Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Senin, 26 Agustus 2019 11:46
DMPA, Jurus Jitu PT PSPI Ajaki Masyarakat Peduli Cegah Karlabut

Senin, 26 Agustus 2019 11:03
Rumah Panti Asuhan Sayang Omak di Bathin Solapan, Bengkalis Ludes Terbakar

Senin, 26 Agustus 2019 10:20
Kampus Jelang Ditutup, Mahasiswa AKN Bengkalis Juara Nasional Pasang Sepanduk Minta Perhatian Presiden di Pekanbaru

Senin, 26 Agustus 2019 08:22
Jadwal Penerbangan Normal, BMKG Pastikan Kabut Asap Kian Pekat

Senin, 26 Agustus 2019 08:00
Udara tak Sehat, Sekolah di Pekanbaru Diizinkan Liburkan Murid

Ahad, 25 Agustus 2019 21:23
Buat Limbago Tak Berkutik, Pahlawan Kuantan Juara FPJ 2019

Ahad, 25 Agustus 2019 16:49
Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat

Ahad, 25 Agustus 2019 16:46
Lahan di Bengkalis Kembali Terbakar

Ahad, 25 Agustus 2019 16:43
DPO Perkara Narkoba Ditangkap Polisi Rohul di Bengkalis, 300 Gram Ganja‎ Disita

Ahad, 25 Agustus 2019 16:36
Pansus Penyelenggara Pendidikan DPRD Bengkalis Sempurnakan Naskah Akademis


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 19 Januari 2019 15:51
Bupati Bengkalis: Jangan 'Sunat' Bantuan Kesejahteraan Guru Honor Madrasah

Bupati Bengkalis Amril Mukminin memberikan peringatan kepada pihak terkait yang terlibat dengan pembayaran dana kesejahteraan guru honor madrasah di daerah ini. Tidak boleh 'disunat' atau dipotong satu sen pun.

Riauterkini-BENGKALIS- Bupati Bengkalis Amril Mukminin memberikan peringatan kepada pihak terkait yang terlibat dengan pembayaran kesejahteraan guru honor madrasah di daerah ini. Tidak boleh 'disunat' atau dipotong satu sen pun.

Peringatan keras ini disampaikan Amril karena adanya informasi apabila bantuan kesejahteraan itu dibayarkan, sejumlah guru madrasah diminta dapat menyisihkan sedikit guna dikumpulkan sebagai “ucapan terima kasih”.

“Apapun dalihnya tak boleh diminta atau dipotong. Jangankan satu rupiah, satu sen pun tak boleh. Semua harus diterima guru madrasah secara utuh,” tegas Bupati Amril Mukminin, Sabtu (19/1/19).

Amril mengimbau, kepada guru madrasah atau masyarakat yang mengetahui jika nantinya ada oknum yang meminta atau memotong uang bantuan tersebut saat dibayarkan, agar segera melaporkan padanya.

“Catat nama oknumnya, dimana, berapa besarnya potongan atau permintaan sumbangan yang harus diberikan. Laporkan kepada kami. Akan kami tindak tegas karena itu termasuk Pungli, akan kita laporkan ke Tim Saber Pungli,” tegas Bupati Amril lagi.

Di bagian lain, Bupati Amril minta para Camat, Kepala Desa dan Lurah di daerah ini untuk ikut memantau pembayaran bantuan kesejahteraan untuk guru madrasah tersebut nantinya.

“Kami juga sudah instruksikan Camat, Kepala Desa dan Lurah untuk segera melaporkan pada kami bila mengetahui di wilayahnya adanya keluhan guru madrasah karena adanya pemotongan atau permintaan sumbangan oleh pihak manapun. Termasuk yang meminta "uang muka" sebelum pembayaran,” imbuh Amril.

Sebagaimana sudah diinformasikan sebelumnya, total anggaran bantuan kesejahteraan untuk guru madrasah ini yang dianggarkan Pemkab Bengkalis sebesar Rp20.278.200.000.

Atau meningkat kurang lebih Rp2.305.800.000 atau 12,83 persen dibanding tahun 2018 yang hanya sebesar Rp17.972.400.000.

Adapun alokasi bantuan tersebut diperuntukan buat guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) yang akan menerima Rp500.000 per bulan untuk 12 bulan.

Jumlah guru MDTA yang mendapatkannya sebanyak 2.050 orang dengan total anggaran Rp12.300.000.000.

Tahun 2018, alokasi anggaran bantuan kesejahteraan guru MDTA ini Rp10.978.200.000 dengan penerima sebanyak 2.033 orang guru.

Untuk guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) akan menerima Rp500.000 per bulan. Jumlah guru MI yang akan menerima sebanyak 220 orang dengan total anggaran Rp1.320.000.000.

Tahun 2018, alokasi anggaran bantuan kesejahteraan untuk guru MI ini Rp1.003.200.000 dengan penerima sebanyak 209 orang guru.

Guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) bakal menerima Rp500.000 per bulan. Jumlah guru MTs yang akan menerima sebanyak 740 orang dengan total anggaran Rp4.440.000.000.

Tahun 2018, alokasi anggaran bantuan kesejahteraan untuk guru MTs ini hanya Rp3.489.600.000 dengan penerima sebanyak 727 orang guru.

Untuk guru Madrasah Aliyah (MA) akan menerima Rp500.000 per bulan. Jumlah guru MA yang akan menerima sebanyak 450 orang dengan total anggaran Rp2.700.000.000,-

Tahun 2018, alokasi anggaran bantuan kesejahteraan untuk guru MA ini Rp2.083.200.000 dengan penerima sebanyak 434 orang guru.***(dik/rls)



Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Kampus Jelang Ditutup, Mahasiswa AKN Bengkalis Juara Nasional Pasang Sepanduk Minta Perhatian Presiden di Pekanbaru
- Pansus Penyelenggara Pendidikan DPRD Bengkalis Sempurnakan Naskah Akademis
- Ironi, Jelang Ditutup Pemerintah, Tim AKN Bengkalis Juara Kompetisi Nasional di Surabaya
- Saran KPK, Disdik Riau Sebar Edaran Larangan Pungutan Komite Sekolah
- Kembangkan Potensi Ekonomi Kreatif, Mahasiswa Kukerta UR Dukung Masyarakat Olah Sarden
- Pelatakan Batu Pertama 24 Agustus,
Gubri Siap Gerakan Wakaf Pembangunan Universitas Anak Yatim

- Udara Tercemar Asap, Disdik Bengkalis Belum Instruksikan Sekolah Diliburkan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com