Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 11 Desember 2018 14:35
Seorang Mahasiswi Tewas jadi Korban Jalan Rusak,
Zulfi Mursal Minta Pemprov Riau Serius Perbaiki Jalan Rusak di Siak


Selasa, 11 Desember 2018 14:28
Meneropong Pejabat yang Cocok Menduduki Kursi Sekda Kota Dumai

Selasa, 11 Desember 2018 14:07
Kelola 844 Hektar Lahan di Luar HGU di Pelalawan, Komisi II DPRD Riau Sebut PT SBP Nakal

Selasa, 11 Desember 2018 13:37
Ketua KPU Kuansing Masuk 10 Besar Seleksi Komisioner KPU Riau

Selasa, 11 Desember 2018 13:23
Amiruddin Dinilai Layak Jadi Sekda Kota Dumai

Selasa, 11 Desember 2018 12:59
Kabupaten Inhil Terima Anugerah Predikat Kepatuhan Tinggi 2018 Ombudsman RI

Selasa, 11 Desember 2018 12:55
Seorang Tersangka, Polres Rohul OTT 4 Pegawai Bapenda

Selasa, 11 Desember 2018 12:51
Pemkab Kuansing Raih Penghargaan Kepatuhan Standar Pelayanan Publik 2018

Selasa, 11 Desember 2018 11:35
Banjir di Sidomlyo Dipicu Pemkab Kampar Ogah Bersihkan Sungai Kelulut

Selasa, 11 Desember 2018 11:19
Pemkab Pelalawan Raih Penghargaan Predikat Kepatuhan Tinggi dari Ombudsman


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 3 Oktober 2018 14:04
Asik Browsing di Warnet, Siswa SMKN 4 Pekanbaru Ini Terjaring Razia Satpol PP

Gara-gara terlambat datang ke sekolah, seorang siswa SMKN 4 Pekanbaru memiih untuk bolos ke warnet. Apes, ia malah terjaring razia Satpol PP bersama puluhan siswa lainnya.

Riauterkini - PEKANBARU - Banyaknya laporan masyarakat atas dampak negatif dari Warung Internet (Warnet) yang dinilai sudah sangat meresahkan membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) gencar melakukan razia ke warnet warnet.

Walhasil dari aksi razia warnet oleh Satpol PP yang difokuskan di Wilayah Kecamatan Tampan sebanyak 63 anak usia sekolah digiring Ke Kantor Satpol PP Pekanbaru.

Salah-satunya adalah Delvi, siswa SMK 4 Pekanbaru yang terjaring razia ketika sedang asyik bermain di warnet jalan Purwodadi. Setelah ditanyai, Delvi mengaku tidak masuk sekolah karena terlambat.

"Tadi pagi saya terlambat masuk sekolah bang, makanya main ke warnet hingga jam pulang sekolah," ujarnya.

Menyikapi banyaknya anak-anak usia sekolah terjaring razia, Kasatpol PP Pekanbaru, Agus Pramono melalui Sekretaris Satpol PP, Junaidi mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pendataan serta meminta yang bersangkutan dan orang tuanya membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi.

"Intinya mereka akan beri efek jera. Dengan harapan tindakan negatif ini tidak terulang lagi," paparnya.

Kepada pemilik usaha warnet, pihaknya juga mengimbau untuk selektif dalam memilih pelanggan. Jika ada anak usia sekolah dan bersaragam sekolah ingin masuk warnet mesti disuruh pulang dulu.

" Intinya jangan asal terima pelanggan aja. Karena anak anak sekarang adalah masa depan bangsa," singkatnya. Berdasarkan data yang dihimpun Satpol PP Pekanbaru dari 63 anak anak usia sekolah terjaring razia itu terdiri dari 42 orang berstatus anak sekolah dan 21anak berstatus putus sekolah. (dan)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Penggunaan Kampus Baru Diyakini Dongkrak Akreditasi Uniks Teluk Kuantan
- Edi Sakura Terpilih Sebagai Ketua PGRI Kabupaten Bengkalis
- Kelas Terendam, Sejumlah Sekolah di Kuansing Tunda Ujian
- Digelar Kemenristekdikti, PCR Raih Juara 1 Pada Lomba Cipta Kepastian
- Banjir Berlanjut, Sejumlah Sekolah di Kuansing Gelar Ujian di Surau
- Demi Sekolah, Sejumlah Murid SD di Kuansing Nekad Arungi Banjir
- Umumkan 10 Peserta Terbaik, Ketua Kwarda 04 Riau Tutup KPL Pramuka Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com