Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 20 Nopember 2018 20:06
Jadwal Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Inhil Dimajukan Sejam

Selasa, 20 Nopember 2018 17:08
Perdana di Pekanbaru,
UMRI Dipercaya sebagai Tuan Rumah Pelatihan Auditor Mutu Internal PTMA


Selasa, 20 Nopember 2018 16:24
Sambut Hari Juang Kartika, Korem 031/WB Bedah Rumah Warga Kurang Mampu

Selasa, 20 Nopember 2018 14:12
Pantai Indah Selatbaru, Bengkalis Akan Berlakukan Tiket Masuk

Selasa, 20 Nopember 2018 13:46
Sekda Lantik 136 Pejabat Eselon III dan IV Pemkab Inhil

Selasa, 20 Nopember 2018 13:31
Rumah diterjang Longsor Warga Benai Telan Kerugian 50 Juta

Selasa, 20 Nopember 2018 10:30
Camat Kuantan Tengah, Kuansing Bantu panti Asuhan dan Lansia Tunanetra

Selasa, 20 Nopember 2018 07:01
Rp1,4 Triliun, Pemkab Meranti Ajukan Nota Keuangan RAPBD 2019 ke DPRD

Selasa, 20 Nopember 2018 06:57
Teken KUA-PPAS 2019 Terkendala Rincian DBH Migas dari Pusat

Selasa, 20 Nopember 2018 06:54
Sekretaris Banggar DPRD Riau Pastikan Usulan Tambah Modal BUMD Rp3 Triliun Dicoret


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 3 Oktober 2018 14:04
Asik Browsing di Warnet, Siswa SMKN 4 Pekanbaru Ini Terjaring Razia Satpol PP

Gara-gara terlambat datang ke sekolah, seorang siswa SMKN 4 Pekanbaru memiih untuk bolos ke warnet. Apes, ia malah terjaring razia Satpol PP bersama puluhan siswa lainnya.

Riauterkini - PEKANBARU - Banyaknya laporan masyarakat atas dampak negatif dari Warung Internet (Warnet) yang dinilai sudah sangat meresahkan membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) gencar melakukan razia ke warnet warnet.

Walhasil dari aksi razia warnet oleh Satpol PP yang difokuskan di Wilayah Kecamatan Tampan sebanyak 63 anak usia sekolah digiring Ke Kantor Satpol PP Pekanbaru.

Salah-satunya adalah Delvi, siswa SMK 4 Pekanbaru yang terjaring razia ketika sedang asyik bermain di warnet jalan Purwodadi. Setelah ditanyai, Delvi mengaku tidak masuk sekolah karena terlambat.

"Tadi pagi saya terlambat masuk sekolah bang, makanya main ke warnet hingga jam pulang sekolah," ujarnya.

Menyikapi banyaknya anak-anak usia sekolah terjaring razia, Kasatpol PP Pekanbaru, Agus Pramono melalui Sekretaris Satpol PP, Junaidi mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pendataan serta meminta yang bersangkutan dan orang tuanya membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi.

"Intinya mereka akan beri efek jera. Dengan harapan tindakan negatif ini tidak terulang lagi," paparnya.

Kepada pemilik usaha warnet, pihaknya juga mengimbau untuk selektif dalam memilih pelanggan. Jika ada anak usia sekolah dan bersaragam sekolah ingin masuk warnet mesti disuruh pulang dulu.

" Intinya jangan asal terima pelanggan aja. Karena anak anak sekarang adalah masa depan bangsa," singkatnya. Berdasarkan data yang dihimpun Satpol PP Pekanbaru dari 63 anak anak usia sekolah terjaring razia itu terdiri dari 42 orang berstatus anak sekolah dan 21anak berstatus putus sekolah. (dan)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Bandar Seikijang Tuan Rumah HUT PGRI Ke 73 Kabupaten Pelalawan
- Aksi Kirab Kota, Taruna AAL Angkatan 64 Pukau Masyarakat Dumai
- Lestari Alam di Lingkungan Sekolah,
EMP Malacca Straits SA Berkolaborasi dengan SMAN 1 Sungai Apit

- SDIT Alhuda Wakili Pelalawan Ikuti Kemnas di Cibubur
- Insiden Pagar Sekolah Rubuh,
Disdik Pekanbaru Bakal Panggil Pihak Sekolah

- Disdik Pelalawan Prihatin dengan Bus Sekolah Menabrak Siswa Hingga Tewas
- Tingkatkan Kualitas Pendidikan,
Wakil Rakyat DPRD Riau Canangkan Program Pendidikan Gratis SMA se-derajat



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com