Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Kamis, 21 Pebruari 2019 16:50
Mursini Terpilih Aklamasi Pimpin DPW PPP Riau

Kamis, 21 Pebruari 2019 16:48
Bupati Rohul Ikut Hadiri Rakernas Indonesia Bersih di Jakarta

Kamis, 21 Pebruari 2019 16:38
Dugaan Pencemaran Limbah di PKS PT MAN,
Ketua DPRD Rohul: Jika Terbukti, Kita Minta Operasional Perusahaan Dihentikan


Kamis, 21 Pebruari 2019 15:11
Termasuk Utang Obat di RSUD,
BPKAD Rohul Prioritaskan Lunasi Utang Tunda Bayar 2018‎ Rp75 Miliar


Kamis, 21 Pebruari 2019 14:53
Ini Alasan Kenapa 16 Kades Hasil Pilkades Serentak 2018 di Rohul Belum Dilantik

Kamis, 21 Pebruari 2019 14:46
Polda Riau Tangkap 8 Kilogram Sabu Asal Malaysia

Kamis, 21 Pebruari 2019 14:31
Korban Dikabarkan Kritis,
Mobil Patwal Bupati Inhu Tabrak Pengandara di Koto Inuman, Kuansing


Kamis, 21 Pebruari 2019 14:24
Senin Baru Ngantor,
Gubri Besok Dampingi Moeldoko ke Dumai


Kamis, 21 Pebruari 2019 14:12
Disparbud Rohul Langsung Data dan Ukur Areal Benteng Tujuh Lapis Tambusai

Kamis, 21 Pebruari 2019 14:03
Bawaslu Sebut Ada Empat TPS Rawan Secara Geografis


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 19 Januari 2019 15:51
Bupati Bengkalis: Jangan 'Sunat' Bantuan Kesejahteraan Guru Honor Madrasah

Bupati Bengkalis Amril Mukminin memberikan peringatan kepada pihak terkait yang terlibat dengan pembayaran dana kesejahteraan guru honor madrasah di daerah ini. Tidak boleh 'disunat' atau dipotong satu sen pun.

Riauterkini-BENGKALIS- Bupati Bengkalis Amril Mukminin memberikan peringatan kepada pihak terkait yang terlibat dengan pembayaran kesejahteraan guru honor madrasah di daerah ini. Tidak boleh 'disunat' atau dipotong satu sen pun.

Peringatan keras ini disampaikan Amril karena adanya informasi apabila bantuan kesejahteraan itu dibayarkan, sejumlah guru madrasah diminta dapat menyisihkan sedikit guna dikumpulkan sebagai “ucapan terima kasih”.

“Apapun dalihnya tak boleh diminta atau dipotong. Jangankan satu rupiah, satu sen pun tak boleh. Semua harus diterima guru madrasah secara utuh,” tegas Bupati Amril Mukminin, Sabtu (19/1/19).

Amril mengimbau, kepada guru madrasah atau masyarakat yang mengetahui jika nantinya ada oknum yang meminta atau memotong uang bantuan tersebut saat dibayarkan, agar segera melaporkan padanya.

“Catat nama oknumnya, dimana, berapa besarnya potongan atau permintaan sumbangan yang harus diberikan. Laporkan kepada kami. Akan kami tindak tegas karena itu termasuk Pungli, akan kita laporkan ke Tim Saber Pungli,” tegas Bupati Amril lagi.

Di bagian lain, Bupati Amril minta para Camat, Kepala Desa dan Lurah di daerah ini untuk ikut memantau pembayaran bantuan kesejahteraan untuk guru madrasah tersebut nantinya.

“Kami juga sudah instruksikan Camat, Kepala Desa dan Lurah untuk segera melaporkan pada kami bila mengetahui di wilayahnya adanya keluhan guru madrasah karena adanya pemotongan atau permintaan sumbangan oleh pihak manapun. Termasuk yang meminta "uang muka" sebelum pembayaran,” imbuh Amril.

Sebagaimana sudah diinformasikan sebelumnya, total anggaran bantuan kesejahteraan untuk guru madrasah ini yang dianggarkan Pemkab Bengkalis sebesar Rp20.278.200.000.

Atau meningkat kurang lebih Rp2.305.800.000 atau 12,83 persen dibanding tahun 2018 yang hanya sebesar Rp17.972.400.000.

Adapun alokasi bantuan tersebut diperuntukan buat guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) yang akan menerima Rp500.000 per bulan untuk 12 bulan.

Jumlah guru MDTA yang mendapatkannya sebanyak 2.050 orang dengan total anggaran Rp12.300.000.000.

Tahun 2018, alokasi anggaran bantuan kesejahteraan guru MDTA ini Rp10.978.200.000 dengan penerima sebanyak 2.033 orang guru.

Untuk guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) akan menerima Rp500.000 per bulan. Jumlah guru MI yang akan menerima sebanyak 220 orang dengan total anggaran Rp1.320.000.000.

Tahun 2018, alokasi anggaran bantuan kesejahteraan untuk guru MI ini Rp1.003.200.000 dengan penerima sebanyak 209 orang guru.

Guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) bakal menerima Rp500.000 per bulan. Jumlah guru MTs yang akan menerima sebanyak 740 orang dengan total anggaran Rp4.440.000.000.

Tahun 2018, alokasi anggaran bantuan kesejahteraan untuk guru MTs ini hanya Rp3.489.600.000 dengan penerima sebanyak 727 orang guru.

Untuk guru Madrasah Aliyah (MA) akan menerima Rp500.000 per bulan. Jumlah guru MA yang akan menerima sebanyak 450 orang dengan total anggaran Rp2.700.000.000,-

Tahun 2018, alokasi anggaran bantuan kesejahteraan untuk guru MA ini Rp2.083.200.000 dengan penerima sebanyak 434 orang guru.***(dik/rls)



Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Disaksikan Bupati Harris, PAC PGRI Pangkalan Lesung Resmi Dilantik
- Toefl Batch V Lexie Trainings Diikuti Peserta Asing
- Mahasiswa FMIPA UNRI Belajar Industri Ke PT RAPP
- ‎Kepala Madrasah se-Rohul Bahas Persiapan UNBK 2019, Listrik dan Jaringan Masih Bermasalah
- 49 Kepsek dan P2UPD Kabupaten Kuansing Dilantik
- Ratusan Peserta Ikuti Pelatihan PSM Peningkatan Mutu Pembelajaran Sekolah di Bengkalis
- Gantikan Basuki,
Gusrina Resmi Jabat Gubernur Mahasiswa Faperta UPP Rohul 2019-2020



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com