Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 23 Juli 2019 19:00
Diduga Sakit, Kakek Tuna Karya di Duri Timur, Bengkalis Ditemukan Meninggal di Kamar Kosnya

Selasa, 23 Juli 2019 18:02
Disinggung Soal Pokir, Anggota DPRD Pelalawan Junaidi Purba Marah-marah

Selasa, 23 Juli 2019 17:29
Diguyur Hujan Lebat, Karla di Pulau Rupat Dilaporkan Padam

Selasa, 23 Juli 2019 17:10
"Anak Kami Bisa Bekerja Pak"
Masyarakat Sangat Menyayangkan Jika AKN Bengkalis Ditutup


Selasa, 23 Juli 2019 16:31
Lebarkan Sayap, The Daily Wash Laundromat Kembali Buka Dua Cabang di Pekanbaru

Selasa, 23 Juli 2019 16:26
Hasil Pleno Penetapan KPU, Ini 45 Nama Calon Anggota DPRD Rohul yang akan Dilantik

Selasa, 23 Juli 2019 16:21
Tertembak Saat Grebek Buron Pecatan Polisi, Bripka Lius Bakal Diganjar Penghargaan

Selasa, 23 Juli 2019 16:17
KPPBC Dumai Tangkap 2 Pelaku Penyelundupan Narkotika dari Malaysia

Selasa, 23 Juli 2019 15:48
Ada Granat, Berikut Barang Bukti Pengrebekan Bandar Sabu di Pekanbaru

Selasa, 23 Juli 2019 15:44
Dalam 4 Jam, 10 Pelaku Pengedar Narkoba Ditangkap Polres Inhu


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 15 Juni 2019 15:30
PPDB 2019, OPSAD Bengkalis Serukan Baju Ciri Khas Dibiayai Sekolah

Jelang Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran (TA) 2019, Organisasi Peduli Sosial Anak Didik (OPSAD) Bengkalis menyerukan pembuatan baju ciri khas dibiayai oleh sekolah masing masing.

Riauterkini - DURI - Jelang Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran (TA) 2019, Organisasi Peduli Sosial Anak Didik (OPSAD) Bengkalis menyerukan pembuatan baju ciri khas dibiayai oleh sekolah masing masing.

Meski belum jelas sumber pendanaannya akan diambil dari mana, namun OPSAD menegaskan jika hal tersebut inisiatif sekolah dan bukan ketentuan dari Pemerintah.

"Jika harus orang tua yang membiayai baju ciri khas itu, lebih baik jangan. Dikarenakan hal itu inisiatif sekolah, pergunakanlah dana BOS atau lainnya,"ujar Ketua OPSAD Bengkalis, Dodi Akbar melalui Sekretaris, Refri AMD, Sabtu (15/6/19).

Dikatakan Refri, pihaknya sangat mendukung pembuatan seragam ciri khas itu namun juga jangan menyampingkan biaya yang mesti dikeluarkan orang tua murid.

"Jangan dibebankan lagi biayanya kepada orang tua murid, sebab dalam sekolah yang penting bukan seragam, namun kualitas dan mutu. Saatnya kita berbenah,"serunya sembari mengajak seluruh orang tua murid di seluruh tingkatan sekolah untuk mengevaluasi budaya dan kebiasaan buruk tersebut.

Pantauan diseluruh sekolah yang ada di Kabupaten Bengkalis, diduga dan telah menjadi rahasia umum, semakin banyak seragam sekolah yang dibuat, akan semakin banyak income pimpinan sekolah tersebut meraup fee dari pihak ketiga selaku penyedia baju seragam itu.*(hen)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Mahasiswa Kukerta UR di Desa Ranah Sungkai Ini Berhasil Membuat Pestisida dari Daun Sirih
- Pemkab Bengkalis Buka Seleksi Penerima Bantuan Biaya Pendidikan 2019
- 211 Pelajar MA, MTs dan MI Bengkalis Ikuti Kompetisi Sains
- Bersama Polres Kampar,
Tim Kukerta Tematik Unri Gelar Penyuluhan Narkoba dan Etika Berlalu Lintas di SMAN 2 XIII Koto Kampar

- Dua Prodi UIN Suska Riau Dapat Nilai A
- Temui Dirut LPDP, Gubri Harap Beasiswa untuk Mahasiswa Riau
- Hari Pertama Masuk Sekolah, Ortu di Kuansing Semangat Antar dan Temani Anak


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com