Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 19 Januari 2019 18:27
Disaksikan Wagub Terpilih, Sekdaprov Kukuhkan Ketua LAKTA

Sabtu, 19 Januari 2019 18:24
Adipura Bengkalis Kota Kecil Terbersih Akan Diarak Keliling dan Gelar Syukuran

Sabtu, 19 Januari 2019 15:51
Bupati Bengkalis: Jangan 'Sunat' Bantuan Kesejahteraan Guru Honor Madrasah

Sabtu, 19 Januari 2019 15:47
Satlantas Polres Kuansing Deklarasikan MRSF

Sabtu, 19 Januari 2019 15:38
Polres Rohil Hadiri Pertemuan Silarurrahmi PWI Rohil

Sabtu, 19 Januari 2019 14:05
Pemkab Inhil Audiensi ke Kemenristek Dikti,
Pusat Akan Jadikan Inhil Kluster Kelapa Nasional


Sabtu, 19 Januari 2019 14:01
Satu 'Kurir' Sabu 10 Kg di Bengkalis Bebas dari Pidana Mati

Jum’at, 18 Januari 2019 21:51
Pemkab Kuansing Jajaki Kerjasama Membatik ke Balai Industri Padang

Jum’at, 18 Januari 2019 21:34
Belum Miliki Identitas, Seribuan Napi Lapas Bengkalis Jadi Target Rekam KTP El

Jum’at, 18 Januari 2019 19:02
Plt Bupati Kampar Serahkan DPA 2019 kepada Seluruh OPD


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 8 Nopember 2018 16:35
Seorang Guru SMAN 1 Pasir Penyu, Inhu Raih Penghargaan Nasional Kemendikbud

Prestasi membanggakan diraih seorang guru SMAN 1 Pasir Penyu, Inhu. Adalah Tri Hastuti berhasil menyabet juara 1 lomba inovasi pembelajaran guru kategori madya tingkat nasional.

Riauterkini-RENGAT-Prestasi membanggakan ditorehkan seorang guru SMAN 1 Pasir Penyu Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) yang berhasil meraih penghargaan tingkat nasional, dengan menyabet juara 1 lomba inovasi pembelajaran guru kategori madya tingkat nasional tahun 2018 yang digelar Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Penghargaan tingkat nasional yang diraih Tri Hastuti, S.Pd., M.Pd guru bahasa Prancis di SMAN 1 Pasir Penyu, Inhu dengan memperoleh juara 1 Lomba inovasi pembelajaran guru kategori madya tingkat nasional tahun 2018, diserahkan langsung oleh Ir. Sri Renani Pantjastuti, MPA Direktur pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikbud (4/11/18) bertempat di hotel Kaisar, Jakarta.

Kepada riauterkinicom Rabu (8/11/18) Tri Hastuti yang putri asli Airmolek Kecamatan Pasir Penyu mengatakan, event yang diselenggarakan Kemendikbud setiap tahunnya sejak tahun 2014 ini, dalam kategori Madya atau level menengah diikuti 97 peserta dari seluruh Indonesia termasuk finalis dari tahun-tahun sebelumnya.

"Dari pendaftar sebanyak 97 peserta, kemudian diseleksi menjadi 50 peserta yang lolos menjadi finalis Madya yang terdiri dari guru SMK dan SMA dari seluruh Indonesia," ujarnya.

Dengan seleksi yang cukup ketat yang dilakukan para juri yang terdiri dari profesor-profesor yang berasal dari perguruan tinggi, para finalis yang berasal dari guru SMK dan SMA dari seluruh penjuru nusantara ini mempresentasikan inovasi-inovasi tentang pembelajaran yang berhasil mereka lakukan.

"Dari puluhan peserta yang masuk dalam finalis Madya tersebut, untuk Propinsi Riau hanya diwakili dua orang peserta yaitu untuk tingkat SMA saya sendiri Tri Hastuti yang berasal dari SMAN 1 Pasir Penyu. Sementara untuk tingkat SMK diraih oleh Antoni dari SMKN 1 Pelalawan," jelasnya. *** (guh)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Bupati Bengkalis: Jangan 'Sunat' Bantuan Kesejahteraan Guru Honor Madrasah
- Meski Runner Up, Siswa MTs Simandolak Tetap Bangga Terima Piala Kantor Kemenag Kuansing
- Mahasiswa Berprestasi, Nada Cindy Dapat 1000 Dolar Singapura dari Menko Kemaritiman
- Kominfo Bengkalis Koreksi Data,
Ternyata Bantuan Kesejahteraan Guru Madrasah Hanya Naik 12,83 Persen

- Tuntut Rektor Jelaskan Soal UKT, Puluhan Mahasiswa UIN Suska Riau Gelar Demo
- Alhamdulillah ! Bantuan Guru Madrasah di Bengkalis 2019 Naik 49,01 Persen
- ‎Batalkan Dana Tambahan,
Mahasiswa Soroti Pemprov Riau Bangun Gedung Polda dan Kejati Pakai APBD



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com