Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Kamis, 23 Mei 2019 11:50
Gubri Ingin Gemakan Wakaf Tunai di Riau

Kamis, 23 Mei 2019 11:47
Tiga Ditunda Besok, Dua Terdakwa Kotupsi Drainase Pekanbatu Divonis Sesuai Tuntutan

Kamis, 23 Mei 2019 11:41
Gencar Ditolak, Kamenag Kuansing Bahas Pergantian Kepala MAN 1 Telukkuantan

Kamis, 23 Mei 2019 11:33
Buka Bersama dengan Kejaksaan, Wabup Harapkan Seluruh Forkopimda Inhil Tetap Harmonis

Kamis, 23 Mei 2019 07:59
21 Tahun Reformasi, Mahasiswa Demo Malam di Depan Kantor Bupati Bengkalis

Kamis, 23 Mei 2019 07:54
Pansus Pembiayaan Haji Umroh DPRD Bengkalis Konsultasi ke Pemprov Jambi

Kamis, 23 Mei 2019 07:50
Forkom Pemred Riau Pererat Silaturrahim dengan Buka Bersama

Rabu, 22 Mei 2019 22:37
PT RAPP Salurkan Bantuan Untuk Anak Yatim, Dhuafa dan Mesjid di Siak

Rabu, 22 Mei 2019 22:31
Sehari Gubri di Siak, Rp 880 Juta Lebih Zakat Terkumpul

Rabu, 22 Mei 2019 20:05
Delapan Jabatan Perwira Disertijab, Kasat Lantas dan Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Diganti


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 14 Maret 2019 14:22
DPRD Sebut Keberadaan Tenaga Pengajar Tingkat SMA/SMK Tidak Seimbang

Komisi V DPRD Riau Aherson menyebutkan keberadaan tenaga pengajar tingkat SMA/SMK di Provinsi Riau saat ini tidak seimbang. Pemprov diminta tegas memindahkan mereka.

Riauterkini-Pekanbaru- Ketua Komisi V DPRD Riau Aherson menyebutkan keberadaan tenaga pengajar tingkat SMA/SMK di Provinsi Riau saat ini tidak seimbang. Sehingga pihaknya meminta Pemprov memberikan kebijakan tegas untuk memindahkan guru-guru tersebut.

"Semakin jauh sekolah, semakin ke desa semakin sulit orang kesitu, bahkan banyak ASN (Aparatur Sipil Negara, red) yang tidak siap ditempatkan disitu. Kita berharap pemimpin kita tegas dalam hal ini," jelas Arheson, Kamis (14/3/19) di DPRD Riau.

Arheson mengatakan pihaknya telah mendapati guru mata pelajaran yang sama menumpuk pada satu sekolah. Hal ini sangat disayangkan.

"Contoh kemarin kami kunjungan ke SMA N 14, ada lima guru ekonomi di satu sekolah. Mereka mengatakan biarlah mereka tidak mendapatkan tunjangan asal tak dipindah, karena enak di kota. Kalau begini kacau namanya, sebab banyak sekolah lain yang butuh tenaga pengajar," katanya.

Politisi Partai Demokrat ini mengatakan hal ini demi meningkatkan mutu pendidikan di Riau. Selain itu untuk meratakan kualitas pendidikan di kawasan perdesaan, bukan hanya fasilitas sekolah saja yang diperhatikan tetapi juga kualitas tenaga pengajarnya.

"Bahkan di sekolah-sekolah di kampung itu yang banyak mengajar guru honorer, orang kampung dia juga tamat sekolah diterima disana. Nah ASN kita malah menolak untuk ditempatkan di desa," tuturnya.

Sehingga pihaknya sangat berharap kepada Gubernur baru untuk memindahkan para guru yang menumpuk di satu sekolah tersebut. " Ya kita menaruh harapan penuh lah untuk pimpinan baru kita," ujarnya.

***(Uli)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Gencar Ditolak, Kamenag Kuansing Bahas Pergantian Kepala MAN 1 Telukkuantan
- Demi Selamatkan MAN 1 Telukkuantan, Kepsek Baru Diminta Mundur
- Buntut Pertukaran Kepala MAN 1 Telukkuantan, Kemenag Kuansing Diduga Perjualbelikan Jabatan
- Protes Mutasi Kepsek, Siswa MAN 1 Telukkuatan Demo Kemenag Saat Rapat
- Tolak Kepala Sekolah Dipindahkan, Siswa MAN 1 Telukkuantan Sampaikan Protes
- Pergantian Mendadak Kepala MAN 1 Teluk Kuantan Picu Polemik
- Kecuali Tak Ikut UN,  MKKS Bengkalis Pastikan Seluruh Pelajar SMA Bengkalis Diumumkan Lulus 


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com