Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Senin, 20 Mei 2019 22:48
Tanpa Perlawanan, Tim Yustisi Kampar Segel Lima Titik Lokasi Galian C di Koto Kampar Hulu

Senin, 20 Mei 2019 22:44
Dipadati Warga, Wabup Inhil Taja Syukuran dan Buka Puasa Bersama di Kediaman Dinas

Senin, 20 Mei 2019 22:37
DPRD Riau Apresiasi Pemprov Riau Raih Opino WTP dari BPK RI

Senin, 20 Mei 2019 22:32
Safari Ramadhan, GM PLN UIW Riau Kepri Resmikan Kantor ULPLTD Bagan Besar Bengkalis

Senin, 20 Mei 2019 20:42
KPU Riau Sampaikan Rekapnas

Senin, 20 Mei 2019 18:12
Kejari Bengkalis Sita Rumah Tersangka Korupsi Kapal Roro di Pekanbaru

Senin, 20 Mei 2019 18:06
RAPP Bukber Bersama Stakeholders dan Insan Media di Riau

Senin, 20 Mei 2019 18:03
Raup Suara Terbanyak di Riau, Jon Elrizal Kembali Lolos ke Senayan

Senin, 20 Mei 2019 16:57
Halal dan Berkualitas,
Bulog Siapkan 2 Ton Daging untuk Lebaran Masyarakat Bengkalis


Senin, 20 Mei 2019 16:51
Pimpin Upacara Harkitnas, Bupati Kampar Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kesatuan


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 14 Maret 2019 14:22
DPRD Sebut Keberadaan Tenaga Pengajar Tingkat SMA/SMK Tidak Seimbang

Komisi V DPRD Riau Aherson menyebutkan keberadaan tenaga pengajar tingkat SMA/SMK di Provinsi Riau saat ini tidak seimbang. Pemprov diminta tegas memindahkan mereka.

Riauterkini-Pekanbaru- Ketua Komisi V DPRD Riau Aherson menyebutkan keberadaan tenaga pengajar tingkat SMA/SMK di Provinsi Riau saat ini tidak seimbang. Sehingga pihaknya meminta Pemprov memberikan kebijakan tegas untuk memindahkan guru-guru tersebut.

"Semakin jauh sekolah, semakin ke desa semakin sulit orang kesitu, bahkan banyak ASN (Aparatur Sipil Negara, red) yang tidak siap ditempatkan disitu. Kita berharap pemimpin kita tegas dalam hal ini," jelas Arheson, Kamis (14/3/19) di DPRD Riau.

Arheson mengatakan pihaknya telah mendapati guru mata pelajaran yang sama menumpuk pada satu sekolah. Hal ini sangat disayangkan.

"Contoh kemarin kami kunjungan ke SMA N 14, ada lima guru ekonomi di satu sekolah. Mereka mengatakan biarlah mereka tidak mendapatkan tunjangan asal tak dipindah, karena enak di kota. Kalau begini kacau namanya, sebab banyak sekolah lain yang butuh tenaga pengajar," katanya.

Politisi Partai Demokrat ini mengatakan hal ini demi meningkatkan mutu pendidikan di Riau. Selain itu untuk meratakan kualitas pendidikan di kawasan perdesaan, bukan hanya fasilitas sekolah saja yang diperhatikan tetapi juga kualitas tenaga pengajarnya.

"Bahkan di sekolah-sekolah di kampung itu yang banyak mengajar guru honorer, orang kampung dia juga tamat sekolah diterima disana. Nah ASN kita malah menolak untuk ditempatkan di desa," tuturnya.

Sehingga pihaknya sangat berharap kepada Gubernur baru untuk memindahkan para guru yang menumpuk di satu sekolah tersebut. " Ya kita menaruh harapan penuh lah untuk pimpinan baru kita," ujarnya.

***(Uli)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Buntut Pertukaran Kepala MAN 1 Telukkuantan, Kemenag Kuansing Diduga Perjualbelikan Jabatan
- Protes Mutasi Kepsek, Siswa MAN 1 Telukkuatan Demo Kemenag Saat Rapat
- Tolak Kepala Sekolah Dipindahkan, Siswa MAN 1 Telukkuantan Sampaikan Protes
- Pergantian Mendadak Kepala MAN 1 Teluk Kuantan Picu Polemik
- Kecuali Tak Ikut UN,  MKKS Bengkalis Pastikan Seluruh Pelajar SMA Bengkalis Diumumkan Lulus 
- Himbauan Gubri Dicuaikan, Pelajar Tetap Coret Baju Sekolah
- Sore ini, Pengumuman Kelulusan UN SMA dan SMK di Pelalawan Lewat Webside Sekolah


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com