Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Kamis, 18 Juli 2019 19:47
Dua Prodi UIN Suska Riau Dapat Nilai A

Kamis, 18 Juli 2019 19:45
Selama Tiga Jam, Polisi Periksa Ketua KPU Pekanbaru Terkait Dugaan Suap Anggota DPRD

Kamis, 18 Juli 2019 18:56
Mampir di Pasirpangaraian, Istri Wagubri: Masjid Agung Terasa Masjid Madinah

Kamis, 18 Juli 2019 18:24
Dinastan Holtikultura dan Perkebunan Riau Targetkan Produksi Kebutuhan Beras Meningkat

Kamis, 18 Juli 2019 18:20
Baru Bercerai, Duda di Duri Ditemukan Jadi Mayat

Kamis, 18 Juli 2019 18:00
Gara-gara Berniat Ambil BB, DPO Narkoba Ini Ditangkap Jaksa di Bengkalis

Kamis, 18 Juli 2019 17:13
Panen Ikan di Lubuk Larangan Desa Sungai Salak, Bupati dan Sekda Rohul tak dapat Ikan

Kamis, 18 Juli 2019 16:58
Merasa Tertipu, Nasabah PT RFB Akan Lapor ke Polisi

Kamis, 18 Juli 2019 16:35
Bupati Apresiasi Panitia Pacu Jalur Rayon II Kecamatan Pangean

Kamis, 18 Juli 2019 16:32
Demo di Kantor Bupati, Masyarakat Tiga Desa di Tambusai Desak Pemkab Rohul Tuntaskan Lahan KKPA di PT. Hutahaean


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 17 April 2019 15:39
Dicopot Secara Sepihak, Staf Kemenag Angkat Bicara

Kepala MAN 4 Kampar, Istakafi menyesalkan pencopotan dirinya tanpa pemberitahuan secara wajar dari pihak Kemenag Riau. Ia justru mengetahui setelah adanya pelantikan pengganti dirinya pada Senin (16/04/19) kemarin.

Riauterkini - PEKANBARU - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Riau, Mahyudin baru saja melantik 28 pejabat struktural Jumat (12/04/19) lalu, tiga hari kemudian, pihaknya juga turut melantik beberapa orang untuk menjabat di beberapa sekolah yang dinaungi Kemenang Riau. Salah satunya yakni menggantikan Istakafi sebagai Kepala Madrasah Aliyah (MAN) 4 Kampar yang masih aktif.

"Saya tidak diberi tahu kalau ada pelantikan sehari sebelumnya (pelantikan dilakukan Senin, 16 April 2019). Artinya kita dicopot kan. Beda kasus kalau demosi. Itu bersarat, ada BAP. Tapi selama ini tidak ada apa-apa, dan saya gak pernah buat masalah," terangnya.

Cerita Istakafi, Ia sebelumnya hanya mendapat undangan untuk menghadiri pelantikan. Namun, Ia tidak dapat hadir dan mengutus wakilnya di Kanwil Kemenag Riau. Ternyata, pelantikan tersebut justru melantik salah satu staf yang menggantikannya untuk memimpin proses belajar mengajar di Madrasah Aliyah (MAN) 4 Kampar. Sementara Ia sendiri belum mengaku belum menerima SK pergantian tersebut. Sehingga diperkirakan Ia saat ini hanya bertugas sebagai guru biasa.

Padahal, selama 12 tahun sekolah yang semula bernama MAS Kampar Timur tersebut lahir dari hasil jeripayahnya. Dua Tahun berdiri kemudian diusulkan menjadi sekolah negeri. Usaha itu dilakukan selama 10 tahun. Kemudian di filial selama empat tahun dan akhirnya berhasil menjadi sekolah negeri.

"Saya baru menjabat sebagai kepala sekolah negeri itu 1 tahun 15 hari. Ahmad Supardi (Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama saat itu) langsung melantik pada 1 Maret 2018," jelasnya.

Selain itu, pelantikan 28 pejabat struktural yang disebut-sebut telah sesuai dengan Keputusan Menteri Agama Nomor: Kw.04.1/2/Kp.07.6/298 <076298>/SK/2019 tertanggal 11 April 2019 juga menuai kontroversi. Salah satunya dari mantan Kepala Seksi Pembinaan Haji Kanwil Kemenag Riau, Abdul Wahid yang kini memiliki jabatan baru sebagai Kasi Pendidikan dan Diniyah dan Pondok Pesantren Kankemenag Kota Pekanbaru.

Mantan Sekretaris dan Wakil ketua PWNU Riau sekaligus Kabid Rohani dan Agama dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau ini meluapkan isi hati melalui tulisan di kolom Opini harian Riau Pos yang terbit, Senin, (15/40/19 <154019>) lalu yang diduga masih berkaitan dengan perotasian dirinya.

Dalam karya tulis berjudul "Intergritas Bukan Sekedar Kata" Ia menuliskan kekacauan dalam integritas seorang pejabat ini akibat masuknya tekanan dari orang perorang, ormas atau partai politik yang bernafsu ikut mengatur kebijakan yang dibuat pejabat agar berpihak pada kepentingannya.

Namun saat dikonfirmasi, Wahid mengaku tukisan dirinya itu tidak ada kaitannya dengan mutasinya. "Tulisan itu tidak ada kaitannya dengan mutasi kemaren. Karena tulisan itu hanya mengingatkan saja. Bahwa kita ini diangkat telah disumpah untuk berintegritas," tuturnya.

Menanggapi hal tersebut salah satu Tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangakatan (Baperjakat) Kemenag Riau, Erizon Efendi menjelaskan bahwa seluruh proses dan ketentuan telah berjalan serta sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

" Pelantikan kemaren itu telah sesuai dengan ketentuan dari Baperjakat. Kalau tidak sesuai dengan ketentuan dan undang-undang, kenapa kita lakukan," tegasnya, Selasa, 16 April 2019.

Seperti legalitas tim Baperjakat maupun prosedur dan tahapan yang telah dilalui dari calon kandidat. Dirinya juga mengaku bahwa bekerja berdasarkan analisa jabatan, loyalitas, integritas dengan berbagai pertimbangan lainnya.

"Tim melihat dari berbagai sisi. Kalau dinilai pimpian tidak mampu, kenapa harus dipakaskan. begitu pertimbangan Baperjakat. Saya lupa berap orang kemaren itu, tapi yang jelas timnya ada," tegasnya kembali.

Sementara, Pengamat Tata Negara dan Pemerintahaan dari Universitas Riau, Dr. Mexsasai Indra menegaskan bahwa pihak yang merasa dirugikan dari hasil keputusan tersebut dapat melakukan upaya hukum. Mulai dari internal, kemudian bisa mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

"Itu dapat dilakukan jika pihak yang merasa dirugikan telah mengantongi bukti dan menemukan kejanggalan. Seperti menemukan adanya tindakan penyalahan administratif dalam proses pemindahaan jabatan itu. Sehingga keputusan itu menjadi tidak sah atau cacat secara yuridis," singkatnya.***(rul)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Dua Prodi UIN Suska Riau Dapat Nilai A
- Temui Dirut LPDP, Gubri Harap Beasiswa untuk Mahasiswa Riau
- Hari Pertama Masuk Sekolah, Ortu di Kuansing Semangat Antar dan Temani Anak
- Mahasiswa KUKERTA Universitas Riau Ajarkan Warga Rempak Buat Stick dari Kulit Singkong
- Nelayan Bengkalis Bergabung ke KMP untuk Permudah Peroleh Susuka dan Asuransi
- Optimalkan Proses Belajar Mengajar Siswa, Disdik Pekanbaru Gabungkan 18 Sekolah
- Perpusdes Jangkang, Bengkalis Akan Dijadikan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com