Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 20 April 2019 08:50
Bupati Inhil : RA Kartini Pioner Pejuang Kaum Perempuan

Sabtu, 20 April 2019 07:10
Bawaslu Riau Resmi Rokemendasikan 112 TPS PSU dan PSL

Jum’at, 19 April 2019 20:57
Catatan Rahman Rahim,
Riau Hijau, Solusi Permasalahan Lingkungan di Riau


Jum’at, 19 April 2019 20:41
Dari Tokyo ke Pekanbaru, UNIQLO Membuka Toko Pertama di Living World

Jum’at, 19 April 2019 16:31
Empat ABK Kapal BG Maju Tewas Terjebak di Bunker

Jum’at, 19 April 2019 16:06
Tentang PSU/PSL, KPU Belum Terima Rekomendasi Resmi

Jum’at, 19 April 2019 14:46
Bawa Sabu 20 Gram, Pengunjung Rutan Sialang Bungkuk Diamankan Petugas Rutan

Jum’at, 19 April 2019 12:45
Viral di Medsos Suara Prabowo Hilang 100,
KPU Dumai Akui Salah dan Minta Maaf


Jum’at, 19 April 2019 11:30
Bupati Kuansing Serahkan Dana Hibah untuk Ponpes di Gunung Toar

Jum’at, 19 April 2019 08:00
Bawaslu Riau Rekomendasikan 98 TPS Gelar PSL dan PSU


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 18 Desember 2018 16:53
IECTA dan STAI Le Taja Seminar Sosialisasi dan Simulasi Uji Kompetensi Bahasa Inggris

IECTA Pekanbaru bersama STAI Le taja seminar Sosialisasi dan Simulasi Uji Kompetensi Bahasa Inggris. Gelaran yang dihadiri sekitar 200 perserta ini dilaksanakan di Alpa Hotel Pekanbaru.

Indonesian English Course Teachers' Association (IECTA) Pekanbaru bersama STAI Le taja seminar Sosialisasi dan Simulasi Uji Kompetensi Bahasa Inggris, Selasa (18/12/18). Gelaran yang dihadiri sekitar 200 perserta ini dilaksanakan di Alpa Hotel Pekanbaru.

PEKANBARU - Melihat rendahnya pemahaman berbahasa Inggris di wilayah Riau, Indonesian English Course Teachers' Association (IECTA) Pekanbaru STAI Le upayakan pemaksimalan pelatihan diseluruh lini masyarakat.

"Saya prihatin dengan kemampuan bahasa Inggris genrasi muda di Riau, saya tidak melihat ada regenerasinya bibit unggul yang ada selama ini," ujar Ketua IECTA Pekanbaru, Afisi Sabri saat berbincang bersama riauterkini.com, Selasa (18/12/18).

Afisi menambahkan pihaknya akan gencarkan berbagai program latihan kepada seluruh masyarakat khususnya pada guru-guru program studi bahasa Inggris. Tak hanya itu, peserta didik juga turut menjadi sasarannya dalam pemahaman bahasa Inggris tersebut.

Menurutnya, bahasa Inggris sangat penting dikuasai oleh generasi muda, terlebih lagi pada era masyarakat ekonomi asean (MEA). Hal ini tentu juga berpengaruh dalam dunia kerja yang akan dihadapi oleh para generasi muda Riau.

"Target kita seluruh lini masyarakat Riau bukan hanya mpu berbahasa inggris namun juga paham dalam berkomunikasi. Namun, memang kita sedikit kesulitan karena minimnya dukungan pemerintah atas target kita ini," bebernya.

Untuk mencapai visi dan misinya tersebut, IECTA Pekanbaru akan menggandeng berbagai instasi pendidikan mulai dari SMK hingga Perguruan Tinggi di Riau. Untuk perdana di Sumatera pihaknya saat ini berkolaborasi dengan STAI Le yang berlokasi di jalan Duyung Pekanbaru.

Kerjasama perdana ini pihaknya hadirkan seminar sosialisasi dan simulasi uji kompetensi Bahasa inggris yang dilaksanakan di Alpa Hotel Pekanbaru.

"Kita mengundang 18 himpunan mahasiswa se-Pekanbaru, 18 SMK dan 12 kursus bahasa Inggris. Kita harap ini menjadi awal dari program kita," terangnya.

Wanita yang telah berkecimpung selama 18 tahun dalam pendidikan bahasa Inggris ini juga berharap kegiatan ini dapat terlaksana setiap tahunnya. Sementara rutin setiap bulannya gelaran pelatihan bahasa Inggris dilaksanakan di STAI Le Pekanbaru.

"Selain di Pekanbaru, kita juga mengharapkan program ini berjalan di seluruh kota-kota besar lainnya di sumatera. Seperti Medan, Palembang, Padang, dan sebagainya," tuturnya.

Sementara, Ketua Kampus STAI Le, M Syahrial mengatakan pelatihan ini memiliki potensi yang sangat bagus. Dimana dapat meningkatkan pemahaman generasi muda.

"Bahasa Inggris paling dituntut di era MEA ini. Untuk itu, memang kita maksimalkan sesuai dengan jurusan prodi yang kita miliki yakni Perbankan Syariah. Kita siapkan lukusan STAI Le, memiliki kemampuan yang bagus dalam berbahasa Inggris dan mampu bersaing dalam dunia kerja. Seperti bank-bank Asean yang akan masuk ke Indonesia," paparnya.

Kolaborasi dengan IECTA, dikatakan Syahrial juga mendapat respon yang positif bagi peserta didik di lingkungan kampusnya. Dimana Ia menargetkan peserta pelatihan yang ada dapat menjadi ujung tombak yang kembali menurunkan ilmunya di lingkungan keluarga dan masyarakat. ***(rul)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Dicopot Secara Sepihak, Staf Kemenag Angkat Bicara
- 32 SMP Negeri dan Swasta Sederajat Bakal Ikuti UNBK di Pelalawan
- Liga Berjenjang U-16 Region Kampar Seru, Enam Tim Siap Berlaga di Babak Enam Besar
- DPRD Pekanbaru Soroti Kualitas Proses Belajar Mengajar SMK Bina Profesi Pekanbaru
- Dua Pelajar SMAN 1 Bangkinang Kota Raih Emas di Kejurda Taekwondo
- 34 Sekolah di Kampar Laksanakan UNBK dan 16 Sekolah Masih UNPK
- Puluhan Mahasiswa Jurusan IP UR Dialog Interaktif dengan Ketua DPRD Kampar


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com