Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Senin, 27 Mei 2019 17:01
Jelang Arus Mudik Balik, Kapolres Bengkalis Sidak Armada Roro

Senin, 27 Mei 2019 16:57
Sah, Paripurna Istimewa DPRD Riau Lantik Asri Auzar Sebagai Wakil Ketua

Senin, 27 Mei 2019 16:38
Bawaslu Riau Minta Bawaslu Kota Berikan Laporan Hasil Pemilu 2019

Senin, 27 Mei 2019 16:33
Program Kemitraan PT CPI dengan Universitas di Riau,
URP Beri Peluang Mahasiswi UIR di Korsel


Senin, 27 Mei 2019 15:23
H-7 Sampai H+7 Lebaran, BPJS Kesehatan Pastikan Masyarakat Tetap Dilayani

Senin, 27 Mei 2019 15:18
Pemerintahan MH Raih WTP ke-8 Kalinya

Senin, 27 Mei 2019 15:13
Ramadhan, Ratusan Warga Binaan Lapas Bengkalis Ikuti Kegiatan Religi

Senin, 27 Mei 2019 14:43
1.788 Napi di Riau Terima Remisi Idul Fitri

Senin, 27 Mei 2019 14:13
Buka Puasa Bersama KKIH Jakarta, Bupati Inhil Paparkan Program Pembangunan

Senin, 27 Mei 2019 14:10
Setiap Bulan, Disdik Pekanbaru Kumpulkan Zakat Guru Rp300 Juta


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 14 Maret 2019 11:51
Dewan Nilai Sebaran Guru Mata Pelajaran SMA Sederajat di Riau tak Merata

Komisi A DPRD Riau mendapatkan sejumlah persoalan pendidikan. Salah satunya tidak meratanya sebaran guru mata pelajaran tingkat SMA sederajat.

Riauterkini-Pekanbaru- Ketua Komisi V DPRD Riau Aherson menyebutkan keberadaan tenaga pengajar tingkat SMA/SMK yang ada di Provinsi Riau saat ini tidak seimbang. Sehingga pihaknya meminta Pemprov memberikan kebijakan tegas untuk memindahkan guru-guru tersebut.

"Semakin jauh sekolah, semakin ke desa semakin sulit orang kesitu, bahkan banyak ASN (Aparatur Sipil Negara, red) yang tidak siap ditempatkan disitu. Kita berharap pemimpin kita tegas dalam hal ini," jelas Arheson, Kamis (14/3/19) di DPRD Riau.

Arheson mengatakan pihaknya telah mendapati guru mata pelajaran yang sama menumpuk pada satu sekolah. Hal ini sangat disayangkan.

"Contoh kemarin kami kunjungan ke SMA N 14, ada lima guru ekonomi di satu sekolah. Mereka mengatakan biarlah mereka tidak mendapatkan tunjangan asal tak dipindah, karena enak di kota. Kalau begini kacau namanya, sebab banyak sekolah lain yang butuh tenaga pengajar," katanya.

Politisi Partai Demokrat ini mengatakan hal ini demi meningkatkan mutu pendidikan di Riau. Selain itu untuk meratakan kualitas pendidikan di kawasan perdesaan, bukan hanya fasilitas sekolah saja yang diperhatikan tetapi juga kualitas tenaga pengajarnya.

"Bahkan di sekolah-sekolah di kampung itu yang banyak mengajar guru honorer, orang kampung dia juga tamat sekolah diterima disana. Nah ASN kita malah menolak untuk ditempatkan di desa," tuturnya.

Sehingga pihaknya sangat berharap kepada Gubernur baru untuk memikirkan para guru yang menumpuk di satu sekolah tersebut. " Ya kita menaruh harapan penuh lah untuk pimpinan baru kita," ujarnya. ***(Uli)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Program Kemitraan PT CPI dengan Universitas di Riau,
URP Beri Peluang Mahasiswi UIR di Korsel

- Tim PKM Edu-PHOTSIC Universitas Riau Show di SMAN 2 Siak Hulu
- Wisuda UIR Periode II Tahun 2019, Hermanto Duduki Pemuncak Tingkat Universitas
- Mahasiswa UR Taja Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa di SMA Negeri Pintar Provinsi Riau
- Guru, Wali Murid dan Pelajar SMAN 2 Bengkalis Santuni Anak Yatim dan Anak Kurang Mampu Belasan Juta Rupiah
- Gedung Baru SDN 019 Air Hitam,Kuansing Diresmikan
- 10 Tahun Terbengkalai, Pemkab Siak Kembali Lanjutkan Pembangunan SDN 01 di 2020


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com