diketuai oleh Evi Marlina beranggotakan Hasmalina dan Isran Biddin itu memberikan pendampinhan berupa pelatihan pengolahan dan pengemasan produk hingga pemasaran kepada para nelayan setempat sehingga hasil olahan itu bernilai ekonomi lebih tinggi.

Belasan nelayan berasal dari dua kelompok antusias mengikuti pendampingan masing-masing dari dusun Telaga Beras dan dusun Muara Biwan. Semula para nelayan tangkap hanya mengolah hasil tangkapan ikan air tawar untuk dikonsumsi keluarga saja dan tidak berfikir akan menjadi produk yang diminati serta bernilai ekonomi tinggi.

Ketua tim pengabdian Umri untuk program ini Evi Marlina mengatakan bahwa dilakukannya program ini adalah salah satu bentuk Dharma Perguruan Tinggi. "Program pengabdian yang kami lakukan di desa ini adalah salah satu sumbangsih kepada masyarakat dari Universitas Muhammadiyah Riau dan kita berharap masyarakat terbantu tentunya".

Terkait produk olahan ikan air tawar Pekasam, Evi Marlina yakin jika dikelola dengan baik akan memberikan tambahan penghasilan bagi para nelayan. "Saya sangat yakin, produk ikan Pekasam dapat diterima pasar apabila dikemas dengan baik kemudian dilengkapi izin seperti Dinkes P-IRT dan branding produk sehingga bernilai tinggi untuk dipasarkan" ujar dosen fakultas Ekonomi dan Bisnis Umri itu.

Anggota tim pengabdian lainnya Hasmalina yang merupakan akademisi berlatar berakang Kimia menjelaskan "Produk ikan Pekasam adalah ikan yang diolah secara sederhana yang diawetkan melalui proses kimia dengan cara pemberian garam dan bahan tertentu yang dilanjutkan dengan proses fermentasi".

Sementara itu, Isran Biddin yang merupakan akademisi Umri yang merupakan putra daerah setempat mengatakan bahwa tanah kelahirannya itu memiliki potensi perikanan air tawar yang melimpah.

"Alhamdulillah, kampung saya ini dianugerahi Tuhan sumberdaya alam yang luar biasa. Salah satunya potensi perikanan air tawar yang biasa ditangkap nelayan dengan cara tradisional dan dilestarikan dengan nilai kearifan lokal sehingga kelestariannya terjaga".

Isran Biddin juga mengatakan "Saya sangat bersyukur bersama tim pengabdian Umri dapat memberikan sumbangsih pemikiran dan tentunya diperlukan sinergis pihak lain terutama perhatian pemerintah dalam bentuk sarana salah satunya Listrik" pungkasnya.

Salah seorang ketua kelompok Nelayan yang didampingi dalam program ini bernama Linda mengatakan "Selama ini kami tidak menyadari bahwa produk Pekasam ini jika diolah dan dikemas dengan baik dapat menjadi sumber penghasilan tambahan yang cukup tinggi hingga bisa mencapai harga Rp. 60 ribu perkilo gramnya dan sementara jika ikan dijual di pasar harganya masih di bawah harga olahan Pekasam".

Linda menyebutkan bahwa ikan hasil tangkapan selama ini diawetkan salah satunya menjadi Pekasam adalah karena tidak bisa disimpan menggunakan lemari pendingin yang memerlukan energi listrik, sementara jaringan listrik belum ada. "Ya beginilah kampung kami, belum ada listrik dan untuk apa kulkas" keluhnya.

Terkait pendampingan yang diberikan tim pengabdian Umri membuka matanya bahwa dengan keterbatasan yang ada masih dapat mengolah ikan hasil tangkapan. Karenanya ia beserta para anggota kelompok nelayan berterimakasih dan puas.

"Kami ucapakan banyak terimakasih untuk para dosen Universitas Muhammadiyah Riau yang sudah mendampingi kami dalam program ini. Kami merasa mendapat wawasan baru yang sangat berguna bagi kami" ujar Linda menyudahi.(rls)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Program Kemitraan PT CPI dengan Universitas di Riau,
URP Beri Peluang Mahasiswi UIR di Korsel

- Tim PKM Edu-PHOTSIC Universitas Riau Show di SMAN 2 Siak Hulu
- Wisuda UIR Periode II Tahun 2019, Hermanto Duduki Pemuncak Tingkat Universitas
- Mahasiswa UR Taja Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa di SMA Negeri Pintar Provinsi Riau
- Guru, Wali Murid dan Pelajar SMAN 2 Bengkalis Santuni Anak Yatim dan Anak Kurang Mampu Belasan Juta Rupiah
- Gedung Baru SDN 019 Air Hitam,Kuansing Diresmikan
- 10 Tahun Terbengkalai, Pemkab Siak Kembali Lanjutkan Pembangunan SDN 01 di 2020


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com