Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 20 Agustus 2019 14:17
15 Sekolah di Bengkalis Dinobatkan sebagai Sekolah Berwawasan Lingkungan

Selasa, 20 Agustus 2019 13:47
Mahfud MD Sebut Kasus Ustadz Ubdul Somad Sudah Kadaluarsa

Selasa, 20 Agustus 2019 13:43
Penikaman Kanit Reskrim, Diawali Keributan Pelaku dengan Warga

Selasa, 20 Agustus 2019 13:06
Dilantik Wakapolda Riau, AKBP Andri Sudarmadi Jabat Direktur Reskrim

Selasa, 20 Agustus 2019 13:01
Besok Dibuka Menteri Pariwisata, 175 Jalur Siap Menjadi Tercepat di FPJ 2019

Selasa, 20 Agustus 2019 12:54
Rok Terlilit Rantai Motor, Seorang Ibu di Perawang Terhempas ke Aspal

Selasa, 20 Agustus 2019 11:43
Forum Diskusi Publik Kemen Kominfo Hadirkan Mahfud MD dan Gun-Gun Siswandi

Selasa, 20 Agustus 2019 11:38
Muncul 44 Titik Panas, Kebakaran Lahan di Riau Kembali Meluas

Selasa, 20 Agustus 2019 11:25
Tikam Kanit Reskrim, Warga Inhil Tewas Ditembak

Selasa, 20 Agustus 2019 11:21
Dijadwalkan Tiba Sore, Menpar Besok Buka Festival Pacu Jalur 2019


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 7 Pebruari 2019 08:20
Kemendikbud Minta Pemprov Riau Optimalkan Guru Seni Budaya

Untuk mendukung Mulok Budaya Melayu Riau masuk kurikulum. Kemendikbud minta dilakukan optimalisasi peran Guru Seni Budaya.

Riauterkini - PEKANBARU - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia meminta Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan mengoptimalkan peran guru seni budaya untuk mengajarkan budaya Melayu Riau di sekolah-sekolah.

Hal ini dilakukan sehubungan usulan Pemprov Riau memasukkan Budaya Melayu Riau (BMR) sebagai Muatan Lokal) (Mulok) ke dalam kurikulum pendidikan di wilayah Provinsi Riau.

“Untuk jangka pendek Pemprov Riau harus mengoptimalkan guru seni budaya untuk mengajarkan Budaya Melayu Riau kepada anak didik. Untuk jangka pendek sebelum diakuinya Mulok BMR di Riau, Pemprov harus mengikuti kurikulum seni budaya yang saat ini dilakukan Kemendikbud. Setelah disahkan Permen Kurikulum BMR, baru BMR direalisasikan,” kata Santi Ambarukmi, Kasubdit Peningkatan Kompentensi dan Kualifikasi Direktorat Pendidikan Dasar Menengah, Kemendikbud RI, Rabu (6/2/19) saat menerima tim dari Pemprov Riau yang dipimpin Asisten I Setdaprov Riau, H Ahmad Syah Harrofie, kemarin di Jakarta. Dalam pertemuan itu Asisten I didampingi Dr Junaidi, Kadis Kebudayaan Riau Raja Yoserizal Zen, Kabid SMA Disdik Riau, Hafes Timtim.

Rombongan Pemprov Riau kemarin menyerahkan surat permohonan pengakuan Mulok BMR di Riau beserta draft kurikulum yang disusun dari LAM Riau. Kurikulum yang terus dilakukan revisi dengan mendapat pendampingan dari Pusat Kurikulum dan Perbukuan ini, akan mendapat pengakuan melalui Permendikbud RI.

Namun demikian, meskipun program jangka pendek yang mengacu pada ‘payung’ Seni Budaya, antara Pemprov dan Kemendikbud sudah bisa melakukan sertifikasi guru sehingga guru seni budaya merasa dilindungi dengan mendapatkan tunjangan profesi guru. Dengan pada program Seni Budaya, Pemerintah lebih mudah memberikan tunjangan profesi guru ketimbang membuka program yang tidak mengacu pada pusat.

Sementara itu untuk jangka panjang, menurut Santi harus dibuka program profesi guru bagi guru Mulok BMR di Provinsi Riau. “Masalah selama ini kan tunjangan yang harus didapat atas profesi guru Mulok BMR,” jelas Santi.

Sementara itu Asisten I Setda Provinsi Riau mengharapkan persetujuan Mulok BMR segera direalisasikan, mengingat kebudayaan Melayu berpusat di Provinsi Riau karena sejalan dengan Visi Riau 2020, dimana antara pemerintah dan masyarakat sepakat menjadikan Riau sebagai Pusat Kebudayaan Melayu di bentangan Asia Tenggara. “Untuk muwujudkan impian ini tergantung dari SDM. Dan SDM itu lahir dari sekolah-sekolah. Makanya kita ngotot kurikulum Mulok BMR diakui,” papar Ahmad Syah Harrofie.

Seperti diketahui, pada Sabtu (2/2/19) lalu di saat kunjungan kerja Mendikbud Muhadjir Effendy, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) melobi Mendikbud agar Mulok BMR dpt dimasukkan ke dalam data pokok pendidikan sebagai rumpun tersendiri (budaya), Pekanbaru, Sabtu (2/2/19).

Dengan demikian Mulok BMR, tidak berada dlm rumpun lain yg sudah ada, misalnya rumpun bahasa krn berbagai pertimbangan konseptual. Menteri mengatakan bhw gagasan Riau itu bisa menjadi model bagi muatan lokal Indonesia yg selama ini terpaku pada rumpun bahasa.

Pasalnya, budaya mencakup semua hal kehidupan manusia yg berpunca pada nilai-nilai. Ia bersedia menerbitkan Kemendikbud utk itu. Sebagai catatan, sudah dua kali Riau berurusan dgn Mendikbud berkaitan dgn mulok ini. Sebelum ini, di Jakarta 21 Mei 2018, malah langsung disampaikan kepada Mendikbud. ***(mok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- 15 Sekolah di Bengkalis Dinobatkan sebagai Sekolah Berwawasan Lingkungan
- Niat Tampil Siswa SD Benai di Pembukaan FPJ Batal
- DPRD Kuansing Minta Kemenag Lebih Tanggap Terkait Kisruh Murid MAN 1 Telukkuantan
- Gubri Berikan Berbagai Penghargaan Lencana kepada Anggota Dewasa Gerakan Pramuka Riau
- Semangat HUT RI ke-74, SMPN 3 XIII Koto Kampar Bertekad Tuntaskan Pembangunan Kolam Renang
- Mahasiswa Kukerta UNRI Ikuti Upacara HUT RI ke-74 di Labuhan Tangga Kecil, Rohil
- Tim Kukerta Unri di Desa Pulau Gadang Desain Home Stay Apung di Objek Wisata Dermaga Tepian Mahligai


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com