Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Kamis, 21 Maret 2019 17:58
Diguyur Hujan, Karhutla di Bengkalis Nyaris Padam Total

Kamis, 21 Maret 2019 17:55
Kerjasama Dinilai tak Menguntungkan, Anggota Koperasi Sawit Timur Jaya Kepenuhan Timur Gugat Perdata PT. AMR Rohul

Kamis, 21 Maret 2019 17:01
Apresiasi Keberadaan PT RAPP, Bupati Siak Ajak Warganya Dukung Keberadaan Investasi

Kamis, 21 Maret 2019 16:23
Titik Api Kembali Muncul, Dewan Nilai Pemprov Riau Sedang 'Terlena'

Kamis, 21 Maret 2019 16:20
BAZNas Bengkalis Hingga 'Curuk Kampung' Ajak Warga Berzakat

Kamis, 21 Maret 2019 15:46
Usulan Perampingan OPD, BP2D Nilai Tidak Begitu Penting

Kamis, 21 Maret 2019 15:38
Peringati HPSN DLH,
Bupati Kuansing Serta Seluruh OPD Komitmen Gunakan Pemakaian Tombler


Kamis, 21 Maret 2019 15:22
Tak Miliki IMB dan Sertifikat Halal, RM Saoenk Kito Pekanbaru Disegel

Kamis, 21 Maret 2019 15:20
Bhakti Kesehatan di Tambang, Wagubri Ajak Masyarakat Jaga Kekompakan

Kamis, 21 Maret 2019 15:17
Rampingkan OPD, Gubri Minta Dukungan DPRD


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 14 Maret 2019 11:51
Dewan Nilai Sebaran Guru Mata Pelajaran SMA Sederajat di Riau tak Merata

Komisi A DPRD Riau mendapatkan sejumlah persoalan pendidikan. Salah satunya tidak meratanya sebaran guru mata pelajaran tingkat SMA sederajat.

Riauterkini-Pekanbaru- Ketua Komisi V DPRD Riau Aherson menyebutkan keberadaan tenaga pengajar tingkat SMA/SMK yang ada di Provinsi Riau saat ini tidak seimbang. Sehingga pihaknya meminta Pemprov memberikan kebijakan tegas untuk memindahkan guru-guru tersebut.

"Semakin jauh sekolah, semakin ke desa semakin sulit orang kesitu, bahkan banyak ASN (Aparatur Sipil Negara, red) yang tidak siap ditempatkan disitu. Kita berharap pemimpin kita tegas dalam hal ini," jelas Arheson, Kamis (14/3/19) di DPRD Riau.

Arheson mengatakan pihaknya telah mendapati guru mata pelajaran yang sama menumpuk pada satu sekolah. Hal ini sangat disayangkan.

"Contoh kemarin kami kunjungan ke SMA N 14, ada lima guru ekonomi di satu sekolah. Mereka mengatakan biarlah mereka tidak mendapatkan tunjangan asal tak dipindah, karena enak di kota. Kalau begini kacau namanya, sebab banyak sekolah lain yang butuh tenaga pengajar," katanya.

Politisi Partai Demokrat ini mengatakan hal ini demi meningkatkan mutu pendidikan di Riau. Selain itu untuk meratakan kualitas pendidikan di kawasan perdesaan, bukan hanya fasilitas sekolah saja yang diperhatikan tetapi juga kualitas tenaga pengajarnya.

"Bahkan di sekolah-sekolah di kampung itu yang banyak mengajar guru honorer, orang kampung dia juga tamat sekolah diterima disana. Nah ASN kita malah menolak untuk ditempatkan di desa," tuturnya.

Sehingga pihaknya sangat berharap kepada Gubernur baru untuk memikirkan para guru yang menumpuk di satu sekolah tersebut. " Ya kita menaruh harapan penuh lah untuk pimpinan baru kita," ujarnya. ***(Uli)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Soal Demo Guru SD dan SMP,
Kadisdik Pekanbaru: Ini Merugikan Diri Sendiri dan Siswa

- Soal Demo Guru SD dan SMP,
Dewan: Tak Berpihak, Perwako tentang Tunjangan Bisa Turunkan Kualitas Pendidik

- Di Hadapan Kadisdik Riau, Siswa Pemukul Kepsek di Inhu Berdamai
- 11 Miliar Lebih Dana BOS Pelalawan Sudah Dicairkan
- Raih Doktor di UMM, Dekan FIK UMRI Diselamati Ketua DPRD Riau
- Kepala BKD Minta Guru PPT Korban Penipuan Lapor Polisi
- Dewan Ambil Tindakan Menyoal Pungutan Uang Komite SMA di Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com