Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 24 Mei 2019 22:02
Imigrasi Bengkalis Santuni Anak Panti Asuhan

Jum’at, 24 Mei 2019 21:49
Pemkab Bengkalis Ingatkan Seluruh Perusahaan Segera Bayarkan THR

Jum’at, 24 Mei 2019 21:41
Buka Puasa Bersama Ramadhan, PT EDI Rohul Salurkan Bantuan dan Berbagi dengan Kaum Dhuafa

Jum’at, 24 Mei 2019 21:38
Safari Ramadan 1440 H, Wagubri Shalat Tarawih dan Serahkan Bantuan di Mesjid Agung Al Huda Tembilahan

Jum’at, 24 Mei 2019 20:15
Serunya Midnight Sale di Mal SKA, Diskon Melimpah Sampai 70 Persen

Jum’at, 24 Mei 2019 19:29
Mahasiswa UR Taja Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa di SMA Negeri Pintar Provinsi Riau

Jum’at, 24 Mei 2019 19:15
Buka Bersama Pengurus, Apindo Gandeng ACI NUS Gelar Survey Daya Saing Usaha 2019

Jum’at, 24 Mei 2019 19:11
Kutuk Tindakan Represif, HMI Pekanbaru Minta Kapolri Dicopot

Jum’at, 24 Mei 2019 17:24
Berbagi Berkah Ramadan, Alumni Unri RAPP Santuni Anak Yatim

Jum’at, 24 Mei 2019 17:08
Tanggapi Pendemo, Waka DPRD Riau Janji Akan Sampaikan Tuntutan Hingga ke Pusat


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 15 Maret 2019 16:00
Kepala BKD Minta Guru PPT Korban Penipuan Lapor Polisi

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau Ikhwan Ridwan minta korban penipuan yang dijanjikan lulus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) segera melapor ke polisi.

Riauterkini - PEKANBARU - Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Ikhwan Ridwan minta korban penipuan yang dijanjikan lulus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) segera melapor ke polisi.

Kemudian para guru Pegawai Tidak Tetap (PTT) lainnya juga diminta waspada, agar tidak ada korban selanjutnya.

"Saya minta laporkan saja ke polisi. Kan nama yang dijual nama saya, untuk meminta uang," kata Ikhwan, Jumat (15/3/19).

Menurutnya, tidak ada pernah dirinya memerintahkan kepada siapa pun untuk memungut uang kepada PTT dan lulus dijamin menjadi PPPK.

"Makanya lebih baik laporkan saja ke polisi, agar masalah ini jelas siapa pelakunya," ujar Ikhwan.

Ditegaskannya, semua proses dan penentuan kelulusan sepenuhnya kewenangan pusat. Sehingga, siapa pun baik dirinya mau pun pejabat lebih tinggi lagi tidak akan bisa membantu.

"Ini semuanya transparan, tidak ada namanya bayar membayar. Jangankan saya, pejabat lebih tinggi lagi pun tak bisa. Yang menetukan pusat pun," ungkap Ikhwan.

Seperti diketahui, pelaku yang mengaku bernama Fahmi Ramadan mengaku sebagai pegawai di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau meminta uang kepada korban dengan mengatasnamakan perintah Kepala BKD Riau. Mereka yang dimintai uang itu, telah dijamin lulus PPPK.

Palaku berkomunikasi dengan korbannya menggunakan telepon seluler melalui nomor yang ia dapat dari kepala sekolah. Sebanyak tujuh PTT telah menjadi korban.

Selain lima korban itu, pelaku juga menghubungi salah satu guru SMA di Rengat. Kepada korban pelaku juga mengaku bisa melukuskan korban P3K.

Beruntungnya, korban tak langsung percaya. Guru ini langsung menghubungi saudaranya yang bekerja di Pemprov Riau. Kemudian saudaranya menghubungi staf saya mempertanyakan apakah peserta ujian P3K yang tercecer bisa direkrut lagi.*(mok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Mahasiswa UR Taja Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa di SMA Negeri Pintar Provinsi Riau
- Guru, Wali Murid dan Pelajar SMAN 2 Bengkalis Santuni Anak Yatim dan Anak Kurang Mampu Belasan Juta Rupiah
- Gedung Baru SDN 019 Air Hitam,Kuansing Diresmikan
- 10 Tahun Terbengkalai, Pemkab Siak Kembali Lanjutkan Pembangunan SDN 01 di 2020
- Gencar Ditolak, Kamenag Kuansing Bahas Pergantian Kepala MAN 1 Telukkuantan
- Demi Selamatkan MAN 1 Telukkuantan, Kepsek Baru Diminta Mundur
- Buntut Pertukaran Kepala MAN 1 Telukkuantan, Kemenag Kuansing Diduga Perjualbelikan Jabatan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com