Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 26 Juni 2019 17:21
Permudah Pelaku Usaha, DPMPSP Bengkalis Sosialisasikan OSS di Mandau

Rabu, 26 Juni 2019 16:37
Korupsi, Tiga ASN Pemkab Inhu Ditahan Kejari

Rabu, 26 Juni 2019 15:38
Bertema "Kampanye Akbar Stop Narkoba", BNNP Riau Taja Peringatan HANI 2019

Rabu, 26 Juni 2019 15:06
5 Bulan Lalu Lintas Warga Asing ke Bengkalis 1.537 Orang

Rabu, 26 Juni 2019 14:49
Polres Kuansing Bagikan Bantuan ke Panti Asuhan dalam Rangka HUT Bhyangkara

Rabu, 26 Juni 2019 14:28
‎Kembali Gulirkan Program Desa Bebas Api, PT RAPP Bertekad 'Zonk-kan' Karhutla

Rabu, 26 Juni 2019 13:58
Puluhan ASN dan Honorer PN Bengkalis Mendadak Ikuti Tes Urine

Rabu, 26 Juni 2019 13:47
LAMR Sokong Langkah Hukum Pemprov Riau Laporkan Penghina Gubri

Rabu, 26 Juni 2019 13:33
Diikuti 564 JCH , Bupati Inhil Buka Kegiatan Manasik Haji 2019

Rabu, 26 Juni 2019 13:26
Bupati Inhil Pimpin Rapat Pematangan Konsep dan Pemodelan Program 1 Desa 1 Rumah Tahfidz


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 20 Maret 2019 17:05
Soal Demo Guru SD dan SMP,
Dewan: Tak Berpihak, Perwako tentang Tunjangan Bisa Turunkan Kualitas Pendidik


Legislator Riau ini mengkritisi kebijakan Pemko Pekanbaru Nomor 7/2019 pasal 9 ayat 8 yang dinilai merugikan para guru. Harusnya kebijakan dibuat dengan memikirkan dampaknya pada para pendidik.

Riauterkini - Pekanbaru - Hari ini, (20/3/19) guru SD dan SMP di Pekanbaru menggelar aksi demo menuntut revisi Perwako no 7 tahun 2019 pasal 9 ayat 8. Tentang penegasan guru sertifikasi tidak dapat menerima tunjangan profesi dan tunjangan sertifikasi sekaligus.

Menanggapi hal itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau Dapil Kota Pekanbaru, Taufik Arrahman mengatakan seharusnya sebelum aturan dibuat harus memikirkan dampak dari itu.

"Kalau tahun lalu ada tunjangan, kemudian keluar peraturan yang malah mengurangi hak maka ini tentu akan berdampak kepada kualitas pendidik," ujar politis Partai Gerindra, di kantornya, Rabu (20/3/19).

Taufik mengatakan penurunan kualitas ini disebabkan guru akan mencari cara untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan cara yang lain. "Jadi kualitas mengajar bisa menurun," katanya.

Ditambahkannya, ASN itu harus digaji dengan cukup. Karena cukup itu relatif. "Contoh kepala dinas misalnya, maaf ya dia pegang dana 500 miliar, tapi gajinya 6 juta itu hudup di kebohongan. Kemudian sekarang di DKI seorang lurah gaji 30 juta, mikir dia buat yang aneh-aneh. Walaupun godaan ada," katanya.

Taufik menyebutkan ASN dengan skema gaji itu, apa lagi guru yang memberikan ilmu. Ini kan kebijakan pusat yg harus diikuti. Makanya, kata dia, ketika Prabowo menjadi presiden nanti, hal ini akan dievaluasi. "Dan negara kita sanggup untuk menggaji lebih ASN dan itu ditawarkan Prabowo-Sandi," pungkasnya. * (Uli)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Tim Mahasiswa Unilak Juara 3 Dayung Hut Kota Pekanbaru
- Mahasiswa Kukerta UNRI Latih Pelajar SMP Purnama Membuat Kokodama
- Camat Abdimas Syahfitra Lepas Kontingen O2SN Tenayan Raya
- Dibuka Perdana, Beasiswa 3T Kurang Diminati Tamatan SMA di Bengkalis
- Disdik Bengkalis Ancam Tindak Tegas Sekolah Pungut Uang Baju Seragam
- Pemprov Riau Dituding Belum Bertanggung Jawab Sepenuhnya Terhadap SMAN 2 Bangko Rohil
- Mantap, Perpusdes Jangkang, Bengkalis Wakili Riau Lomba Tingkat Nasional


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com