Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Senin, 22 April 2019 18:29
Didukung Kepala Daerah dan Sejumlah Tokoh Berpengaruh, Jokowi-Ma'aruf Amin Kalah di Kuansing

Senin, 22 April 2019 18:20
Anggota KPPS Desa Kumantan Meninggal Dunia, KPU Kampar Sampaikan Belasungkawa

Senin, 22 April 2019 18:05
Palsukan Dokumen, Dua Tahanan Narkoba di Inhu Kabur dari Hotel

Senin, 22 April 2019 16:32
11.751 Pelajar SMP di Bengkalis Ikuti UN 2019

Senin, 22 April 2019 16:28
Sekda Rohul Tinjau Pelaksanaan UNBK 2019 di MTsN 3 Rohul dan SMPN 1 Rambah

Senin, 22 April 2019 16:24
Hadiri Perpisahan SMAN 1 Telukkuantan,
Ketua DPRD Kuansing Pesankan Para Siswa untuk Terus Berjuang


Senin, 22 April 2019 15:34
Kadis TPH Rohul Ajak Petani Sukseskan Upsus Pajale Sesuai Musim Tanam

Senin, 22 April 2019 15:23
Penusukan Terhadap Pesonel Polda Riau,
Satu dari Empat Tersangka Geng Motor Merupakan Residivis


Senin, 22 April 2019 15:21
PPK Mandau Akui Banyak Kekurangan di Pemilu 2019

Senin, 22 April 2019 15:14
KPK Ingatkan Komitmen Pemprov Riau Cegah Korupsi


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 27 Oktober 2018 17:02
Bermodal Semangat Pantang Menyerah,
Wisudawan UMRI Berkebutuhan Khusus Mampu Biaya Kuliah Sendiri Sampai Lulus


Walaupun termasuk berkebutuhan khusus, namun semangat Khalil Rahmadanu ini sungguh luar biasa. Ia bahkan bisa menamatkan kuliahnya di Prodi Akuntansi Umri dengan biaya sendiri. Luar biasa.

Riauterkini-Walaupun memiliki kekurangan sebagai mahasiswa berkebutuhan khusus, namun hal tersebut ternyata tak menyurutkan keinginan Khalil Rahmadanu (25) untuk terus menimba ilmu hingga ke jenjang perguruan tinggi. Dengan modal semangat dan pantang menyerah, bungsu dari tiga bersaudara itu mampu membuktikan bahwa kekurangan yang dimilikinya bukanlah suatu halangan untuk mencapai cita-cita.

Semangat pantang menyerah itupun dibuktikannya dan lulus memuaskan dari Universitas Muhammadiyah Riau di tempatnya menimba ilmu, Sabtu (27/10/18). Ketika berbincang dengan riauterkini.com usai mengikuti Wisuda XV Sarjana dan Diploma III UMRI, anak dari pasangan Asdon dan Yornetti tersebut mengisahkan bahwa selama lebih kurang 4 tahun duduk dibangku kuliah, ia juga sama sekali tak pernah membebani kedua orang tuanya. Seluruh biaya perkuliahan sanggup ditanggungnya sendiri hingga lulus menjadi seorang sarjana.

"Alhamdulillah bang. Saya nggak mau merepotkan orang tua. Saya kuliah biayanya bayar sendiri karena kebetulan saya juga punya kerja sampingan. Kadang sebagian gaji saya, saya berikan juga untuk orang tua," katanya.

Menurutnya, keinginannya memilih UMRI sebagai tempat menimba ilmu juga bukan karena ajakan orang lain ataupun kemauan orang tuanya. Tapi murni karena dorongan dan inisiatif dirinya sendiri. Apalagi dia menilai menimba ilmu di UMRI tak hanya bisa mendapatkan ilmu pengetahuan, tapi juga bisa memperoleh marwah keislaman dan ilmu agama yang bermanfaat.

"Saya masuk (kuliah) di UMRI karena dorongan dan keinginan saya sendiri. Nggak ada yang ngajak. Saya suka masuk di UMRI karena saya bisa belajar ilmu pengetahuan sekaligus ilmu agama juga. Jadi nggak cuma pendidikan akademis saja karena ada marwah keislaman di dalamnya," sebutnya.

Meski sudah lulus menjadi seorang sarjana, tapi pria yang akrab disapa Danu tersebut mengaku sering pula mengalami kesulitan sewaktu masih kuliah. Kesulitan itu bukanlah secara fisik, melainkan masalah waktu yang mengharuskannya membagi kapan saat kuliah dan kapan saat bekerja. Belum lagi jarak tempatnya bekerja sangat jauh dari lokasi Kampus UMRI yang terletak di Jalan Tuanku Tambusai. Setelah tamat, Danu pun berniat ingin menjadi wirausahawan dan membuka usaha berjualan lampu keliling.

"Tempat saya kerja jauh bang, di PT Global Sukses Mandiri, di Jalan Hangtuah Ujung. Saya ambil kuliah malam, seminggu 5 kali masuk. Kadang saya pernah gak masuk kuliah kalau dapat jatah lembur. Tapi nggak setiap hari, karena mau nggak mau saya tetap tetap harus kuliah. Saya harus semangat, kita kan nggak tau kerja sama orang sampai kapan. Makanya saya berharap setelah tamat dari sini (UMRI) saya bisa buka lapangan kerja. Itu niat saya dari dulu," imbuhnya.

Di lokasi yang sama, ibunda Danu, Yornetti mengaku tak hanya bangga dengan niat dan perjuangan putra bungsunya tersebut. Apalagi sang anak bisa membuktikan kesungguhannya dalam membanggakan orang tua meski memilik kekurangan dibandingkan orang lain pada umumnya. Bahkan, anak laki-laki semata wayangnya itu sangat gigih dan berbeda dengan dua anaknya yang lain.

"Dia kuliah memang bayar sendiri. Nggak pernah mau minta (uang) sama orang tua. Cari kerja sendiri, biayai kuliah sendiri. Beda sama kakaknya. Kalau dua kakaknya, kami orang tua yang biayai kuliahnya," tuturnya.

Sementara itu, Rektor UMRI Dr Mubarak menjelaskan, dalam acara wisuda ke XV Sarjana dan Diploma III tersebut, sebanyak 285 wisudawan/i berhasil menamatkan pendidikannya. Dari jumlah itu, pada wisuda periode Oktober 2018 ini pula, UMRI sukses mencatatkan para lulusan dengan cumlaude terbanyak dibandingkan pada momentum wisuda tahun-tahun sebelumnya. Jumlah cumlaude itu mencapai 35 orang lulusan. Selain memberikan ucapan selamat, disela kesempatannya ia tak lupa pula berpesan kepada seluruh lulusan yang telah diwisuda agar bisa memanfaatkan ilmu yang telah dimiliki dalam mencari pekerjaan ataupun menghasilkan lapangan pekerjaan.

"Selamat saya ucapkan kepada semua lulusan UMRI. Jadilah alumni yang memiliki daya saing sehingga mampu menjadi pelopor kesuksesan bagi pembangunan, baik di Riau ataupun di luar Riau," tutupnya.*(gas)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- 11.751 Pelajar SMP di Bengkalis Ikuti UN 2019
- Hadiri Perpisahan SMAN 1 Telukkuantan,
Ketua DPRD Kuansing Pesankan Para Siswa untuk Terus Berjuang

- Bakal Ditinjau Bupati,
6.086 Siswa SMP Sederajat di Pelalawan Besok Ikuti UN

- Dicopot Secara Sepihak, Staf Kemenag Angkat Bicara
- 32 SMP Negeri dan Swasta Sederajat Bakal Ikuti UNBK di Pelalawan
- Liga Berjenjang U-16 Region Kampar Seru, Enam Tim Siap Berlaga di Babak Enam Besar
- DPRD Pekanbaru Soroti Kualitas Proses Belajar Mengajar SMK Bina Profesi Pekanbaru


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com