Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 23 Maret 2019 06:52
Tinggal Pakaian di Badan, Rumah Warga Kubu Babussalam Rohil Terbakar

Jum’at, 22 Maret 2019 21:50
‎Buka MTQ XIX Kecamatan Rambah, Sekda Rohul Mengajak Masyarakat Bumikan Alqur'an

Jum’at, 22 Maret 2019 19:05
Program 100 Hari Kerja, Bupati Inhil Hadiri Pembukaan Operasi Katarak Gratis di RSUD Puri Husada

Jum’at, 22 Maret 2019 18:27
Gubri Resmikan Masjid Al Anshor, Wakaf Mantan Bupati Siak Arwis AS

Jum’at, 22 Maret 2019 17:35
Bengkalis Komit Tingkatkan Kapabilitas dan Kapasitas APIP

Jum’at, 22 Maret 2019 17:33
Air Pasang, PKL Batu Enam Rohil Kocar-kacir Selamatkan Dagangan

Jum’at, 22 Maret 2019 17:21
Baru Pemprov dan Lima Kabupaten yang Serahkan LKPD ke BPK Riau

Jum’at, 22 Maret 2019 17:18
Sedang Ukur Tanah, Warga Panam Dikejar Pakai Parang

Jum’at, 22 Maret 2019 16:35
Chevron Sigap Bantu Kebakaran Lahan di Tanah Putih Tanjung Melawan Rohil

Jum’at, 22 Maret 2019 16:29
Amankan Pemilu 2019 di Riau, TNI-Polri Terjunkan 10.650 Personel


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 14 Maret 2019 16:23
UNBK SMA Sederjat Tahun Ini Belum 100 Persen

UNBK tingkat SMA tahun ini belum akan dapat terlaksana 100 persen. Pasalnya, Riau belum sanggup membayar.

Riauterkini-Pekanbaru- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau mengungkap pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2019 di tingkat SMA/SMK sederajad belum 100 persen.

"UNBK belum 100 persen, soalnya kita belum mampu biayai UNBK secara keseleuruhan," kata Ketua Komisi V DPRD Riau Aherson, Kamis (14/3/19).

Sementara, kata Aherson untuk anggaran UNBK 2019 tahun ini, sekitar Rp10 miliar. Hal ini disebabkan juga oleh rasionalisasi anggaran. "Tahun ini anggaran kecil, tapi kita maksimalkan saja yang ada," ujarnya.

Politisi Partai Demokrat ini menjelaskan dari 300 sekolah yang membutuhkan hanya 30 sekolah yang mendapatkan fasilitas untuk pelaksanaan UNBK tahun ini.

"Sedangkan daerah-daerah yang sulit terjangkau ini yang menjadi prioritas kita. Kalau daerah yang sekolahnya dekat satu dengan yang lainnya, aksesnya mudah, masih bisa digabung," katanya.

Aherson mengatakan permasalahan anggaran ini tidak menjadi hambatan dalam pelaksanaan UNBK nantinya. Lanjut dia, minimnya anggaran bisa dijadikan tantatangan untuk memaksimalkan pelaksanaannya.

"Harapan saya, gubernur baru dapat mendorong teknologi karena sekarang tidak jamannya manual, semua sudah harus online," tuturnya. ***(Uli)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Lantik PGRI Pangkalan Kuras,Bupati Harris Minta Guru Kuasai Teknologi Informasi
- Soal Demo Guru SD dan SMP,
Kadisdik Pekanbaru: Ini Merugikan Diri Sendiri dan Siswa

- Soal Demo Guru SD dan SMP,
Dewan: Tak Berpihak, Perwako tentang Tunjangan Bisa Turunkan Kualitas Pendidik

- Di Hadapan Kadisdik Riau, Siswa Pemukul Kepsek di Inhu Berdamai
- 11 Miliar Lebih Dana BOS Pelalawan Sudah Dicairkan
- Raih Doktor di UMM, Dekan FIK UMRI Diselamati Ketua DPRD Riau
- Kepala BKD Minta Guru PPT Korban Penipuan Lapor Polisi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com