Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 23 Januari 2019 19:32
Sinergitas TNI-Polri, Polres Inhu Sosialisasi Bahaya Narkoba di Kodim 0302

Rabu, 23 Januari 2019 19:13
Yowan Terpilih Menjadi Ketua LPM Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru

Rabu, 23 Januari 2019 17:04
Ratusan Prajurit Kodim 0313/KPR se-Rohul‎ Jalani Minggu Militer di Pasirpangaraian

Rabu, 23 Januari 2019 16:53
Kadis PUPR Rohul Turun Tangan,
‎Jalan Provinsi di Rambah Hilir Rusak tarena tak Ada Drainese


Rabu, 23 Januari 2019 16:48
Peredaran Narkoba di LP Kelas II B Bangkinang Kembali Terungkap

Rabu, 23 Januari 2019 16:44
Bandara Sepi, Porter Andalkan Penerbangan Internasional

Rabu, 23 Januari 2019 16:34
Gubri Ingin Jembatan Siak IV Diberi Nama Pendiri Kota Pekanbaru

Rabu, 23 Januari 2019 16:24
Sesuai Letaknya,
Waka DPRD Riau Kordias Pasaribu Usulkan Nama Pelita untuk Jembatan Siak IV


Rabu, 23 Januari 2019 16:21
Diduga DL Massal, Kantor Bupati dan DPRD Pelalawan Lengang Mencekam

Rabu, 23 Januari 2019 16:16
Anggota DPRD Riau Dapil Pekanbaru Sebut Jembatan Siak IV Sudah Rampung


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 8 Nopember 2018 16:35
Seorang Guru SMAN 1 Pasir Penyu, Inhu Raih Penghargaan Nasional Kemendikbud

Prestasi membanggakan diraih seorang guru SMAN 1 Pasir Penyu, Inhu. Adalah Tri Hastuti berhasil menyabet juara 1 lomba inovasi pembelajaran guru kategori madya tingkat nasional.

Riauterkini-RENGAT-Prestasi membanggakan ditorehkan seorang guru SMAN 1 Pasir Penyu Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) yang berhasil meraih penghargaan tingkat nasional, dengan menyabet juara 1 lomba inovasi pembelajaran guru kategori madya tingkat nasional tahun 2018 yang digelar Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Penghargaan tingkat nasional yang diraih Tri Hastuti, S.Pd., M.Pd guru bahasa Prancis di SMAN 1 Pasir Penyu, Inhu dengan memperoleh juara 1 Lomba inovasi pembelajaran guru kategori madya tingkat nasional tahun 2018, diserahkan langsung oleh Ir. Sri Renani Pantjastuti, MPA Direktur pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikbud (4/11/18) bertempat di hotel Kaisar, Jakarta.

Kepada riauterkinicom Rabu (8/11/18) Tri Hastuti yang putri asli Airmolek Kecamatan Pasir Penyu mengatakan, event yang diselenggarakan Kemendikbud setiap tahunnya sejak tahun 2014 ini, dalam kategori Madya atau level menengah diikuti 97 peserta dari seluruh Indonesia termasuk finalis dari tahun-tahun sebelumnya.

"Dari pendaftar sebanyak 97 peserta, kemudian diseleksi menjadi 50 peserta yang lolos menjadi finalis Madya yang terdiri dari guru SMK dan SMA dari seluruh Indonesia," ujarnya.

Dengan seleksi yang cukup ketat yang dilakukan para juri yang terdiri dari profesor-profesor yang berasal dari perguruan tinggi, para finalis yang berasal dari guru SMK dan SMA dari seluruh penjuru nusantara ini mempresentasikan inovasi-inovasi tentang pembelajaran yang berhasil mereka lakukan.

"Dari puluhan peserta yang masuk dalam finalis Madya tersebut, untuk Propinsi Riau hanya diwakili dua orang peserta yaitu untuk tingkat SMA saya sendiri Tri Hastuti yang berasal dari SMAN 1 Pasir Penyu. Sementara untuk tingkat SMK diraih oleh Antoni dari SMKN 1 Pelalawan," jelasnya. *** (guh)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Pelajar di Kampar Ditangkap Polisi Karena Hamili Pacar, Korban Dikeluarkan dari Sekolah 
- Disdik Pekanbaru Dukung Wacana Perekrutan PPPK
- Ipermakusi Sumbar Goes to Scool SMA di Kuansing
- Bupati Bengkalis: Jangan 'Sunat' Bantuan Kesejahteraan Guru Honor Madrasah
- Meski Runner Up, Siswa MTs Simandolak Tetap Bangga Terima Piala Kantor Kemenag Kuansing
- Mahasiswa Berprestasi, Nada Cindy Dapat 1000 Dolar Singapura dari Menko Kemaritiman
- Kominfo Bengkalis Koreksi Data,
Ternyata Bantuan Kesejahteraan Guru Madrasah Hanya Naik 12,83 Persen



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com