Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Senin, 23 September 2019 10:50
Riau Darurat Asap, Pemko dan Pemkab Serta Perusahaan Diminta Bikin Posko Evakuasi

Senin, 23 September 2019 10:46
Asap Tebal, Belum Ada Pesawat Mendarat di SSK

Senin, 23 September 2019 09:58
Gubernur Umumkan Riau Darurat Pencemaran Udara Akibat Asap

Senin, 23 September 2019 09:06
Musim Asap, Libur Sekolah Rohil Tanpa Kepastian

Senin, 23 September 2019 07:57
Dikepung 256 Titik Panas, Asap Masih Pekat Selimuti Riau

Senin, 23 September 2019 07:10
Dilantik Hari ini, Mengenal Ketua dan Dua Wakil Ketua DPRD Pelalawan

Ahad, 22 September 2019 21:04
Riau Dikepung Asap, WCD Riau tetap Lakukan Aksi Bersih-bersih

Ahad, 22 September 2019 20:57
Lanjut di Tengah Kabut Asap,
Pembalap BSP Siak Juarai Etape Akhir di Tour de Siak 2019


Ahad, 22 September 2019 20:13
Asap Kian Pekat, Dua Kali PKKBM dan Masta Umri Ditunda

Ahad, 22 September 2019 20:03
Sekda Rohul Ingin Panen Ikan di Rantau Larangan Kubang Buaya Jadi Even Wisata


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 7 Pebruari 2019 08:20
Kemendikbud Minta Pemprov Riau Optimalkan Guru Seni Budaya

Untuk mendukung Mulok Budaya Melayu Riau masuk kurikulum. Kemendikbud minta dilakukan optimalisasi peran Guru Seni Budaya.

Riauterkini - PEKANBARU - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia meminta Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan mengoptimalkan peran guru seni budaya untuk mengajarkan budaya Melayu Riau di sekolah-sekolah.

Hal ini dilakukan sehubungan usulan Pemprov Riau memasukkan Budaya Melayu Riau (BMR) sebagai Muatan Lokal) (Mulok) ke dalam kurikulum pendidikan di wilayah Provinsi Riau.

“Untuk jangka pendek Pemprov Riau harus mengoptimalkan guru seni budaya untuk mengajarkan Budaya Melayu Riau kepada anak didik. Untuk jangka pendek sebelum diakuinya Mulok BMR di Riau, Pemprov harus mengikuti kurikulum seni budaya yang saat ini dilakukan Kemendikbud. Setelah disahkan Permen Kurikulum BMR, baru BMR direalisasikan,” kata Santi Ambarukmi, Kasubdit Peningkatan Kompentensi dan Kualifikasi Direktorat Pendidikan Dasar Menengah, Kemendikbud RI, Rabu (6/2/19) saat menerima tim dari Pemprov Riau yang dipimpin Asisten I Setdaprov Riau, H Ahmad Syah Harrofie, kemarin di Jakarta. Dalam pertemuan itu Asisten I didampingi Dr Junaidi, Kadis Kebudayaan Riau Raja Yoserizal Zen, Kabid SMA Disdik Riau, Hafes Timtim.

Rombongan Pemprov Riau kemarin menyerahkan surat permohonan pengakuan Mulok BMR di Riau beserta draft kurikulum yang disusun dari LAM Riau. Kurikulum yang terus dilakukan revisi dengan mendapat pendampingan dari Pusat Kurikulum dan Perbukuan ini, akan mendapat pengakuan melalui Permendikbud RI.

Namun demikian, meskipun program jangka pendek yang mengacu pada ‘payung’ Seni Budaya, antara Pemprov dan Kemendikbud sudah bisa melakukan sertifikasi guru sehingga guru seni budaya merasa dilindungi dengan mendapatkan tunjangan profesi guru. Dengan pada program Seni Budaya, Pemerintah lebih mudah memberikan tunjangan profesi guru ketimbang membuka program yang tidak mengacu pada pusat.

Sementara itu untuk jangka panjang, menurut Santi harus dibuka program profesi guru bagi guru Mulok BMR di Provinsi Riau. “Masalah selama ini kan tunjangan yang harus didapat atas profesi guru Mulok BMR,” jelas Santi.

Sementara itu Asisten I Setda Provinsi Riau mengharapkan persetujuan Mulok BMR segera direalisasikan, mengingat kebudayaan Melayu berpusat di Provinsi Riau karena sejalan dengan Visi Riau 2020, dimana antara pemerintah dan masyarakat sepakat menjadikan Riau sebagai Pusat Kebudayaan Melayu di bentangan Asia Tenggara. “Untuk muwujudkan impian ini tergantung dari SDM. Dan SDM itu lahir dari sekolah-sekolah. Makanya kita ngotot kurikulum Mulok BMR diakui,” papar Ahmad Syah Harrofie.

Seperti diketahui, pada Sabtu (2/2/19) lalu di saat kunjungan kerja Mendikbud Muhadjir Effendy, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) melobi Mendikbud agar Mulok BMR dpt dimasukkan ke dalam data pokok pendidikan sebagai rumpun tersendiri (budaya), Pekanbaru, Sabtu (2/2/19).

Dengan demikian Mulok BMR, tidak berada dlm rumpun lain yg sudah ada, misalnya rumpun bahasa krn berbagai pertimbangan konseptual. Menteri mengatakan bhw gagasan Riau itu bisa menjadi model bagi muatan lokal Indonesia yg selama ini terpaku pada rumpun bahasa.

Pasalnya, budaya mencakup semua hal kehidupan manusia yg berpunca pada nilai-nilai. Ia bersedia menerbitkan Kemendikbud utk itu. Sebagai catatan, sudah dua kali Riau berurusan dgn Mendikbud berkaitan dgn mulok ini. Sebelum ini, di Jakarta 21 Mei 2018, malah langsung disampaikan kepada Mendikbud. ***(mok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Musim Asap, Libur Sekolah Rohil Tanpa Kepastian
- Asap Kian Pekat, Dua Kali PKKBM dan Masta Umri Ditunda
- Asap Tebal dan Pekat, Disdikpora Rohul Kembali Meliburkan Sekolah
- PT RAPP Gelar Pelatihan Guru SD se-Riau
- Peresmian Science Park Sekolah Binaan PT RAPP, Siswa Bermain Sambil Belajar Fisika di Alam
- Khawatir Udara di Kuansing Tak Sehat, Dewan Minta Disdik Kuansing Ambil Langkah Tegas
- Edukasi Anak, PT TPP Inhu Gelar Smart Parenting


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com