Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Senin, 27 Mei 2019 17:01
Jelang Arus Mudik Balik, Kapolres Bengkalis Sidak Armada Roro

Senin, 27 Mei 2019 16:57
Sah, Paripurna Istimewa DPRD Riau Lantik Asri Auzar Sebagai Wakil Ketua

Senin, 27 Mei 2019 16:38
Bawaslu Riau Minta Bawaslu Kota Berikan Laporan Hasil Pemilu 2019

Senin, 27 Mei 2019 16:33
Program Kemitraan PT CPI dengan Universitas di Riau,
URP Beri Peluang Mahasiswi UIR di Korsel


Senin, 27 Mei 2019 15:23
H-7 Sampai H+7 Lebaran, BPJS Kesehatan Pastikan Masyarakat Tetap Dilayani

Senin, 27 Mei 2019 15:18
Pemerintahan MH Raih WTP ke-8 Kalinya

Senin, 27 Mei 2019 15:13
Ramadhan, Ratusan Warga Binaan Lapas Bengkalis Ikuti Kegiatan Religi

Senin, 27 Mei 2019 14:43
1.788 Napi di Riau Terima Remisi Idul Fitri

Senin, 27 Mei 2019 14:13
Buka Puasa Bersama KKIH Jakarta, Bupati Inhil Paparkan Program Pembangunan

Senin, 27 Mei 2019 14:10
Setiap Bulan, Disdik Pekanbaru Kumpulkan Zakat Guru Rp300 Juta


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 3 Oktober 2018 14:04
Asik Browsing di Warnet, Siswa SMKN 4 Pekanbaru Ini Terjaring Razia Satpol PP

Gara-gara terlambat datang ke sekolah, seorang siswa SMKN 4 Pekanbaru memiih untuk bolos ke warnet. Apes, ia malah terjaring razia Satpol PP bersama puluhan siswa lainnya.

Riauterkini - PEKANBARU - Banyaknya laporan masyarakat atas dampak negatif dari Warung Internet (Warnet) yang dinilai sudah sangat meresahkan membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) gencar melakukan razia ke warnet warnet.

Walhasil dari aksi razia warnet oleh Satpol PP yang difokuskan di Wilayah Kecamatan Tampan sebanyak 63 anak usia sekolah digiring Ke Kantor Satpol PP Pekanbaru.

Salah-satunya adalah Delvi, siswa SMK 4 Pekanbaru yang terjaring razia ketika sedang asyik bermain di warnet jalan Purwodadi. Setelah ditanyai, Delvi mengaku tidak masuk sekolah karena terlambat.

"Tadi pagi saya terlambat masuk sekolah bang, makanya main ke warnet hingga jam pulang sekolah," ujarnya.

Menyikapi banyaknya anak-anak usia sekolah terjaring razia, Kasatpol PP Pekanbaru, Agus Pramono melalui Sekretaris Satpol PP, Junaidi mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pendataan serta meminta yang bersangkutan dan orang tuanya membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi.

"Intinya mereka akan beri efek jera. Dengan harapan tindakan negatif ini tidak terulang lagi," paparnya.

Kepada pemilik usaha warnet, pihaknya juga mengimbau untuk selektif dalam memilih pelanggan. Jika ada anak usia sekolah dan bersaragam sekolah ingin masuk warnet mesti disuruh pulang dulu.

" Intinya jangan asal terima pelanggan aja. Karena anak anak sekarang adalah masa depan bangsa," singkatnya. Berdasarkan data yang dihimpun Satpol PP Pekanbaru dari 63 anak anak usia sekolah terjaring razia itu terdiri dari 42 orang berstatus anak sekolah dan 21anak berstatus putus sekolah. (dan)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Program Kemitraan PT CPI dengan Universitas di Riau,
URP Beri Peluang Mahasiswi UIR di Korsel

- Tim PKM Edu-PHOTSIC Universitas Riau Show di SMAN 2 Siak Hulu
- Wisuda UIR Periode II Tahun 2019, Hermanto Duduki Pemuncak Tingkat Universitas
- Mahasiswa UR Taja Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa di SMA Negeri Pintar Provinsi Riau
- Guru, Wali Murid dan Pelajar SMAN 2 Bengkalis Santuni Anak Yatim dan Anak Kurang Mampu Belasan Juta Rupiah
- Gedung Baru SDN 019 Air Hitam,Kuansing Diresmikan
- 10 Tahun Terbengkalai, Pemkab Siak Kembali Lanjutkan Pembangunan SDN 01 di 2020


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com