Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 26 Juni 2019 17:31
Lepas 436 Peserta Kukerta Universitas Riau,‎ Sekda Rohul Pesankan ini ke Mahasiswa

Rabu, 26 Juni 2019 17:28
Peringati HANI, Kampar Ingin Bebas dari Narkoba dan Miliki Rumah Sakit Rehabilitasi Narkoba

Rabu, 26 Juni 2019 17:21
Permudah Pelaku Usaha, DPMPSP Bengkalis Sosialisasikan OSS di Mandau

Rabu, 26 Juni 2019 16:37
Korupsi, Tiga ASN Pemkab Inhu Ditahan Kejari

Rabu, 26 Juni 2019 15:38
Bertema "Kampanye Akbar Stop Narkoba", BNNP Riau Taja Peringatan HANI 2019

Rabu, 26 Juni 2019 15:06
5 Bulan Lalu Lintas Warga Asing ke Bengkalis 1.537 Orang

Rabu, 26 Juni 2019 14:49
Polres Kuansing Bagikan Bantuan ke Panti Asuhan dalam Rangka HUT Bhyangkara

Rabu, 26 Juni 2019 14:28
‎Kembali Gulirkan Program Desa Bebas Api, PT RAPP Bertekad 'Zonk-kan' Karhutla

Rabu, 26 Juni 2019 13:58
Puluhan ASN dan Honorer PN Bengkalis Mendadak Ikuti Tes Urine

Rabu, 26 Juni 2019 13:47
LAMR Sokong Langkah Hukum Pemprov Riau Laporkan Penghina Gubri


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 15 Maret 2019 16:00
Kepala BKD Minta Guru PPT Korban Penipuan Lapor Polisi

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau Ikhwan Ridwan minta korban penipuan yang dijanjikan lulus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) segera melapor ke polisi.

Riauterkini - PEKANBARU - Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Ikhwan Ridwan minta korban penipuan yang dijanjikan lulus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) segera melapor ke polisi.

Kemudian para guru Pegawai Tidak Tetap (PTT) lainnya juga diminta waspada, agar tidak ada korban selanjutnya.

"Saya minta laporkan saja ke polisi. Kan nama yang dijual nama saya, untuk meminta uang," kata Ikhwan, Jumat (15/3/19).

Menurutnya, tidak ada pernah dirinya memerintahkan kepada siapa pun untuk memungut uang kepada PTT dan lulus dijamin menjadi PPPK.

"Makanya lebih baik laporkan saja ke polisi, agar masalah ini jelas siapa pelakunya," ujar Ikhwan.

Ditegaskannya, semua proses dan penentuan kelulusan sepenuhnya kewenangan pusat. Sehingga, siapa pun baik dirinya mau pun pejabat lebih tinggi lagi tidak akan bisa membantu.

"Ini semuanya transparan, tidak ada namanya bayar membayar. Jangankan saya, pejabat lebih tinggi lagi pun tak bisa. Yang menetukan pusat pun," ungkap Ikhwan.

Seperti diketahui, pelaku yang mengaku bernama Fahmi Ramadan mengaku sebagai pegawai di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau meminta uang kepada korban dengan mengatasnamakan perintah Kepala BKD Riau. Mereka yang dimintai uang itu, telah dijamin lulus PPPK.

Palaku berkomunikasi dengan korbannya menggunakan telepon seluler melalui nomor yang ia dapat dari kepala sekolah. Sebanyak tujuh PTT telah menjadi korban.

Selain lima korban itu, pelaku juga menghubungi salah satu guru SMA di Rengat. Kepada korban pelaku juga mengaku bisa melukuskan korban P3K.

Beruntungnya, korban tak langsung percaya. Guru ini langsung menghubungi saudaranya yang bekerja di Pemprov Riau. Kemudian saudaranya menghubungi staf saya mempertanyakan apakah peserta ujian P3K yang tercecer bisa direkrut lagi.*(mok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Tim Mahasiswa Unilak Juara 3 Dayung Hut Kota Pekanbaru
- Mahasiswa Kukerta UNRI Latih Pelajar SMP Purnama Membuat Kokodama
- Camat Abdimas Syahfitra Lepas Kontingen O2SN Tenayan Raya
- Dibuka Perdana, Beasiswa 3T Kurang Diminati Tamatan SMA di Bengkalis
- Disdik Bengkalis Ancam Tindak Tegas Sekolah Pungut Uang Baju Seragam
- Pemprov Riau Dituding Belum Bertanggung Jawab Sepenuhnya Terhadap SMAN 2 Bangko Rohil
- Mantap, Perpusdes Jangkang, Bengkalis Wakili Riau Lomba Tingkat Nasional


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com