Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 20 April 2019 19:14
Hilang Sebulan Seorang Kakek di Inhu Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

Sabtu, 20 April 2019 18:17
Dua Tahanan Narkoba di Inhu Melarikan Diri

Sabtu, 20 April 2019 16:43
Gebyar Undian Service ke AHASS, Service Honda, Dapet Honda

Sabtu, 20 April 2019 16:42
PKS Riau Panen Kursi di Tiga Parlemen

Sabtu, 20 April 2019 14:21
DPC Partai Demokrat Dumai Dikabarkan Dapat 5 Kursi Legislatif

Sabtu, 20 April 2019 08:50
Bupati Inhil : RA Kartini Pioner Pejuang Kaum Perempuan

Sabtu, 20 April 2019 07:10
Bawaslu Riau Resmi Rokemendasikan 112 TPS PSU dan PSL

Jum’at, 19 April 2019 20:57
Catatan Rahman Rahim,
Riau Hijau, Solusi Permasalahan Lingkungan di Riau


Jum’at, 19 April 2019 20:41
Dari Tokyo ke Pekanbaru, UNIQLO Membuka Toko Pertama di Living World

Jum’at, 19 April 2019 16:31
Empat ABK Kapal BG Maju Tewas Terjebak di Bunker


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 20 Maret 2019 17:17
Soal Demo Guru SD dan SMP,
Kadisdik Pekanbaru: Ini Merugikan Diri Sendiri dan Siswa


Kadisdik Pekanbaru menyayangkan aksi demo yang kembali digelar para guru. Menurutnya tindakan ini merugikan diri mereka sendiri dan juga para siswa.

Riauterkini - PEKANBARU - Ribuan guru atau pahlawan tanpa tanda jasa di Kota Pekanbaru kembali demo di Kantor Walikota, Rabu (20/3/2019). Tuntutannya masih sama dengan demo sebelumnya, yaitu agar tunjangan penambah penghasilan (TPP) dibayarkan.

Para guru ini menuntut Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru merevisi peraturan walikota (Perwako) Nomor 7 Tahun 2019 direvisi. Pada pasal 9 ayat 8 di Perwako itu, para guru yang sudah sertifikasi tidak boleh lagi menerima TPP seperti tahun lalu.

Para guru sudah berkumpul sejak pukul 08.30 Wib di Jalan Sudirman di depan kantor Walikota. Suasana sempat panas, mereka memaksa untuk masuk ke halaman gedung pemerintahan ini. Akibatnya, satu pagar di pintu keluar perkantoran itu copot.

Menanggapi situasi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru Abdul Jamal menyayangkan aksi demo guru ini terulang lagi. Kondisi ini tentu berdampak pada proses belajar mengajar di sekolah. Selain itu, kata dia, akses Jalan di depan Kantor Walikota ditutup, sehingga merugikan masyarakat.

"Kasian peserta didiknya, kalau satu kali masih ditoleransi. Ini sudah beberapa kali, itu saja yang kita sayangkan," kata Jamal.

Dikatakan Jamal, untuk absensi guru sendiri tentu merugikan guru tersebut. Karena guru piket yang bertugas di sekolah tetap akan mencatatnya. "Kalau untuk sanksi tentu pihak BKP-SDM yang mengurusnya. Kalau kami lebih mementingkan kepentingan para peserta didik yang rugi karena gurunya aksi," sebutnya.

Dikatakan jamal, masih ada cara lain untuk tidak melakukan demo saat jam pelajaran. "Contohnya audiensi atau sosialisasi," tambahnya.

Mengenai keputusan, Abdul Jamal sendiri menyebutkan apa keputusan Walikota Pekanbaru itu yang terbaik. "Karena Pemko tak mau melanggar ketentuan, tapi saya harap jangan ada yang menunggangi aksi guru ini," jelasnya. (dan)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Dicopot Secara Sepihak, Staf Kemenag Angkat Bicara
- 32 SMP Negeri dan Swasta Sederajat Bakal Ikuti UNBK di Pelalawan
- Liga Berjenjang U-16 Region Kampar Seru, Enam Tim Siap Berlaga di Babak Enam Besar
- DPRD Pekanbaru Soroti Kualitas Proses Belajar Mengajar SMK Bina Profesi Pekanbaru
- Dua Pelajar SMAN 1 Bangkinang Kota Raih Emas di Kejurda Taekwondo
- 34 Sekolah di Kampar Laksanakan UNBK dan 16 Sekolah Masih UNPK
- Puluhan Mahasiswa Jurusan IP UR Dialog Interaktif dengan Ketua DPRD Kampar


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com